• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Bab Adab-Adab Makan dan Minum
Allah ta’ala berfirman :“ Wahai para Rasul makanlah kalian dari makanan-makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal-amal yang shalih , sesungguhnya Aku mengetahuiapa yang kalian perbuatan “ (Al-Mukminun : 51 )Dan Allah ta’ala berfirman :“ Makan dan minumlah kalian dari rizki Allah dan janganlah kalianberlebihan dimuka bumi sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan “ – Surahal-Baqarah : 60 –Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :Wahai anak kecil, makanlah dengan menyebut Bismilah, makanlahdengan tangan kananmu dan makanlah yang terdekat denganmu “
1
Diantara adab-adab makan dan minum, sebagai berikut :1.Larangan Makan dan Minum pada bejana yang terbuat dari emas danperak.Ada beberapa hadits yang berisikan ancaman yang amat keras bagi seseorangyang makan di Bejana emas dan perak, ataukah makan dari piring yangterbuat dari emas dan perak. Dari Hudzaifah radhiallahu ‘anhu , beliauberkata : Saya telah mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“ Janganlah kalian mengenakan pakaian dari sutra, dan juga pakaianyang bercampur dengan sutra, dan janganlah kalian minum dari bejana yangterbuat dari emas dan perak, dan janganlah kalian makan dari piring yangterbuat dari emas dan perak. Karena sesungguhnya bejana dan piring sepertiitu bagi mereka – ahli kitab – didunia dan bagi kita di surga “
2
1
HR. Al-Bukhari ( 5376 ) dan ini merupakan lafazh Al-Bukhari, dan Muslim( 2022 ), Ahmad ( 1589 ), Abu Daud ( 3777 ), Ibnu Majah ( 3276 ), Malik( 1738 ) dan Ad-Darimi ( 2045 )
2
HR. Al-Bukhari ( 5426 ), Muslim ( 2067 ), Ahmad ( 22927 ), At-Tirmidzi( 1878 ), An-Nasa`I ( 5301 ), Abu Daud ( 3723, Ibnu Majah ( 3414 ) dan Ad-
 
Dari Ummu Salamah – istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam - mengatakan :Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“ Seseorang yang minum dari bejana perak, maka sesungguhnya akandituangkan ke dalam perutnya
3
 api neraka jahanam “
4
Para Ulama sepakat bahwa tidak diperbolehkan minum dari bejana tersebut
5
.Dan tidak ada satupun nash yang menerangkan sebab dari larangan ini. Danseorang muslim apabila telah mengetahui suatu dalil dari Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih tidak sepantasnya dia melanggarnya walau sekecilapapun juga. Dan tidak selayaknya berupaya untuk mentakwilkannyadengan tujuan mendapatkan pembolehan dalam pengerjaannya.Para Ulama telah mengupas hikmah yang terkandung di dalam larangan inidan mereka berbeda persepsi : Diantara hikmah larangan tersebut :Keserupaan dengan penguasa-penguasa yang angkuh dan raja-rajaasing,sikap berlebihan dan sombong, karena akan menyakiti hati orang-orang yang shalih dan kaum fakir miskin yang tidak mempunyai sesuatuuntuk memenuhi kebutuhan mereka itu. Sebagaimana hal tersebutdinyatakan oleh Ibnu Abdil Barr.
6
 
Faedah
: Al-Isma’ili mengatakan : Sabda beliau : “ Dan bagi kalian di akhirat[ pada riwayat lainnya ] : Maksudnya bahwa kalian akanmempergunakannya sebagai penyeimbang karena telah meninggalkannyadidunia. Dan mereka dilarang sebagai balasan bagi mereka karena telahberlaku maksiat dengan mempergunakannya - yaitu didunia, pen -.Saya ( Ibnu Hajar ) berkata : Dan ada kemungkinan bahwa hadits diatasmengisyaratkan bahwa siapa saja yang mempergunakan hal itu didunia
Darimi ( 2130 )
3
Makna al-jarjarah, di dalam Lisan Al-Arab adalah suara.
4
HR. Al-Bukhari ( 5634 ), Muslim ( 2065 ), Ahmad ( 26028 ), Ibnu Majah( 3431 ), Malik ( 1717 ) dan Ad-Darimi ( 2129 ).
5
Diantara yang mengutip adanya ijma’ ini Ibnu Abdil Barr didalam At-Tamhid( 16/ 104 ) dan Ibnu Al-Mundzir, lihat didalam Fathul Bari ( 10 / 97 ). Dan tidakdisangsikan bahwa makan serupa hukumnya dengan minum.
6
At-Tamhid ( 16 / 105 ) dan lihat pula Fathul Bari (10 / 97 )
 
maka dia tidak akan mempergunakannya di akhirat, sebagaimana yang telahterdahulu disebutkan pada pembahasan minum khamar.
7
 2.Larangan makan sambil bertelekan atau menelungkupkan wajahnya.Abu Juhaifah meriwayatkan , bahwa beliau berkata : “ Saya pernah beradadisisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka beliau bersabda kepadaseseorang yang berada disampingnya : Tidaklah sekali-kali saya makansambil bertelekan “
8
Ibnu Hajar mengatakan : Cara betelekan yang dilarang telah terjadiperbedaan pendapat, ada yang mengatakan : Dengan bersandar sewaktumakan dengan posisi apapun juga. Ada yang berpendapat : Duduk serongkesalah satu sisi tubuhnya . Ada yang berpendapat : Duduk denganmenopang kepada tangan kirinya diatas tanah …Beliau berkata : Ibnu Adiy meriwayatkan dengan sanad yang dha’if : “Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang bersandarkandengan tangan kirinya ketika makan “Malik berkata : “ Ini adalah salah satu bentuk bertelekan “Saya – Ibnu Hajar – berkata : “ Dan ini adalah isyarat dari Malik bahwamakruh setiap yang termasuk dalam bertelekan sewaktu makan, dan tidakmengkhususkannya dengan posisi tertentu …Ibnu Hajar mengatakan : Dan apabila hal ini suatu ketetapan bahwamakruh atau termasuk
khilaf aula
– menyalahi amalan yang utama - , makaposisi duduk yang sunnah disaat makan adalah dengan duduk berjingkatpada lutut dan menegakkan tumit, dengan melipat kaki kanan dan dudukdiatas kaki kiri “
9
7
Fathul Bari ( 10 / 98 )
8
HR. Al-Bukhari ( 5399 ), dan lafazh diatas adalh lafazh hadits Al-Bukhari,Ahmad ( 18279 ) , At-Tirmidzi ( 1830 ), Abu Daud ( 3769 ), Ibnu Majah ( 3262 )dan Ad-Darimi ( 2071 ).
9
Fathul Bari ( 9 / 452 ), Saya berkata : Posisi ini yaitu dengan menegakkankaki kanan dan duduk diatas kaki kiri, diriwayatkan oleh Abu Al-Hasan Al-Muqriy didalam Asy-Syamail dari hadits beliau – Abu Juhaifah - :” Apabila
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...