Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ulumul Quran Makalah

Ulumul Quran Makalah

Ratings: (0)|Views: 15 |Likes:
Published by sepriwan

More info:

Published by: sepriwan on Dec 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Biasanya suatu peristiwa yang dikaitkan dengan hukum kausalitas akan dapat menarik perhatian para pendengar.Apalagi dalam peristiwa itu mengandung pesan-pesan dan pelajaranmengenai berita-berita bangsa terdahulu yang telah musnah, maka rasa ingin tahu untuk menyikap pesan-pesan dan peristiwanya merupakan faktor yang paling kuat yang tertanamdalam hati. Dan suatu nasihat dengan tutur kata yang disampaikan secara monoton, tidak variatif tidak akan mampu menarik perhatian akal, bahkan semua isinya pun tidak akanmampu dipahami. Akan tetapi bila nasihat itu dituangkan dalam bentuk kisah yangmenggambarkan suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan, maka akan dapat meraih apayang dituju. Orang pun tidak akan bosan mendengarkan dan memperhatikannya, dia akanmerasa rindu dan ingin tahu apa yang dikandungnya. Akhirnya kisah itu akan menjelmamenjadi suatu nasihat yang mampu mempengaruhinya.Sastra yang memuat kisah, dewasa ini telah menjadi disiplin seni yang khusus diantara seni-seni lainny
a dalam bahasa dan kesusastraan. Tetapi “kisah
-
kisah nyata” Al
-
Qur‟an telah membuktikan bahwa redaksi kearaban yang dimuatnya secara jelas
menggambarkan kisah-kisah yang paling tinggi nilainya.Allah SWT menurunkan Al-
Qur‟an kepada Nabi Muhammad SAW. Yang
mengandung tuntunan-tuntunan bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia danakhirat, serta kebahagian lahir dan batin. Selain menggunakan cara yang langsung, yaituberbentuk perintah dan larangan, adakalanya tuntunan tersebut disampaikan melalui kisah-kisah (Qashash), dengan tujuan untuk menjelaskan bantahan terhadap kepercayaan-kepercayaan yang salah dan bantahan terhadap setiap bujukan untuk berbuat ingkar.Oleh karena itu di dalam Al-
Qur‟an kita mendapatkan banyak kisah Nabi
-nabi, Rasul-rasul dan umat-umat yang terdahulu, maka yang dimaksudkan dengan kisah-kisah itu adalahpengajaran-pengajaran dan petunjuk-petunjuk yang berguna bagi para penyeru kebenaran danbagi orang-orang yang diseru pada kebenaran.Lantaran inilah maka Al-
Qur‟an tidak mengurai
kan kisahnya seperti kitab sejarahtetapi memberi petunjuk. Petunjuk itu bukan dalam mengetahui kelahiran Rasul danketurunan serta kejadian-kejadiannya. Tetapi petunjuk itu di dapatkan dalam cara Rasulmengembangkan kebenaran dan dalam penderitaan-penderitaan yang dialami oleh para Rasultersebut.
 
BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Qashash Al-Quran
Kata qashash berasal dari kata al-qashshu yang berarti mencari atau mengikuti jejak.
Dikatakan,, “qashashtu atsarahu “ artinya, “saya mengikuti atau mencari jejaknya.” Kata al
-
qashash adalah bentuk masdar. Seperti firman Allah: Dia (Musa) berkata, “itulah (tempat)yang kita cari.” Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak semula. (Al
-Kahfi: 64).Kemudian qashash juga berarti berita yang berurutan. Seperti firman A
llah: “Sesungguhnyaini adalah berita yang benar” (Al
-Imran: 62).
“Sungguh, pada berita mereka itu terdapat
pelajaran bagi orang-
orang yang berakal” (Yusuf:111)
 
Secara etimologi (bahasa), Qashash juga berarti urusan (al-amr), berita (khabar), dankeadaan(hal). Dalam bahasa Indonesia, kata itu diterjemahkan dengan kisah yang berartikejadian. Adapun dalam pengertian terminologi (istilah) Qashash al-Quran adalah kisah-kisahdalam Al-
Qur‟an tentang para Nabi
dan Rasul mereka serta peristiwa-peristiwa yang terjadipada masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang. Hal senada juga dikemukakan
oleh Manna‟ Al
-Qathan, bahwa qashash Al-
Qur‟an adalah pemberitaan Al
-
Qur‟an tentang
hal ihwal umat yang telah lalu, nubuwat yang terdahulu, dan peristiwa-peristiwa yang telahterjadi.Berdasarkan pengertian di atas, maka dapatlah kita katakan bahwa kisah-kisah yangdimuat dalam Al-
Qur‟an semuanya cerita yang benar 
-benar terjadi, tidak ada cerita fiksi,khayal, apalagi dongeng.
B. Ragam Kisah dalam Budaya Arab Jahiliyah
Kebiasaan mengembara membuat orang-orang Arab senang hidup bebas, tanpa aturanyang mengikat sehingga mereka menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan. Pada musimpaceklik dan musim panas, mereka terbiasa melakukan perampasan sebagai sarana hidup.Peperangan antar kabilah untuk merebut sumber mata air menjadi tradisi yang kuat, bahkanberlanjut dari generasi ke generasi. Karena itu, mereka membutuhkan keturunan yang banyak terutama anak laki-laki untuk menjaga kehormatan kabilahnya. Sementara anak perempuan,dalam pandangan mereka dianggap sebagai makhluk inferioritas yang tidak memberikan
kontribusi apa pun, maka dengan terpaksa harus dikubur “hidup
-
hidup”.
Jika malam tiba,mereka mengisinya dengan hiburan malam yang sangat meriah. Sambil meminum minumankeras para penyanyi melantunkan lagu-lagu dengan iringan musik yang iramanyamenghentak-hentak dari tetabuhan yang terbuat dari kulit. Dalam keadaan mabuk jiwa
 
mereka melayang-layang penuh dengan khayalan, kenikmatan, dan keindahan. Dan denganbermabuk-mabukan itu pula mereka dapat melupakan kesulitan dan kekerasan hidup ditengah padang pasir. Namun di balik watak dan prilaku keras mereka memiliki jiwa seni yangsangat halus dalam bidang sastra, khususnya syair.Al-
Qur‟an, turun dalam situasi di mana bahas
a dan sastra Arab (Jahiliyah) mencapaipuncak kejayaan. Al-
Qur‟an tampil dengan berbahasa Arab, agar dapat dipahami oleh
manusia pada waktu itu. Sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya
berupa Al-
Qur‟an berbahasa Arab, agar kamu mengerti”
(Q.S. Yusuf: 2).Para penyair ketika itu memiliki kedudukan yang sangat terhormat pada setiapkabilah, karena mereka dianggap sebagai penjaga martabat serta kehormatan kabilahnya.Dengan begitu mereka disanjung-sanjung setinggi langit oleh kabilahnya.Perang pena antara penyair antar kabilah, telah membawa mereka kepada sebuahkompetisi syair yang di selenggarakan di suatu pasar yang disebut Ukazh. Dari perang penayang terjadi di Ukazh, lahirlah karya-karya sastra yang lebih dikenal dengan sebutan
“mu‟allaqat”.
 
Disebut mu‟allaqat, karena syair yang terpilih menjadi yang terbaik – 
kononkatanya
 – 
 
akan digantungkan di dinding ka‟bah
dan ditulis dengan tinta mas.
C. Ungkapan kisah dalam Al-
Qur’an
 
Dalam mengemukakan kisah, Al-
Qur‟an tidak segan untuk mencerit
akan kelemahanmanusia. Namun, hal tersebut digambarkan sebagaimana adanya, tanpa menonjolkan segi-segi yang dapat mengundang rangsangan. Kisah tersebut biasanya diakhiri denganmenekankan akibat dari kelemahan diri seseorang yang digambarkannya, pada saat kesadaranmanusia dan kemenangannya mengatasi kelemahan itu. Sebagai contoh, kisah Qarun yangdiungkapkan dalam Surat Al-Qashash: 78-81:
“ Dia (Qarun) berkata, “Sesungguhnya aku beri
(harta itu), semata-
mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah dia tahu
, bahwa Allah telahmembinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka. Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-
orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, “Mudah
-mudahan kita mempunyai hartakekayaan seperti yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya dia benar-benar
mempunyai keberuntungan yang besar”.
Tetapi orang-orang yang dianugrahi ilmu berkata,:Celakalah kamu! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman danmengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang
sabar.”
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->