Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MODUL IV Finite Impulse Response (FIR)

MODUL IV Finite Impulse Response (FIR)

Ratings: (0)|Views: 206|Likes:
Published by syamsulrizal123

More info:

Published by: syamsulrizal123 on Dec 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

 
MODUL IVFIR (Finite Impulse Response)
A.Tujuan
-Mahasiswa memahami filter FI-Mahasiswa dapat merancang filter FIR pada TMS320C6713
B.Dasar Teori
Dalam perancangan filter digital dikenal istilah filter IIR (
 Infinite Impulse Response
)dan filter FIR 
(Finite Impulse Response)
. Perbedaannya terletak pada respon impuls, filter IIR memilki respon impulse yang tidak terbatas sedangkan filter FIR memiliki respon impulsyang terbatas.Respon impuls terbatas pada filter FIR disebabkan tidak adanya feedback. Hal ini jugamenyebabkan system FIR selalu stabil. Dibandingkan dengan IIR, FIR lebih mudahdiimplementasikan. Pada sebagian besar DSP mikrosprocessor, system FIR dapat dilakukandengan me-
looping 
instruksi tunggal. Namun kerugian penggunaan FIR adalah jumlahkomputasi yang lebih banyak sehingga menggunakan memori yang lebih banyak.Berikut ini adalah fungsi transfer system FIR, dengan b merupakan koefisien filter 
 
 x
n
  y
n
  x
n-N+1
  x
n-1
x
n-2
 b
0
b
1
b
2
b
3
b
 N-1
 
25
 
Gambar 1. Realisasi system FIR 
C.Peralatan
Alat yang dibutuhkan:
-
1 set PC yang sudah terinstal Code Composer Studio Versi 3.1
-
TMS320C6713 DSK board
-
+5V universal Power Supply
-
AC Power Cord
-
USB Cable
-
function generator 
-
Osiloskop
D.Prosedur PraktikumMATLAB
1.Jalankan program matlab dan ketik program berikut untuk mencari nilai koefisienmasing-masing filter (HPF, LPF, dan BPF).
%Spesifikasi:%Cut-off frequency: 3 KHz%Sampling rate: 32000 samples/sec%Filter order: 20% LPFN=20;M=N+1;fc=1000;Fs=8000;wc=2*fc/Fs;win=rectwin(M);b=fir1(N,wc,win);a=1;freqz(b,a);title('FIR LPF menggunakan rectangular window');gridon;
26
 
% HPFN=20;M=N+1;fc=1000;Fs=8000;wc=2*fc/Fs;win=rectwin(M);b=fir1(N,wc,'high',win)a=1;freqz(b,a);title('FIR HPF menggunakan rectangular window');gridon;
2.Untuk mendapatkan nilai koefisien LPF maka nonaktifkan program HPF terlebih dahuludengan cara member tanda (%) sebelum baris program.3.Jalankan program dan simpan nilai koefisien yang didapat.4.Lakukan hal yang sama untuk mendapatkan nilai koefisien untuk HPF.5.Untuk mendapatkan nilai koefisien dari BPF maka ketik program berikut.
%Specifications:%Cut-off frequencies: 3 KHz and 18kHz%Sampling rate: 32000 samples/sec%Filter order: 10%Beta: 4N=20;M=N+1;fc=[5000 10000];Fs=32000;beta=4;wc=2*fc/Fs;win=kaiser(M,beta);b=fir1(N,wc,win)a=1;freqz(b,a);title('FIR BPF using Kaiser window');gridon;
6.Jalankan program dan simpan nilai koefisien yang didapat.7.Gabungkan semua nilai koefisien tersebut sehingga tampilan menjadi seperti berikut.//Filter coefficients//uncomment untuk memilih koefisien filter const float h[]={//LPF, fc=1kHz, Fs=8kHz, N=20, Rectangular window
27

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->