Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Biografi Tokoh Sosiologi Klasik

Biografi Tokoh Sosiologi Klasik

Ratings: (0)|Views: 55 |Likes:
Published by Iwan Sukma Nuricht

More info:

Published by: Iwan Sukma Nuricht on Dec 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2012

pdf

text

original

 
Editor : Iwan Sukma NurichtPENGANTAR
Studi Sosiologi sesungguhnya telah mulai sejak adanya August Comte yang telahmelahirkan gagasan yang biasa dikenal madzhab positivisme. August Comte mencetuskanistilah sosiologi ini dalam sebuah bukunya sebagai hasil karya yang terkenal dengan namaCours De Philosophie Positive jilid 4 guna menunjukan ilmu tentang kemasyarakatan sejaksaat itulah peggunaan istilah sosiologi tidak banyak berubah. August Comte sangatlahmenekankan sosiologi pada makna ilmiah. Menurut pandangan Comte dalam positivismenyadisiplin sosiologi terikat pad aide mendasar yang menyatakan bahwa seseorang harusmenggunakan metode-metode pengamatan yang dipakai oleh ilmu-ilmu alam untukmempelajari gejala-gejala sosial pada masyarakat. Kelak suatu hari tokh-tokoh sosiologi yangterkenal yang diakui sebagai bapak pendiri sosiologi sebagai disiplin akademik yakni EmileDurkheim, Max Weber, Geroge Simmel sepakat dengan pernyataan August Comte dengan
memberikan pernyataan bahwa “kita harus memperlakukan fakta
-fakta sosial sebagaimanakita memperlakukan benda-benda yang riil
”. Kendati kemudian para ahli sosiologi modern
tidak seluruhnya sepakat dan menganut pandangan-pandangan ini.Perkembangan sosiologi di dunia modern sejak akhir abad 19 mulai tumbuh danberkembang pesat seiring dengan berkembangnya derivasi disiplin ilmu sosiologi ini yangselanjutnya dalam sosiologi kontemporer, perspektif yang dipakai sedikit berbeda denganide-ide formatif dari tokoh-tokoh sosiologi modern dan formatif seperti Emille Durkheim,Max Weber, George Simmel sehingga tidak mengherankan jika pandangan-padangan merekaterdapat perbedaan yang menjadikan ilmu sosiologi begitu bervariasi dan cepat berkembang.
1. AUGUSTE COMTE (1798-1857)
 Auguste Comte seorang perancis, merupakan bapak sosiologi yang pertama memberinama pada ilmu tersebut (yaitu dari kata socius dan logos). Walaupun dia tidak menguraikansecara rinci masalah-masalah apa yang menjadi objek sosiologi, tetapi dia mempunyaianggapan bahwa sosiologi terdiri dari dua bagian pokok, yaitu social statistics dan socialdynamics. Konsepsi tersebut merupakan pembagian dari isi sosiologi yang sifatnya pokoksekali. Sebagai social statistics, sosiologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari
 
hubungan timbal balik antara lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sedangkan social dynamicsmeneropong bagaimana lembaga-lembaga tersebut berkembang dan mengalamiperkembangan sepanjang masa. Perkembangan tersebutpada hakikatnya melewati tiga tahap,sesuai tahap-tahap pemikiran manusia yaitu:a. Tahap teologis, ialah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda didunia inimempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh sesuatu kekuatan yang berada di atas manusia.Cara pemikiran tersebut tidak dapat dipakai dalam ilmu pengetahuan, karena ilmupengetahuan bertujuan untuk mencari sebab serta akibat dari gejala-gejala.b. Tahap metafisis, pada tahap ini manusia masih percaya bahwa gejala-gejala didunia inidisebabkan oleh kekuatan-kekuatan yang berada di atas manusia. Manusia belumberusaha untuk mencari sebab dan akibat gejala-gejala tersebut.c. Tahap positif, merupakan tahap dimana manusia telah sanggup untuk berfikir secarailmiyah. Pada tahap ini berkembanglah ilmu pengetahuan.Menurut Comte, masyarakat harus diteliti atas dasar fakta-fakta objektif dan dia jugamenekankan pentingnya penelitian-penelitian perbandingan antara pelbagai masyarakatyang berlainan.Hasil karya Auguste Comte yang terutama yaitu:- The scientific labors necessary for the reorganization of society (1822)- The positive philosophy (6 jilid 1830-1840)- Subjective synthesis (1820-1903)Refrensi:www.wikipedia.comBeilharz, Peter. 2002. Teori-Teori Sosial.Jogjakarta: pustaka pelajarSoekanto, Soejono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
 
 
2. EMILE DURKHEIM
 Biografi
Durkheim dilahirkan di Épinal, Prancis, yang terletak di Lorraine. Ia berasal darikeluarga Yahudi Prancis yang saleh - ayah dan kakeknya adalah Rabi. Meskipunkeputusannya untuk meniti karir yang lebih cenderung pada bidang intelektualitas seculardaripada religius. Hal tersebut menandakan bahwa ia lebih mengutamakan modernitasdibandingkan agama. Kebanyakan dari karyanya dimaksudkan untuk membuktikan bahwafenomena keagamaan berasal dari faktor-faktor sosial dan bukan ilahi. Namun demikian, latarbelakang Yahudinya membentuk sosiologinya - banyak mahasiswa dan rekan kerjanya adalahsesama Yahudi, dan seringkali masih berhubungan darah dengannya.Durkheim adalah mahasiswa yang cepat matang. Ia masuk ke École NormaleSupérieure pada 1879. Angkatannya adalah salah satu yang paling cemerlang pada abad ke-19 dan banyak teman sekelasnya, seperti Jean Jaurès dan Henri Bergson kemudian menjaditokoh besar dalam kehidupan intelektual Prancis. Di ENS Durkheim belajar di bawah Fustelde Coulanges, seorang pakar ilmu klasik, yang berpandangan ilmiah sosial. Pada saat yangsama, ia membaca karya-karya Auguste Comte dan Herbert Spencer. Jadi, Durkheim tertarikdengan pendekatan ilmiah terhadap masyarakat sejak awal kariernya. Ini adalah konflikpertama dari banyak konflik lainnya dengan sistem akademik Prancis, yang tidak mempunyaikurikulum ilmu sosial pada saat itu. Durkheim merasa ilmu-ilmu kemanusiaan tidak menarik.Ia lulus dengan peringkat kedua terakhir dalam angkatannya ketika ia menempuh ujianagrégation sebagai syarat untuk posisi mengajar dalam pengajaran umum dalam ilmu filsafatpada 1882. Dan ia mengajar filsafat di sejumlah Lyceebeberapa tahun kemudian.Seseorang yang berpandangan seperti Durkheim tidak mungkin memperolehpengangkatan akademik yang penting di Paris, dan karena itu setelah belajar sosiologi selamasetahun di Jerman, ia pergi ke Bordeaux pada 1887, yang saat itu baru saja membuka pusatpendidikan guru yang pertama di Prancis. Ia mengajar pedagogi dan ilmu-ilmu sosial (suatuposisi baru di Prancis) di fakultas sastra burdeaux. Dari posisi ini Durkheim memperbaruisistem sekolah Prancis dan memperkenalkan studi ilmu-ilmu sosial dalam kurikulumnya.Kembali, kecenderungannya untuk mereduksi moralitas dan agama ke dalam fakta sosialsemata-mata membuat ia banyak dikritik. Pada tahun yang sama ia menikah dengan LouiseDreyfus, yang mencurahkan masa hidup selanjutnya mmembantu kerja intelektual Durkheim,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->