Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Php Kel 7

Laporan Php Kel 7

Ratings: (0)|Views: 187 |Likes:
Published by Susi Susanti

More info:

Published by: Susi Susanti on Dec 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2013

pdf

text

original

 
 LAPORAN PEMASARAN HASIL PERTANIANSURVEY PASAR TRADISIONAL SUKUN DAN GIANT SAWOJAJARKOMODITAS BUNCIS DAN KETAN PUTIH
 
Disusun Oleh :Susi Susanti 115040100111024Tiara Shahnaz Ilmi 115040100111019Venna Malinda Dewayani 115040101111051Vincensius Teguh D.W 115040100111038Yani Emirta 115040100111134Kelas L
P R O G R A M S T U D I A G R I B I S N I SF A K U L T A S P E R T A N I A NU N I V E R S I T A S B R A W I J A Y AM A L A N G2012
 
 BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Industri retail adalah industri yang sangat strategis di Indonesia. Industri retail inimerupakan industri kedua terbesar yang mampu menyerap tenaga kerja setelah industripertanian. Sebagaimana kita ketahui dalam industri manapun pasti kita akan temui persaingandi dalamnya, tidak terkecuali industri retail di Indonesia. Persaingan industri retail membelahindustri ini menjadi dua blok besar, yang pertama blok retail tradisional yang secara langsungdiwakili oleh pedagang pasar tradisopang serta warung-warung kecil di pinggir jalan danyang kedua adalah blok retail modern yang diwakili oleh Indomart, Giant, Carrefour dan lainsebagainya. Persaingan industri retail ini memang bukan hal yang baru, persaingan tersebuttelah dimulai sejak tahun 1990an.Keberadaan pasar modern dewasa ini sudah menjadi tuntutan dan konsekuensi darigaya hidup masyarakat yang modern. Kenyataan yang ada di lapangan saat ini adalah diberbagai kota metropolitan bahkan kota
 – 
kota kecil di tanah air dengan mudahnya kita dapatmenjumpai minimarket, supermarket, bahkan hypermarket disekitar tempat tinggal kita. Pasarmodern menjanjikan kemudahan dan kenyamanan dalam berbelanja. Namun dibalik kesuksesan bisnis retail tersebut (pasar modern), terdapat persoalan khususnya untuk retailkelas menengah dan kelas kecil. Bahkan beberapa diantaranya memprotes ekspansi secarabesar
 – 
besaran dari peritel kelas besar. Eksistensi pasar tradisional merupakan salah satuindikator paling nyata dari kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah.Secara sederhana, definisi pasar selalu dibatasi oleh anggapan yang menyatakanantara pembeli dan pejual harus bertemu secara langsung untuk mengadakan interaksi jualbeli. Namun, pengertian tersebut tidaklah sepenuhnya benar karena seiring kemajuanteknologi, internet, atau malah hanya dengan surat. Pembeli dan penjual tidak bertemu secaralangsung, mereka dapat saja berada di tempat yang berbeda atau berjauhan. Artinya, dalamproses pembentukan pasar, hanya dibutuhkan adanya penjual, pembeli, dan barang yangdiperjualbelikan serta adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli. Contoh pasar yaitupasar tradisional dan pasar modern.
 
Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandaidengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar yang terjadi. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahanmakanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian, barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya.Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasanperumahan dan perkampungan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Sisi negatif dari pasar tradisional adalah keadaannya yang cenderung kotor dan kumuh sehingga banyak orang yang segan berbelanja disana. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba
 bertahan menghadapi “serangan” dari pasar modern.
 Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis inipenjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat labelharga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannyadilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yangdijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar baranglainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama, seperti piring, gelas, pisau,kipas, dan lain-lain. Berbeda dengan pasar tradisional yg identik dengan lingkungannya yangkotor, pasar modern justru kebalikannya. Maka dari itu, masyarakat sekarang cenderungmemilih pasar modern sebagai tempat belanja guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contohdari pasar modern adalah pasar swalayan, hypermarket, supermarket, dan minimarket.Pembenahan pasar tradisonal untuk menjadi tempat perbelanjaan yang nyaman danmenarik dan bercitra positif adalah suatu tantangan yang cukup berat yang harus di upayakanpemerintahsebagai rasa tanggung jawab kepada publik.Keberadaan pasar tradisional jugaharus mendapatkan perhatian yang lebihserius dari pemerintah mengingat pasar tradisionalatau usaha kecil terbukti tidak rentan terhadap efek krisis multi dimensional yang melandaIndonesia sejak tahun 1997. Pemerintah juga harus mendorong pasar tradisional untuk melakukan perubahan pelayanan layaknya pasar modern yang harus dikembangkan olehpasar tradisional agar tidak tersingkir dalam perebutan konsumen.
1.2 Rumusan Masalah
 
Mengetahui perbedaan pasar tradisional dan pasar modern
 
Mengetahui dan membandingkan perbedaan kriteria suatu komoditas (buncis danketan putih) yang terdapat di pasar tradisional dan pasar modern

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->