Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bible Quran Sains Modern Dr Maurice Bucaille

Bible Quran Sains Modern Dr Maurice Bucaille

Ratings: (0)|Views: 6 |Likes:
Published by Taufik Hidayat

More info:

Published by: Taufik Hidayat on Dec 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2014

pdf

text

original

 
BIBLE, QURAN & Sains Modern
kesalahan dan kebohongan Alkitab menurut Dr. Maurice Bucaille dari Perancis
 
PENGANTAR
 Secara apriori mengasosiasikan Qur-an dengan Sains, adalahmengherankan, apalagi jika asosiasi tersebut berkenaan denganhubungan harmonis dan bukan perselisihan antara Qur-an dan Sains.Bukankah untuk menghadapkan suatu kitab suci dengan pemikiran-pemikiran yang tak ada hubungannya seperti ilmu pengetahuan,merupakan hal yang paradoks bagi kebanyakan orang pada zaman ini?Sesungguhnya sekarang para ahli Sains yang kebanyakannyaterpengaruh oleh teori materialis, menunjukkan sikap acuh tak acuhbahkan sifat rnerendahkan terhadap soal-soal agama, karena merekamemandangnya sebagai hal yang didasarkan atas legenda. Selaindaripada itu, di negeri Barat (negeri pengarang, dan kalangan orang-orang yang terpelajar menurut sistem Barat), jika seseorang berbicaratentang Sains dan agama, kata agama itu difahami sebagai agamaYahudi dan Kristen tetapi tak ada orang yang memasukkan Islam dalamkata agama itu. Tentang Islam, orang Barat mempunyai gambaran yangsalah dan karena itu mereka juga menunjukkan penilaian yang salah,sehingga sampai hari ini sangat susah bagi mereka untuk mendapatkan gambaran yang tepat dansesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya.Sebagai pengantar untuk konfrontasi antara Wahyu Islam dan Sains, adalah sangat perlu untukmemberikan suatu tinjauan tentang agama yang sangat tidak dikenal di negeri kita (Europa,Perancis).Penilaian yang salah terhadap Islam di Barat adalah akibat kebodohan atau akibat sikapmeremehkan dan mencemoohkan yang dilakukan secara sistematis. Akan tetapi di antarakekeliruan-kekeliruan yang tersiar, yang paling berbahaya adalah kekeliruan-kekeliruan ataupemalsuan fakta; jika kekeliruan penilaian dapat dimaafkan, maka penyajian fakta yangbertentangan dengan fakta yang sebenarnya, tidak dapat dimaafkan. Adalah menyedihkan jika kitamembaca kebohongan-kebohongan besar dalam buku-buku yang serius yang ditulis olehpengarang-pengarang yang mestinya sangat ahli.Umpamanya kita baca dalam Encyclopedia Universalis, jilid VI, artikel : Evangile (Injil), suatuisyarat kepada perbedaan antara Injil dan Qur-an. Pengarang artikel tersebut menulis: “Pengarang-pengarang Injil tidak mengaku-aku, seperti Qur-an, menyampaikan otobiografi (riwayat hidup dirisendiri) yang didiktekan oleh Tuhan kepada Rasulnya secara ajaib.” Begitulah kata penulis itu,padahal Qur-an bukan otobiografi. Qur-an adalah tuntunan dan nasehat. Terjemahan Qur-an yangpaling jelek juga dapat mengungkapkan kenyataan ini kepada pengarang artikel tersebut.Pernyataan tersebut di atas, yakni bahwa Qur-an itu otobiografi sama besar kesalahannya denganorang yang mengatakan bahwa Injil itu adalah riwayat hidup pengarangnya.Yang bertanggung jawab tentang pemalsuan terhadap idea Qur-an itu adalah seorang guru besar di Fakultas teologiYesuite di kota Lion (Perancis selatan); tersiarnya kekeliruan semacam ini telah membantu memberigambaran yang salah tentang Qur-an dan Islam.Walaupun begitu tetap ada harapan untuk memperbaiki keadaan, karena sekarang agama-agamatidak hidup sendiri-sendiri; banyak agama yang mencari perkenalan dan pemahaman timbal balik.Kita terharu dengan fakta bahwa pada eselon tertinggi orang-orang Katolik berusaha untukmemelihara hubungan dengan umat Islam, serta menghilangkan kesalahfahaman dan mengoreksigambaran-gambaran yang keliru tentang Islam.Saya telah menyebutkan perubahan besar yang terjadi pada-tahun-tahun yang terakhir ini danmenyebutkan pula suatu dokumen yang dikeluarkan oleh Sekretariat Vatikan untuk orang-orangbukan Kristen. Dokumen tersebut berjudul:Orientasi untuk dialog antara umat Kristen dan umat Islam, dokumen itu sangat berarti karenasikap-sikap baru terhadap Islam. Dalam cetakan ketiga (1970) kita dapatkan ajakan untuk “meninjau kembali sikap-sikap kita terhadap Islam, dan mengkritik purbasangka kita” kita dapatkanpula kata-kata seperti “kita harus bekerja keras lebih dahulu untuk merubah cara berfikir saudara-saudara umat Kristen, secara bertahap; ini adalah yang paling penting,” “kita harus meninggalkan
 
gambaran gambaran kuno yang kita warisi dari masa lampau atau gambaran-gambaran yangdirubah oleh prasangka dan fitnahan,” “kita harus mengakui ketidak adilan yang dilakukan olehBarat yang beragama Kristen terhadap umat Islam.” Dokumen Vatikan yang terdiri dari 150halaman itu menolak pandangan-pandangan kuno umat Kristen terhadap Islam dan menerangkanhal-hal yang sebenarnya .Di bawah judul: “membebaskan diri kita daripada prasangka-prasangka yang sangat mashur,” parapenulis dokumen tersebut mengajak umat Kristen sebagai berikut: “Di sini kita harus melakukanpembersihan yang mantap dalam cara berfikir kita. Secara khusus kami pikirkan penilaian tertentuyang “sudah jadi” yang sering dilakukan orang secara sembrono terhadap Islam. Adalah sangatpenting untuk tidak menghidup-hidupkan dalam hati sanubari kita, pandangan-pandangan yangdangkal dan arbitrer yang tidak dikenal oleh orang Islam yang jujur.Salah satu daripada pandangan arbitrer yang sangat penting untuk diberantas adalah pandanganyang mendorong untuk memakai kata “Allah” secara sistematis untuk menunjukkan Tuhannya umatIslam, seakan-akan Tuhannya umat Islam itu bukan Tuhannya umat Kristen.Allah dalam bahasa Arab berarti Tuhan, Tuhan yang maha Esa, maha Tunggal. Oleh karena ituuntuk menterjemahkannya dalam bahasa Perancis kita harus rnemakai kata “Dieu,” dan tidak cukuphanya mengambil alih kata arab (“Allah”) karena kata ini tak dimengerti orang Perancis. Bagi umatIslam, Allah itu juga Tuhannya Nabi Musa dan Tuhannya Yesus.” Dokumen Sekretariat Vatikan bagi umat bukan Kristen menekankan hal yang fundamental inisebagai berikut: “Adalah tak berguna untuk mengikuti pendapat beberapa orang Barat bahwa Allah itusesungguhnya bukan Tuhan! Teks-teks yang dihasilkan oleh Konsili telah membenarkan kata-katadi atas. Orang tidak akan dapat meringkaskan kepercayaan Islam tentang Tuhan, secara lebih baikdari kata-kata Lumen Gentium (cahaya bagi manusia ) bagian dari Dokumen Konsili Vatikan II(1962-1965) yang berbunyi: “Orang-orang Islam yang mengikuti aqidah Nabi Ibrahim menyembahbersama kita kepada Tuhan yang Tunggal, yang maha penyayang, yang akan mengadili manusiapada hari akhir.” Semenjak itu orang mengerti mengapa orang Islam melakukan protes terhadap kebiasaan orangBarat memakai kata ‘Allah’ untuk Tuhan. Orang-orang Islam yang terpelajar memuji terjemahanQur-an oleh D. Masson yang memakai kata “Dieu” (Tuhan) dan tidak memakai kata “Allah.” Orang Islam dan orang Kristen menyembah Tuhan yang maha Tunggal.Kemudian Dokumen Vatikan mengkritik penilaian-penilaian lain yang salah terhadap Islam. “Fatalisme” Islam, suatu prasangka yang tersiar luas, dibahas dengan mengutip beberapa ayat Qur-an. Dokumen Vatikan tersebut menunjukkan hal-hal yang sebalik Fatalisme, yakni bahwa manusiaitu akan diadili menurut tindakannya di Dunia.Dokumen Vatikan tersebut juga menunjukkan bahwa konsep yuridisme atau legalisme dalam Islamitu salah, yang benar adalah sebaliknya, yakni kesungguhan dalam Iman. Dibawakannya pula duaayat yang sangat tidak dikenal orang di Barat. Ayat pertama: “Tak ada paksaan dalam agama” (Surat 2 ayat 256). Ayat kedua: “Dan Tuhan tidak menjadikan dalam agama sesuatu hal yangmemaksa.” (Surat 22 ayat 78)Dokumen Vatikan tersebut juga menentang ide yang tersiar luas bahwa Islam itu adalah agama “rasa takut,” dan menjelaskan bahwa Islam adalah agama cinta, cinta kepada orang-orang yangdekat, cinta yang berakar dalam Iman kepada Allah. Dokumen Vatikan tersebut juga menolakanggapan bahwa tak ada “moral Islam,” serta anggapan yang dianut oleh orang Yahudi dan orangKristen bahwa Islam itu adalah agama fanatisme. Dalam hal ini Dokumen tersebut mengatakan: “Sesungguhnya, Islam dalam sejarahnya tidak pernah lebih fanatik daripada kota-kota suci Kristenketika kepercayaan Kristen bercampur dengan nilai politik.” Di sini para pengarang DokumenVatikan menyantumkan ayat-ayat Qur-an yang diterjemahkan oleh orang Barat sebagai “PerangSuci.”  “Perang suci yang dimaksudkan, dalam bahasa Arabnya adalah:Al Jihad fi sabililah, usaha keras untuk menyiarkan agama Islam dan mempertahankannya terhadaporang-orang yang melakukan agressi.” Dokumen Vatikan meneruskan keterangannya: “Al Jihad
 
bukan “kherem” yang tersebut dalam Injil. Jihad tidak bermaksud untuk memusnahkan orang lain,akan tetapi untuk menyiarkan hak-hak Tuhan dan hak-hak manusia di negeri-negeri baru.” Kekerasan yang timbul dalam Jihad adalah gejala-gejala yang mengikuti hukum perang. Padawaktu peperangan Salib bukanlah orang- Islam yang selalu melakukan pembantaian besar-besaran.Dokumen Vatikan akhirnya membicarakan purbasangka bahwa Islam itu adalah agama beku yangmengungkung para pengkutnya dalam Abad Pertengahan yang sudah lampau dan menjadikanmereka tidak sanggup untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan tehnik pada zaman modern.Dokumen tersebut menyebutkan perbandingan dengan situasi-situasi serupa yang terdapat dinegara-negara Kristen dan menyatakan “Kami menemukan dalam perkembangan tradisionalpemikiran Islam suatu prinsip evolusi yang dapat menjadi pedoman untuk masyarakat beradab.” Bahwa Vatikan mempertahankan Islam, saya yakin, akan mengherankan pengikut-pengikut agamamasa kini, baik ia orang Yahudi, orang Kristen atau orang lslam. Gejala tersebut merupakanmanifestasi kesungguhan dan pikiran yang terbuka yang bertentangan sama sekali dengan sikap-sikap di masa dahulu. Tetapi sayang, sangat sedikit sekali orang-orang Barat yang mengetahuipergantian sikap yang diambil oleh eselon tertinggi daripada Gereja Katolik.Setelah kita mengetahui hal tersebut di atas kita tidak begitu heran untuk mendengarkan langkah-langkah konkrit selanjutnya yang dilaksanakan untuk pendekatan ini. Mula-mula adalah kunjunganresmi kepala Secretariat Vatikan untuk orang-orang bukan Kristen kepada (almarhum) Sri BagindaRaja Faesal, raja Saudi Arabia, kemudian kunjungan ulama-ulama Besar dari Saudi Arabia kepadaSri Paus Paul Vl pada tahun 1974. Kita merasakan arti spiritual yang dalam ketika MonsigneurElchinger menerima para ulama itu di Cathedral Strasbourg dan mempersilahkan mereka untuksembahyang di tengah-tengah Cathedral, walaupun menghadap ke arah Ka’bah.
PENGANTAR PENTERJEMAH
Pada bulan Maret 1977 saya mendapat kesempatan untuk menghadiri konferensiinternasional Islam-Kristen di kota Cordoba di Spanyol. Bepergian saya tersebutsangat berfaedah, karena memberi gambaran kepada saya tentang masa gemilang umatIslam di negeri Spanyol. Masjid Kurtubah yang sudah berusia 12 abad (didirikan 786)itu masih berdiri dengan megahnya, wulaupun sudah tidak dipakai untuk sembahyang dandi dalamnya didirikan sebuah Katedral.Setelah selesai konferensi, saya mengunjungi Kota Paris untuk mengenang masa mudasaya, ketika pada tahun 1956 saya mempertahankan tesis saya di Sorbonne. Pada suatuhari, saya mengunjungi Masjid Paris yang megah, dan secara tidak sengaja, sayadapatkan tempat penjualan gamban-gambar Masjid, yang disukai oleh tourist-touristasing. Di tempat itu saya ketemukan buku yang berjudul La Bible, le Coran et laScience (Bibel, Qur-an dan Sains modern). Segera saya membeli satu naskah, dan teruspulang ke Hotel. Buku itu saya baca sampai tamat.Buku tersebut telah menarik hati saya. Seorang tabib ahli bedah berkebangsaanPerancis, yaitu Dr. Maurice Bucaille telah mengadakan studi perbandingan mengenaiBibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) dan Qur-an serta Sains modern. Akhirnyaia mendapat kesimpulan bahwa dalam Bibel terdapat kesalahan ilmiah dan sejarah,karena Bibel telah ditulis oleh manusia dan mengalami perubahan-perubahan yangdibuat oleh manusia. Mengenai Al Qur-an ia berpendapat bahwa sangat mengherankanbahwa suatu wahyu yang diturunkan 14 abad yang lalu, memuat soal-soal ilmiah yangbaru diketahui manusia pada abad XX atau abad XIX dan XVIII. Atas dasar itu, Dr.Maurice Bucaille berkesimpulan bahwa Al Qur-an adalah wahyu Ilahi yang murni danNabi Muhammad adalah Nabi terakhir.Setelah membaca buku tersebut, saya merasa bahwa saya harus menyampaikan isi bukutersebut kepada bangsa Indonesia, yang selalu menunjukkan perhatiannya kepada agama.Maka saya terjemahkan buku tersebut, dengan harapan mudah-mudahan isinya dapatdimanfaatkan oleh mereka yang mencari kebenaran dan mencari pegangan hidup,khususnya para cendekiawan yang tidak sempat mempelajari Islam dari sumber-sumberyang memuaskan.Saya panjatkan syukur kepada Allah s.w.t. yang telah memberi saya tenaga untuk

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->