• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
- Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
“Dan termasuk dari ayat-ayat Kami (yaitu) waktu tidur kalian di malam haridan waktu kalian mengusahakan (mencari) karunia (rizki)-Nya di siang hari.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekusaan-Nya bagi kaumyang mereka mau mendengar.”
(Ar Ruum: 23)
-
Allah Subhanahu wa Ta`ala juga berfirman:
“Dan Kami jadikan tidur kalian sebagai istirahat”
(An-Naba`: 9)
-
Berkata Al-Barra` bin Azib Radhiallahu ‘anhu: Bersabda RasulullahShallallahu alaihi wa sallam:
“Jika engkau mendatangi tempat tidurmu maka hendaklah berwudhusebagaimana wudhumu ketika hendak shalat, kemudian tidurlah di atas rusuk sebelahkanan kalian, kemudian berdoalah: ‘Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu dan akukembalikan urusan-urusanku kepada-Mu…al-hadits.”
1
Di antara adab-adab ketika hendak tidur yaitu:
1.
Menutup pintu dan mematikan api serta lampu sebelum tidur.
Diriwayatkan dari hadits Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu,Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
“Matikanlah lampu-lampu pada malam hari ketika engkau hendak tidur dantutuplah pintu-pintu,…
2
 Dan dalam satu riwayat:
“Tutuplah pintu-pintu danmatikanlah lampu-lampu, karena sesungguhnya al-fuwaisaqah – tikus- bisa jadi akanmneyenggol sumbu lampu yang masih menyala dan membakar rumah penghuninya.”
3
 
1
. HR. Al-Bukhari, no. 247 dan Muslim, no. 2710.
2
. HR. Al-Bukhari, no. 6292, Muslim, no. 6012, Ahmad, no. 13816, At-Tirmidzi,no. 1816, Abu Daud, no. 3731, dan Malik, no. 1767.
3
. Terdapat pada
Shahih Al-Bukhari
dalam
Kitab Al-Isti`dzan
no. hadits: 6259.
 
Dan diriwayatkan dari hadits Ibnu Umar radhiallahu anhu dari NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jangan biarkan api masih menyala dalamrumahmu ketika engkau beranjak tidur”
4
Dalam atsar sebelumnya telah disebutkan tentang perintah untukmematikan lampu serta api yang menyala dan menutup pintu. Kemudianapakah perintah tersebut sifatnya wajib atau sekedar sunnah atau sekedarpengarahan saja. Terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama dalam hal ini.Sebab perintah
 
mematikan api dan lampu tiada lain karena khawatir apiitu bisa menyebar dan akan dapat membakar penghuninya. Sebab ini dijelaskandalam sebuah hadits , dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telahbersabda:
“Karena bisa jadi al-fuwaisaqah – yaitu tikus - akan menyenggol sumbu lampuyang tetap menyala dan membakar rumahnya.”
Berkata Al-Qurthubi -rahimahullah-
 
: “Di dalam hadits-hadits ini bahwasalah seorang jika tidur di rumahnya sendirian dan terdapat api yang masihmenyala maka hendaklah ia mematikannya terlebih dahulu sebelum ia tidur,atau melakukan sesuatu yang memberi jaminan bahwa nyala api tidakmembakarnya, demikian juga apabila di rumah tersebut terdapat banyak orang,maka sebagian diantara mereka menjadi wajib untuk mematikan lampu tersebutketika hendak tidur, ataukah yang palingberhak untuk mematikannya adalahyang paling akhir tidur. Maka barang siapa yang lalai dalam perkara ini makadia telah menyelisihi sunnah dan bisa dianggap sebagai orang yang telahmeninggalkan sunnah.
5
Adapun tentang perintah menutup pintu-pintu sebelum tidur, makaterdapat dalam riwayat Muslim dari hadits Jabir Radhiallahu ‘anhu:
4
HR. Al-Bukhari, no. 6293, Muslim, no. 6293, Ahmad, no. 3501, At-Tirmidzi,no. 1813, Abu Daud no. 5246, dan Ibnu Majah, no. 3769.
5
. Fathul Bari (11/89).
 
“Dan tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah, karena sesungguhnyasyaithan tidak akan bisa membuka pintu yang telah tertutup.”
6
Berkata Ibnu Daqiiq Al-‘Ied –rahimahullah- : Perintah menutup pintu initerdapat maslahat baik secara sya`ri maupun secara duniawiyah di antaranyaadalah menjaga diri dan hartanya dari orang-orang yang berkelakuan buruk dandari pelaku kejahatan. Terlebih lagi dari gangguan syaithan. Adapun sabda NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Karena sesungguhnya syaithan tidak akan bisa membuka pintu yang telahtertutup.”
 Menyiratkan bahwa perintah untuk menutup pintu terdapat maslahatyaitu menjauhkan syaithan agar tidak bercampur baur dengan kaum manusia.Dan secara khusus adalah sebagai bentuk kehati-hatian karena takut terhadapapa-apa yang tidak tampak baginya, kecuali dari tuntuanan Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam ...
7
Masalah
: Jika api telah diamankan dan telah dilakukan segala sebab untukmenghindari agar tidak terjadi kebakaran. Maka apakah boleh dikatakan untukmeninggalkan api serta lampu-lampu tanpa mematikannya?
 Jawab
: Jika telah aman dari hal seperti itu…, maka tidak mengapa untuk tidakmematikannya. Karena sebab perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untukmematikan api serta lampu dalam hadits diatas karena al-fuwaisaqah – tikus –akan menyebabkan nyala api membakar rumah sipemilik, namun apabila sebabtersebut telah hilang maka larangan tersebut juga telah tertiadakan. Demikianyang dikatakan oleh Al-Imam An-Nawawi –rahimahullah-.
8
2.Berwudhu sebelum tidur
6
. Lihat pada jilid yang keenam (13/155) no. 2012.
7
. Fathul Bari (11/90).
8
.
Syarh Muslim.
Jilid 6 (13/156) no hadits. 2015.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...