Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
7 Penyebab Umum Kecelakaan

7 Penyebab Umum Kecelakaan

Ratings: (0)|Views: 119 |Likes:
Published by Dedi Mulyadi

More info:

Published by: Dedi Mulyadi on Dec 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2014

pdf

text

original

 
Coba pertimbangkan statistik ini: 80 dari 100 kecelakaandikarenakan oleh keselahan manusia yang mengakibatkan kecelakaan. Tidakan yang tidak amanmenyebabkan 4 kali sama banyaknya kecelakaan dan cidera akibat kondisi yang tidak aman.Ada banyak alasan mengapa kecelakaan terjadi. Kebanyakan industi orang cenderung melihatsesuatu untuk disalahkan ketika terjadinya kecelakaan, karena lebih mudah dibandingkanmencari penyebab kecelakaan seperti daftar dibawah ini. Pertimbangkan penyebab kecelakaanyang dijelaskan. pernahkan Anda merasa bersalah terhadap tidakan atau perilaku berikut ini?Jika ya, Anda mungkin tidak mengalami cidera tetapi lain kali Anda mungkin tidak seberuntungsekarang.1.
 
Mengambil Jalan Pintas
: Tiap hari kita mengambil keputusan dan berharap akanmembuat pekerjaan lebih cepat dan lebih efisient. Tetapi apakah waktu yangmengamankan tiap resiko keselamatan Anda, atau apakah anggota yang lain? Jalan pintasmenurunkan keselamatan ada dalam bekerja tetapi meningkatkan kemungkinan Andacidera.2.
 
Percaya diri yang berlebih:
 
 percaya diri itu bagus. Terlalu percaya diri telalu bagus. ‗ini
tidak per
nah terjadi ke saya‖ perilaku seperti ini dapat menyebabkan prosedur, perkakas
atau metode kerja yang tidak benar dalam pekerjaan Anda, Hal ini dapat menyebabkanAnda cidera.3.
 
Memulai tugas dengan instruksi yang tidak tuntas
: Untuk melakukan pekerjaandengan aman dan benar pertama kali Anda perlu informasi yang tuntas. Pernahkan Andamelihat seorang pekerja disuruh melakukan pekerjaan, hanya diberikan sebagian instruksikerja? Jangan malu bertanya untuk dijelaskantentang prosedur kerja dan peringatankeselamatan. Hal ini tidaklah membuat Anda bodoh bertanya tentang hal ini tetapi Andasalah jika tidak bertanya.4.
 
Kerapian yang buruk
: ketika klien, manajer, atau petugas keselamatan melewati areakerja Anda, kerapian adalah indikator yang akurat menilai perilaku seseorang tentangqualitas, produktifitas dan keselamatan. Kerapihan yang buru membuat berbagai tipebahaya. Area yang rajin dirawat membuat standar untuk yang lain ikuti. kerapihan yangbaik meliputi kebanggaan dan keselamatan.5.
 
Tidak memperdulikan prosedur keselamatan
: Dengan senganja tidak memperdulikanprosedur keselamatan dapat membahayakan Anda dan rekan kerja Anda. Anda digajiuntuk mengikuti kebijakan keselamatan perusahaan bukan membuat aturan Anda sendiri.
 
6.
 
Ganguan mental dari pekerjaan
: memiliki hari yang buru di rumah dan cemas denganpermasalahan dirumah ketika di tempat kerja adalah kombinasi yang berbahaya. Mentalyang jatuh dapat membuat fokus anda buyar untuk mengikuti prosedur kerja aman. Anda juga dapat terganggu ketika anda sibuk bekerja dan teman anda lewat sambing berbicarake adan saat Anda sedang melakukan pekerjaan.7.
 
Gagal merencanakan pekerjaan
: Banyak pembicaraan hari ini tentang analisa bahayakerja JSA adalah cara yang efektif untuk menemukan cara yang pintar untuk bekerjadengan aman dan efisien. Bekerja dengan tergesa-gesa saat memulai pekerjaa, atau tidak berfikir tentang proses kerja dapat menempatkan anda melakukan cara yang berbahaya.Lebih baik rencanakan pekerjaan anda kemudian bekerjalah sesuai recana tersebut.
“Lebih baik b
erhati-
hati 100 kali dari pada sekali mati” Mark Twain
 
Posted on .Kesehatan kerja tidak kalah pentingnya dibandingkan keselamatan kerja. Oleh karena itudiperlukan evaluasi kesehatan tempat kerja.Untuk memulai suatu evaluasi perlu dilakukan beberapa tahapan berikut ini.
1. Buat Daftar bahaya yang ada di wilayah kerja yang akan di evaluasi
 Tahapan yang penting ini membantu membatasi besarnya tugas. Jika daftar sangat banyak,wilayah kerja harus dibatasi dan dibagi menjadi beberapa paket untuk lebih memudahkan. Perludiputuskan apakah proses produksi lengkap yang akan dievaluasi atau satu bagian proses yanglebih sederhana. Jumlah masingmasing bahan secara sendiri-sendiri yang dipakai dalam suatupekerjaan dapat pula menjadi faktor penentu. Perlu juga ditentukan volume penyimpanan sertapemakaian bahan
 2. Penentuan bahan yang sebenamya dipakai
 Penentuan ini terbukti sangat berguna secara ekonomi. Banyak perusahaan yang mempunyaigudang dan lemari yang penuh dengan persediaan bahan kimia yang sebenamya tidak dipakai,namun belum dibuang. Ditemukan juga bahwa beberapa bagian di perusahaan menggunakan
 
bahan kimia yang berbeda untuk proses yang serupa. Rasionalisasi kebijakan pembeliandiperlukan karena akan menimbulkan manfaat ekonomi bagi perusahaan. Evaluasi pengendalianbahan yang membahayakan memberikan kesempatan untuk membuang bahan tua dari tempatkerja, yang mungkin sebagian lagi telah berada dalam keadaan tidak stabil. Sebagian lainnyadisimpan dalam kaleng yang sudah rusak dan mungkin tak lama lagi menjadi ancaman gangguankesehatan dan keselamatan.
 3. Penentuan nama kimia sebenamya dan/atau nomor Chemical Abstracts Series (CAS)
 Kebanyakan bahan berada di tempat kerja dengan nama dagang dan nomor kode. Jika sifatberacun bahan dalam buku teks standar harus ditentukan, nama identifikasi secara tepat sangatdiperlukan. Semua bahan kimia diberi nama yang unik oleh
 International Union of Pure and  Applied Chemistry (IUPAC)
dan satu nomor unik yang dikenal dengan
Chemical AbstractsSeries number.
 
 4. Dapatkan lembaran data dari pemasok
 Ada kewajiban pemasok berdasarkan bagian 6 dari Kesehatan dan Keselamatan dalam Undang-undang Kerja (The Health and Safety at Work Act etc.) 1974 untuk memberikan informasimengenai semua yang dipasok dan diperkuat dengan Undangundang Perlindungan Konsumen(Consumer Protection Act) 1987. Informasi ini diberikan oleh pemasok dalam bentuk lembaran
data (lihat Lembaran Data Bahaya di halaman…). Kualitas informasi yang diberikan sangat
beragam, yang baik memberikan semua informasi yang diperlukan untuk menilai toksisitasbahan, yang kurang balk memberikan informasi yang mengaburkan masalah dan kadang mem-bahayakan. Dianjurkan untuk membuat surat standar untuk meminta informasi ini dan sangatdianjurkan untuk mengirimkan surat susulan jika yang pertama hilang.
 5. Evaluasi lembaran data
 Akan sangat bijak untuk menilai keabsahan informasi yang tertuang dalam lembar data. Sebagaicontoh, nama IUPAC bahan tersebut bila tidak dicantumkan, akan menyulitkan bila akandicarikan informasi toksisitasnya. Selain itu, jika bahan tersebut merupakan campuran daribeberapa bahan seperti pelarut, tidak semua bahan dicantumkan di sana. Dapat dipahami jikapemasok tidak memberikan formulasi yang tepat mengenai campuran itu, karena merekamemiliki rahasia perdagangan. Namun, daftar isi bahan tanpa perbandingan yang semestinyaseharusnya boleh dicantumkan, tanpa ada risiko terjadinya pemalsuan barang dagangannya.
6. Periksa data toksikologik yang diberikan dan tulis kembali lembaran data
 Begitu nama bahan diketahui, periksa apakah data toksikologik yang disajikan benar. Lakukanitu sebelum menulis ulang untuk mencocokkan cara penggunaan bahan itu dengan situasi yangsedang dinilai. Lembar data harus ditulis kembali atau disajikan sebagaimana saat bahan itudipergunakan. Pemasok tidak diharapkan untuk mengetahui bagaimana bahan itu disimpan,diangkut atau dipergunakan di tempat kerja. Sebaliknya, para pekerja harus mengetahui itusemua. lni menjadi syarat peraturan 12 Pengendalian bahan yang membahayakan kesehatan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->