Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kesehatan bank

kesehatan bank

Ratings: (0)|Views: 450|Likes:
Published by Michael Rice
cara baru menilai kesehatan bank
cara baru menilai kesehatan bank

More info:

Published by: Michael Rice on Dec 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/09/2013

pdf

text

original

 
Cara Baru Menilai Kesehatan Bank
OPINI | 28 May 2011 | 09:02 Dibaca:
4489
Komentar:
6
1 dari 1 Kompasianer menilaibermanfaatBI kembali membuat regulasi baru yang dapat dianggap sebagai tonggak sejarah pada tahapkonsolidasi perbankan di Indonesia. Bank pun kembali direpotkan untuk membuat
raport 
dengancara perhitungan terbaru yang mulai diberlakukan nanti per Januari 2012. Sesuai dengankerangka waktu yang tertuang dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API), tahun 2012 menjaditahun yang sangat penting untuk melihat target atau indikator perkembangan kinerja perbankannasional. Sayangnya,
raport 
bank tersebut hanya diketahui oleh Direksi, Komisaris, dan BI saja.Masyarakat pun hanya menduga-duga apakah sebuah bank itu penuh angka merah atau tidak dalam raport tersebut. Dengan demikian, masyarakat awam tidak akan pernah tahu kinerja bank sampai
daleman
-nya. Masyarakat hanya bisa merasakan kinerja bank dari kualitas layanan yangditerima, atau
 paling banter 
, menganggap sebuah bank dipersepsikan kurang baik jika bank tersebut sering didera kasus-kasus negatif yang mencuat di media masa.Pada tanggal 5 Januari 2011 Bank Indonesia telah mengeluarkan PBI nomor 13/1/PBI/2011tanggal 5 Januari 2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Tingkat KesehatanBank adalah hasil penilaian kondisi Bank yang dilakukan terhadap risiko dan kinerja Bank.Penilaian tingkat kesehatan bank umum tersebut menggantikan PBI sebelumnya Nomor No.6/10/PBI/2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum yang telah berlakuselama hampir tujuh tahun. Namun PBI terbaru tersebut baru berlaku efektif pada tanggal 1Januari 2012. Bank-bank di Indonesia diberikan waktu sekitar satu tahun untuk menggunakansistem penilaian yang baru. Secara umum PBI tersebut tidak berubah drastis seperti ketikapenilaian tingkat kesehatan bank umum tahun 2004 (yang lebih populer dengan CAMELS)menggantikan PBI sebelumnya (CAMEL).
Versi 2004
 Struktur atau komponen penilaian CAMELS tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia nomor6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 serta ketentuan pelaksanaannya sesuai Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004. CAMELS 2004 menggantikan tata caraperhitungan kesehatan bank sebelumnya yang diberlakukan pada tahun 2004 sesuai dengan PBINomor 6/10/PBI/2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dan SE No.6/ 23 /DPNP pada tanggal 31 Mei 2004. Semua komponen pada CAMELS 2004 lebih mengarahpada ukuran-ukuran kinerja perusahaan secara internal, mulai dari
 A
sset Quality
,
 M 
anagement 
,
 E
arning Power 
, dan
 L
iquidity
, serta
S
ensitivity to Market Risk 
. Sistem penilaian dengan 6 faktortersebut sering disebut dengan
CAMELS Rating System
.Jika dibandingkan dengan sistem penilaian kesehatan sebelumnya yaitu dengan metodaCAMEL- tanpa faktor S yaitu
Sensitivity to Market Risk 
- sistem yang akan berakhir pada tahun2011 ini memang lebih komprehensif, atau bisa diartikan lebih banyak komponen atau rasio-rasio yang dinilainya, termasuk penambahan komponen baru yaitu
Sensitivity to market risk 
.
 
Sebagai lembaga keuangan yang juga mengambil alih resiko dalam pengelolaan danamasyarakat, kepekaaan terhadap resiko pasar tidak bisa dipungkiri merupakan prinsip perbankanyang tidak bisa ditawar. Namun, Bank Indonesia akan lebih elok jika memperluas pengertiankepekaan tersebut dengan mendorong kepedulian bank terhadap pembangunan nasional yangterasa masih
megap-megap
, atau kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat yang telah relamenyimpan dananya di bank.Penilaian CAMELS tidak hanya bersifat kuantitatif saja, namun juga mempertimbangkan aspek kualitatif dalam bentuk 
expert judgment 
- baik dari penilai dari bank yang bersangkutan maupuandari pemeriksa di BI. Inilah perbedaan yang signifikan dari CAMELS dibandingkan CAMEL.Pada CAMEL, sebagian besar proses penilaian kesehatan bank menggunakan rumus-rumusmatematika dan sistem
scoring
dari hasil penilaiaj untuk setiap parameter, yaitu dengan skala 0sampai 100. Dan nilai akhir dari kesehatan bank pun akhirnya berupa angka yang selanjutnya
menentukan klasifikasi kesehatan bank yaitu “Sehat”, “Cukup Sehat”, “Kurang Sehat” dan“Tidak Sehat”. Sedangkan pada versi CAMELS menggunakan matriks pen
ilaian yang tidak 
hanya sekedar pendekatan kuantitatif saja. Hasil akhirnya pun adalah “Komposit 1″ yang identik “sangat baik” atau “sehat” sampai “Komposit 5″ yang bisa dikategorikan “buruk” atau “tidak sehat”.
 
Reinkarnasi CAMELS
 Penyempurnaan penilaian kesehatan bank dilatarbelakangi oleh Perubahan kompleksitas usahadan profil risiko, penerapan pengawasan secara konsolidasi, serta perubahan pendekatanpenilaian kondisi Bank yang diterapkan secara internasional mempengaruhi pendekatanpenilaian Tingkat Kesehatan Bank. Secara substantif memang ada beberapa perubahan faktor-faktor penilaian, namun dari sisi prinsip dan proses perhitungan tingkat kesehatan, PBI nomor13/1/PBI/2011 tersebut tidak jauh berbeda dengan PBI Nomor 6/10/PBI/2004 . Mari kita lihatsekilas perbandingan antara keduanya.Pertama, penilaian tetap bersifat
self-assessment 
oleh masing-masing bank yang dilakukansetiap semester, namun pihak BI akan melakukan pemeriksaan sebagai langkah validasi ataukonfirmasi terhadap penilaian yang dilakukan oleh pihak bank. Apabila terdapat perbedaan hasilpenilaian Tingkat Kesehatan Bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia dengan hasil
self assesment 
oleh pihak bank maka yang berlaku adalah hasil penilaian tingkat kesehatan bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Hasil
self-assessment 
tersebut wajib diketahui oleh Direksidan dilaporkan kepada Dewan Komisaris dan BI. BI secara eksplisit tidak mewajibkan hasilakhir penilaian kesehatan bank tersebut dipublikasikan secara detail kepada masyarakat.Masyarakat hanya bisa melihat posisi keuangan bank secara umum dan beberapa rasio keuangansaja, misalnya
Capital Adequacy Ratio
,
 Efisiensi Biaya
, dan Kualitas Aktiva Produktif. Jadi jangan harap hasil penilaian lengkap untuk setiap faktor dan komponen terungkap ke publik.Kedua,
skala atau predikat penilaian masih sama dengan sebelumnya yaitu “Peringkat 1″
 
sampai “Peringkat 5″ dimana urutan peringkat faktor yang lebih kecil mencerminkan kondisi
Bank yang lebih baik. Sedangkan hasil akhir penilaiannya disebut
Peringkat Komposit
yaituperingkat akhir hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank. Misalnya, Peringkat 1 mencerminkankondisi Bank yang secara umum sangat sehat sehingga dinilai sangat mampu menghadapi
 
pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya,sedangkan Peringkat 5 mencerminkan kondisi Bank yang secara umum tidak sehat sehinggadinilai tidak mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnisdan faktor eksternal lainnya. Pada penilaian sebelumnya berdasarkan PBI Nomor 6/10/PBI/2004,BI telah menyediakan kerangka kerja atau lembar kerja yang menjelaskan bagaimanamenghitung dan menilai setiap indikator. Panduan tersebut disajikan dalam bentuk matriks.Untuk PBI tahun 2011 ini, panduan dalam acuan matriks tersebut belum disediakan oleh Bank Indonesia.Ketiga, versi 2011 hanya pengelompokan dan pembobotan ulang terhadap faktor atau dimensipenilaian-yang dari segi cakupan relative tidak banyak berubah. PBI yang baru menggolongkanfaktor penilaian menjadi hanya empat faktor yaitu (1) Profil resiko atau
 risk profile
, (2)
Good Corporate Governance
(GCG), (3) Rentabilitas atau
 Earnings
, dan (4) Permodalan atau
Capital 
.Jadi PBI yang baru ini bisa disingkat- sekedar untuk memudahkan ingatan saja, menjadi
RGEC
.Profil resiko mencakup 8 jenis resiko yaitu (a) risiko kredit, (b) risiko pasar, (c) risiko likuiditas,(d) risiko operasional, (e) risiko hukum, (f) risiko stratejik, (g) risiko kepatuhan, dan (h) risikoreputasi. Jadi
kayaknya
, beberapa indikator pada CAMELS sebelumnya, ditataulang dandimasukkan ke faktor baru pada RGEC.Jika dipetakan secara lengkap, faktor kualitas asset (A), likuiditas (L), dan sensitivitas terhadapresiko pasar (S) pada pada Sistem CAMELS melebur ke dalam faktor profil resiko (R) padaSistem RGEC, sedangkan faktor rentabilitas (E) dan permodalan (C) tetap ada pada sistem yangbaru. Seolah-olah ada faktor baru yaitu
Good Corporate Governance
(G) yang menggantikanfaktor Manajemen (M) pada sistem lama. Namun jika dicermati, kepatuhan terhadap penerapanGCG sudah masuk pada faktor Manajemen (M) pada sistem CAMELS yaitu dimasukkan padakomponen manajemen umum. Dua komponen lainnya untuk faktor Manajemen pada sistemCAMELS- yaitu Penerapan Sistem Manajemen Resiko dan Kepatuhan Bank, sebagian besarindikatornya diperkirakan masuk ke profil resiko pada sistem RGEC. Akhirnya tinggal GCGyang tersisa dalam faktor Manajemen. Jadilah GCG sebagai faktor tersendiri dalam sistem yangbaru. Faktor GCG pada sistem baru pasti akan diperkaya terlebih dahulu oleh BI denganbeberapa model, prinsip atau praktek yang terbaru sesuai dengan perubahan atau perkembangankondisi dan situasi terkini. Sebenarnya BI sudah mengeluarkan PBI Nomor 8/4/PBI/2006 tentangPelaksanaan
Good Corporate Governance
Bagi Bank Umum, sebagaimana telah diubah menjadiPBI Nomor 8/14/PBI/2006, dengan teknis pelaksanaannya tercantum pada SE Nomor9/12/DPNP.Sekarang kita tunggu saja Surat Edaran BI yang akan menjelaskan teknis pelaksanaan atau tatacara perhitungan selengkapnya, terutama matrik penilaian dan lembar kerja perhitunganlengkapnya. SE tersebut diperkirakan akan keluar sebelum Juli karena Bank harus melakukan ujicoba sistem baru tersebut mulai Juli 2011.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->