Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
CONTOH PTK PAI SD

CONTOH PTK PAI SD

Ratings: (0)|Views: 414 |Likes:
Published by qamaruzzaman

More info:

Published by: qamaruzzaman on Dec 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2014

pdf

text

original

 
BAB I
 
PENDAHULUAN
 1.
 
A. Latar Belakang Masalah
 Menurut teori psikologi, anak yang rasional selalu bertindak sesuai tingkatan perkembangan umurmereka. Ia mengadakan reaksi-reaksi terhadap lingkungannya, atau adanya aksi dari lingkunganmaka ia melakukan kegiatan atau aktivitas. Dalam pendidikan kuno aktivitas anak tidak pernahdiperhatikan karena menurut pandangan mereka anak dilahirkan tidak lain sebagai
 “orang dewasadalam bentuk kecil”. Ia harus diajarkan menurut kehendak orang dewasa. Karena itu ia harus
menerima dan mendengar apa-apa yang diberikan dan disampaikan orang dewasa/guru tanpa dikritik.Anak tak obahnya seperti gelas kosong yang pasif menerima apa saja yang dituangkan ke dalamnya.Pandangan yang lebih maju (modern) menganggap hal tersebut di atas sesuatu yang keterlaluan,menyiksa serta mengingkari harkat kemanusiaan anak. Aliran modern ini merombak dan mengubahpandangan itu dan mengantikannya dengan penekanan pada kegiatan anak dalam prosespembelajaran. Anak aktif mencari sendiri dan bekerja sendiri. dengan demikian anak akan lebihbertanggung jawab dan berani mengambil keputusan sehingga pengertain mengenai suatu persoalanbenar-benar mereka pahami dengan baik. Walaupun mereka mengambil keputusan sendiriberdasarkan pertingan kata hatinya, namun putusan mereka tersebut berhubungan juga denganmasyarakat, sebab individu itu baru berarti kalau ia telah berada dalam masyarakat.Di dalam proses belajar-mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secaraefektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategiitu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar.Teknik penyajian pelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakanoleh guru atau instrukstur. Pengertian lain ialah sebagai teknik penyajian yang dikuasai oleh guruuntuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, agar pelajarantersebut dapat ditangkap, dipahami dan digunakan oleh siswa dengan baik. Di dalam kenyataan caraatau metode mengajar atau teknik penyajian yang digunakan guru untuk menyampaikan informasiatau massage lisan kepada siswa berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan siswadalam menguasai pengetahuan, keterampilan serta sikap. Metode yang digunakan untuk memotivasisiswa agar mampu menggunakan pengetahuannya untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapiataupun untuk menjawab suatu pertanyaan akan berbeda dengan metode yang diguanakan untuktujuan agar siswa mampu berpikir dan mengemukakan pendapatnya sendiri di dalam menghadapisegala persoalan.Kita mengenal bermacam-macam teknik penyajian dari yang tradisional, yang digunakan sejak dahulukala, tetapi juga yang modern, yang digunakan baru akhir-akhir ini saja.Perkembangan selanjutnya para ahli masih tersu mengadakan penelitian dan eksperimen agar dapatmenemukan teknik penyajian yang dipandang paling efektif untuk pelajaran tertentu. apakah hal ituakan terjawab, kita serahkan pada hasil penelitian para ahli tersebut.Dari bermacam-macam teknik mengajar itu, ada yang menekankan peranan guru yang utama dalampelaksanaan penyajian, tetapi ada pula yang menekankan pada media hasil teknologi meoderenseperti televise, radio, kasset, video-tape, film, head-projector, mesin-belajar dan lain-lain, bahkan
 
telah menggukanan bantuan satelit. Ada pula teknik penyajian yang hanya digunakan untuk sejumlahsiswa yang terbatas, tetapi ada pula yang digunakan untuk sejumlah siswa yang tidak terbatas.Metode mengajar yang guru gunakan dalam setiap kali pertemuan kelas bukanlah asal pakai, tetapisetelah melalui seleksi yang berkesesuaian dengan perumuan tujuan intruksional khusus. Sebabdalam kegiaatan belajar mengajar, mengajar bukan semata persoalan menceritakan. Belajar bukanlahkonsekuensi otomatis dari perenungan informasi ke dalam benak siswa. Belajar memerlukanketerlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akanmembuahkan hasil belajar yang langgeng. Yang bisa membuahkan hasil belajar yang langgenghanyalah kegiatan belajar aktif.Agar belajar menjadi aktif siswa harus mengerjakan banyak sekali tugas. Mereka harus menggunakanotak, mengkaji gagasan, memecahkan masalah, dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajaraktif 
 
harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah. Siswa bahkan sering meninggalkantempat duduk mereka, bergerak leluasa dan berfikir keras (
moving about 
dan
thinking aloud 
)Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik, kita perlu mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan
tentangnya, dan membahasnya dengan orang lain. Bukan Cuma itu, siswa perlu “mengerjakannya”,
yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencobamempraktekkan keterampilan, dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah atauharus mereka dapatkan.Dengan menyadari gejala-gejala atau kenyataan tersebut diatas, maka dalam penelitian ini penulispenul
is mengambil judul “Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan
Model Pengajaran Tuntas Pada Siswa Kelas IV SDN ABC Kec. Kota Jakarta Tahun Pelajaran
2009/2010.” 
 1.
 
B. Rumusan Masalah
 Bertitik tolak dari latar belakang diatas maka penulis merumuskan permasalahnnya sebagi berikut:1.
 
Apakah penerapan model pembelajaran tuntas dapat meningkatkan prestasi siswa terhadapmateri pelajaran Pendidikan Agama Islam pada siswa Kelas IV SDN ABC Kec. Kota Jakarta?2.
 
Bagaimanakah pengaruh model pembelajaran tuntas dalam meningkatkan motivasi belajarPendidikan Agama Islam pada siswa Kelas IV SDN ABC Kec. Kota Jakarta?1.
 
C. Pemecahan Masalah
 Untuk meningkatkan prestasi dan motivasi siswa dalam belajar Pendidikan Agama Islam, khususnyadi SDN ABC Kec. Kota Jakarta, salah satunya yaitu dengan menerapkan model pembelajaran tuntas.Dengan menerapkan model pembelajaran ini diharapkan prestasi serta motivasi belajar PendidikanAgama Islam dapat meningkat.1.
 
D. Batasan Masalah
 2.
 
E. Tujuan Penelitian
 1.
 
Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa Kelas IV SDN ABC Kec. Kota Jakarta tahunpelajaran 2009/2010.2.
 
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April semester genap tahun palajaran 2009/2010.3.
 
Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan kisah-kisah Nabi.
 
Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:1.
 
Ingin mengetahui bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islamsetelah diterapkannya model pembelajaran tuntas
 
pada siswa Kelas IV SDN ABC Kec. KotaJakarta.2.
 
Ingin mengetahui pengaruh model pembelajaran tuntas dalam meningkatkan prestasi danmotivasi belajar terhadap materi pelajaran Pendidikan Agama Islam setelah diterapkanmodel pembelajaran tuntas
 
pada siswa Kelas IV SDN ABC Kec. Kota Jakarta.1.
 
F. Manfaat Penelitian
 Adapun maksud penulis mengadakan penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai:1.
 
Memberikan informasi tentang model pembelajaran yang sesuai dengan proses belajar-mengajar Pendidikan Agama Islam.2.
 
Meningkatkan pestasi prestasi dan motivasi pada pelajaran Pendidikan Agama Islam3.
 
Menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang peranan guru Pendidikan AgamaIslam dalam meningkatkan pemahaman siswa belajar Pendidikan Agama Islam4.
 
Sebagai penentu kebijakan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa khususnyapada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.5.
 
Menerapkan metode yang tepat sesuai dengan materi pelajaran Pendidikan Agama Islam.1.
 
G. Definisi Operasional Variabel
 Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan hal-hal sebagaiberikut:1.
 
Model Pengajaran Tuntas adalah:Merupakan model pembelajaran yang dapat dilaksanakan di dalam kelas, dengan asumsi bahwa didalam kondisi yang tepat semua peserta didik akan mampu belajar dengan baik dan memperoleh hasilbelajar secara maksimal terhadap seluruh bahan yang dipelajari (Ramayulis, 193:2005).2. Motivasi belajar adalah:Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhikebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorongtingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.1.
 
Prestasi belajar adalah:Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor, setelah siswa mengikutipelajaran.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->