• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 2
    CommentGo Back
 
 
1
 
 
2
1.
(Rangkaian peristiwa yang terjadi pada suatu hari di sebuah tahun.)Anak dan ayah itu berdiri bersebelahan. Bulan menanjak semakin tinggi, akhirnyamenjamah puncaknya.“Di sana ada sesuatu yang menakutkan,” bisik sang ayah.Sang anak di sebelahnya merasa penasaran.“Sesuatu apa ayah?” balas pemuda itu.Sang ayah yang sudah tua itu tidak bisa menjawab karena memang terlampau sulitmenganggap apa yang pernah ia lihat sekian tahun yang lalu sebagai sebuah kenyataan.Lama sudah ia berusaha menganggap kejadian itu sebagai mimpi, namun tidak pernahberhasil.“Dulu di malam seperti ini tepat ketika bulan sangat benderang dan bulat sempurna,candi yang luar biasa besar itu menampakkan diri. Menurutku ukuran candi itu jauh lebihbesar dari candi Borobudur, mungkin dua kali lebih besar atau bahkan tiga kali lebihbesar. Aku yang menelusuri tepi candi itu mendapatkan kenyataan betapa besarnya. Padabulan purnama berikutnya aku hadir lagi, akan tetapi candi itu tidak menampakkan dirilagi. Agaknya candi itu hanya muncul pada purnama tertentu, bukan di semua purnama.”Ayahnya berbicara dengan bersungguh-sungguh, sementara dalam sekian tahun inianaknya melihat setiap bulan purnama datang, ayahnya selalu menyempatkan mengintiptempat itu, dengan demikian apa yang diceritakan ayahnya itu bukan hal sepele.Hanya angan-angan ayahnya? Atau nyata?“Sebuah candi, ayah?”“Ya!” jawab sang ayah, “tepatnya kalau pada siang hari di gerumbulan bambu itu.Aku telah menelitinya sepanjang hari, tetapi tak ada yang luar biasa, hanya sebuah bukitsebagaimana bukit yang lain.”Sang anak berpikir keras, yang ia dapati sesuatu yang sulit dipahami.“Candi yang tidak tampak?” tanya sang anak.Pertanyaan itu merupakan pengulangan dari pertanyaan yang pernah ia ajukan.Sang ayah menggeleng.“Menurutku ia candi
murca
,” gumam ayahnya. “Candi itu benar-benar ada namun
murca
. Candi itu disembunyikan di balik mantra-mantra yang oleh karenanya tidak adayang bisa melihatnya.”Sang anak penasaran.“Akhirnya ayah menyimpulkan seperti itu?” tanya anaknya. “Menurut ayah, kenapacandi itu harus dihilangkan dari pandang mata?”Sang ayah diam cukup lama, untuk mencari jawaban yang paling masuk akal.“Kurasa karena ada pihak-pihak tertentu yang entah kenapa berniat menghancurkancandi itu. Oleh karena itu muncul pihak lain yang berusaha melindunginya dengan caramelenyapkan dari pandangan mata.”Sejalan dengan waktu yang bergerak, lelaki tua itu semakin tua dan semakin tua.Pun sebagaimana kodratnya, manusia tidak mungkin mengimbangi gerak sang waktu.Umur itu ada batasnya mengantarkan lelaki tua itu sampai pada tarikan napas terakhir. Ia
 
 
3
mati dengan segumpal rasa penasaran karena tak pernah memperoleh jawaban dari rasapenasarannya.Namun rasa penasaran itu ada pewarisnya, diwariskan, diwariskan dan diwariskanlagi. Selanjutnya tentang candi
murca
itu, susah dibedakan, apakah benar-benar nyataatau hanya dongeng semata.
2.
(Rangkaian peristiwa tahun 1136 saka.)Senja membayang di kaki langit, semburat merah berombak-ombak bagai samudramarah memancarkan amarah. Mendung tebal menggantung di cakrawala belahan timur,sesekali petir muncrat disusul gemuruh geluduk yang memekakkan telinga. Angin mulaimenderu pertanda badai akan tiba. Apalagi tidak jauh di arah kiri mulai tampak sebuahgaris meliuk biang angin lesus yang apabila membesar sanggup mencengkeram danmelempar seekor gajah bengkak ke udara. Gemuruh ombak baginya mungkin rangkaiannada yang menggiringnya meliuk genit bagai gadis yang kasmaran.Ombak laut selatan bergulung menghantam tebing, mengocok buih dengan suaragemuruh susul-menyusul dan tidak pernah lelah. Dua ekor ikan raksasa yang tidak diketahui apa namanya terlihat jauh di selatan, sesekali melejit ke atas dan kemudianambyur seolah apa yang dilakukan itu adalah peringatan, bahwa dialah sang penguasalautan. Dua ikan raksasa itu mungkin makhluk langka yang tertandai itu dari burung-burung
kalangkyang
1
yang terbang berputar-putar di udara. Untuk bisa melihat dengan jelas para burung
kalangkyang
itu tak perlu harus mendekat. Dari sebuah ketinggian dilangit burung
kalangkyang
mampu melihat anak ayam yang berukuran hanya sekepalantangan.Akan tetapi semuanya itu tidak membuat gadis bernama Ken Rahastri mengalihkanperhatiannya.Dengan tatapan mata tajam gadis cantik itu menebar pandang ke segala penjuru.Ken Rahastri tidak berdiri di atas tebing batu akan tetapi bertumpu pada punggung seekorpenyu. Penyu berukuran besar itu diam tidak keberatan punggungnya dijadikan pijakan.Sesekali penyu raksasa itu bergeser merangkak akan tetapi Ken Rahastri tetap bertahan dipunggungnya. Di sekitarnya puluhan penyu yang lain tidak merasa terusik. Di sepanjangpantai dari barat hingga mungkin membentang ke Semenanjung
Sembulungan
2
, penyuhidup dan berkembang biak tanpa terganggu.Gadis cantik itu berambut hitam panjang dan berpakaian serba hitam akan tetapimenggunakan ikat kepala berwarna tanah. Gadis yang beberapa saat lamanya merasaamat tegang itu baru mengurai senyum ketika dari arah laut yang gemuruh terlihat orangyang timbul tenggelam. Dengan gesit melebihi kelincahan seekor pesut orang itu ~ yangrupanya masih muda ~ meluncur, ada kalanya menantang ombak yang membentuk lembah dan bukit. Sesekali lelaki muda itu tidak menghindar ketika gemuruh ombak 
1
 
Kalangkyang
, jawa kuna, burung elang.
2
 
Semenanjung Sembulungan
, nama semenanjung di ujung timur Pulau Jawa, di tempat ini letak hutanlindung Alas Purwo berada. Tempat ini berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

MAs nggak bisa di unduh, tuh, publish dong

Mas, gmn cara donlotY???

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...