Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kelompok kepentingan

kelompok kepentingan

Ratings: (0)|Views: 354|Likes:

More info:

Published by: Adlia Nindya Ghassani on Dec 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/27/2013

pdf

text

original

 
 Nama : Adlia Nindya Ghassani NIM : F1C011066Jurusan : KomunikasiKELOMPOK KEPENTINGANKelompok kepentingan ialah sarana yang digunakan sekelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama dan secara bersama-samamenyampaikan kepentingan merekakepada pemerintah. Kepentingantersebut dapat berupa kebutuhan-kebutuhan, keinginan-keinginan, nilai-nilai, dan harapan-harapan yang bisa terpenuhi, akan tetapi bisa jugadikecewakan oleh tindakan-tindakan pemerintah. Seseorang ataupunsekelompok orang bisa pula diuntungkan akan tetapi bisa dirugikan olehtindakan atau keputusan tersebut.Oleh karena itu warga negara sangatmemperhatikan dan berkepentingan dengankeputusan-keputusan yangdibuat oleh pemerintah. Mereka menyatakan ataumengartikulasikankepentingan mereka kepada lembaga-lembaga politik dan pemerintahmelalui kelompok-kelompok yang mereka bentuk bersamadengan orang lain yangmemiliki kepentingan yang sama.Walaupunkelompok kepentingan yang terorganisir tidak mudah dibedakan dengan partai politik, akan tetapi ada satu perbedaan yang nampaknya secaraumum diterima.Suatu kelompok kepentingan adalah setiap organisasi yang berusaha mempengaruhikebijaksanaan pemerintah, dan pada waktu yangsama tidak berkeinginan memperoleh jabatan publik. Sebalikanya, partai politik benar-benar bertujuan untuk menguasai jabatan-jabatan publik,yaitu jabatan politik, maupun jabatan pemerintahan.Dalam praktek, perbedaan tersebut tidak setegas itu. Keanggotaan kelompok kepentingandan keanggotaan partai politik sering tumpang tindih, dan
 
lebih-lebih lagi, kelompok kepentingan sering terlibat dalam penyeleksiancalon-calon keanggotaan partai politik dan selalu berusaha agar anggota-anggotanya terwakili dalam komisi-komisi yangdibentuk oleh pemerintah. Kadang-kadang pula kelompok kepentingan bahkan berkembang menjadi partai politik.A. Jenis-jenis Kelompok KepentinganSebagaimana dikatakan oleh Gabriel A. Almond dalam (Mas’oeddan MacAndrews :2000 : 53), bahwa kelompok-kelompok kepentingan berbeda-beda dalam struktur, gaya,sumber pembiayaan, dan basisdukungannya. Perbedaan tersebut sangat besar pengaruhnya dalamkehidupan politik, ekonomi, dan sosial suatu bangsa.Walaupunkelompok-kelompok kepentingan juga diorganisir berdasakeanggotaan, kesukuan, ras,etnis, agama, ataupun berdasarkan isu-isukebijaksanaan – kelompok kepentingan yang paling kuat, paling besar,dan secara finansial paling mampu adalah kelompok yang berdasarkan pada bidang pekerjaan atau profesi. Berikut ini adalah beberapa jeniskelompok kepentingan yang dikenal, diantaranya adalah :1. Kelompok Anomik Kelompok-kelompok anomik ini terbentuk secara spontan dan seketika,dan tidak memiliki nilai-nilai, norma-norma yang mengatur serta tidak terorganisir. Jenis kelompok ini terbentuk tanpa ada yang merencanakansebelumnya, terjadi begitu saja, yang mungkin penyebabnya adalahketidakpuasan yang lama menumpuk dan dilampiaskanseketika pada saatada pemicu dan bubar dengan sendirinya.
 
2. Kolompok Non-AssosiasionalKelompok kepentingan non-assosiasional pada dasarnya sudahterorganisasi, akan tetapi jarang yang terorganisir dengan rapi dankegiatannya bersifat temporer. Kelompok ini berwujud seperti kelompok-kelompok keluarga dan keturunan atau etnik, regional, statusdan kelasyang menyatakan kepentingan secara kadangkala melalui individu-individu,klik-klik, kepala keluarga, atau pemimpin agama. 3. Kelompok InstitusionalOrganisasi-organisasi seperti partai politik, perusahaan besar, badanlegilatif, militer, birokrasi, dianggap sebagai kelompok kepentinganinstitusional atau memiliki anggota-anggota yang khusus bertanggungjawab melakukan kegiatan lobbying.Kelompok ini bersifat formal dan memiliki fungsi-fungsi politik atausosial lain selain fungsi artikulasikepentingan.Bila kelompok-kelompok kepentingan institusional sangat besar pengaruhnya, hal inidisebabkanoleh basis organisasinya yang kuat. Jenis kelompok kepentingan inisangatdominan pengaruhnya di negara-negara maju, jika dibandingkandengan jenis kelompok non-assosiasional.4. Kelompok AssosiasionalKelompok assosiasional seperti serikat buruh, kamar dagang , atau perkumpulan pengusahan dan industri (seperti di indonesia : Kadin,Gapensi, Inkindo, dan lain-lain), paguyuban etnik, persatuan kelompok keagamaan, dan sebagainya. Secara khas kelompok ini menyatakankepentingan dengan cara memakai tenaga staf professional serta memiliki

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->