Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Extract Temulawak Terhadap Pencegahan Karies

Extract Temulawak Terhadap Pencegahan Karies

Ratings: (0)|Views: 57 |Likes:
Published by Egi Utia Asih

More info:

Published by: Egi Utia Asih on Dec 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/31/2013

pdf

text

original

 
1
EXTRACT TEMULAWAK TERHADAPPENCEGAHAN KARIES
ROZALIA 04111004031PSKG UNSRI 2011
Abstract
This study evaluated the antibacterial effect of natural temulawak or
Curcuma xanthorriza
(Xan) extract on streptococus mutans by examine the bactericidalactivity ofacidogenesis and morphological alteration. Xan was obtained from theroot of a medical plant in Indonesia, which has shown selective antibacterial effecton Streptococus mutans. S.mutans biofilm were formed on slide glass over a 72hours period and treated with the following compounds for 5, 30, and 60 min:saline, 1% DMSO, 2 mg/ml chlorohexidine (CHX), and 0,1 mg/ml Xan. The Xangroup exposed for 5 and 30 minute showed significantly fewer colony formingunits ( CFU, 57.6 and 97.3% respetively) than those exposed to 1% DMSO, thenegative control group (p<0.05). These CFU were similar in number to thoseslides exposed to CHX, the positive control group . Xan showed similarbactericidal effect to that CHX but the dose of Xan was one twentieth that oCHX. In addition, the biofilms treated with Xan and CHX maintained a neutral phfor 4 h, which indicates that Xan and CHX inhibit acid production. Scanningeletron microscopy showed morphological changes in the cell wall and membraneof the Xan-treated biofilm; an uneven surface and a deformation in contour .Overall,natural Xan has strong bacterialcidal activity, inhibitory effects onacidogenesis, and alters the microstructure of S.mutans biofilm.In conclusion,Xan has potential in anti-S.mutans therapy for the prevention of dental caries.
 Keywords: antibacterial effects, biofilm, Curcuma xanthorriza, Streptococus mutans
 
2
PENDAHULUAN
Temulawak atau
Curcuma xanthorriza
merupakan salah satu daribeberapa macam obat-obatan herbal yang banyak digunakan di Indonesia. Banyak orang yang menggunakan akar temulawak yang dipercaya memiliki khasiatmengobati beberapa penyakit. Berdasarkan analisis kimia akar temulawak mengandung volatile oil ( zat-zat yang terkandung didalamnya sepertiphelandren, camphor, tumerol, sineol, borneol, and xanthorrizol) dancurcuminoid
4
. Beberapa penelitian menyebukan bahawa Xanthorrizol pada extrak temulawak memliki kemampuan antibacterial untuk menghambat pertumbuhanStreptococus mutans
4,5
. Streptococus mutans adalah mikroorganisme utama yangmenyebabkan kolonisasi pada pemukaan gigi selama proses pembentukan plak digigi
6,7
. Kemampuan streptococcus mutans hidup pada lingkungan pH asammemungkinkan bakteri ini untuk mensintesis glukosa dari ekstraseluler yangmenjadi faktor utama dalam pembentukan karies
6
. Ada berbagai macam zat kimiayang mengontrol pembentukan plak untuk menurunkan resiko karies. Diantaranyachlorohexidine (CHX) dan triclosan sebagai agen anti mikrobial yang mensintesiszat kimia tidak mengasilkan zat-zat perlindungan dalam rongga mulut
4
.Meskipun zat-zat ini memiliki karakteristik yang kuat dalam melawan bakterial,zat-zat ini memiliki efek samping yang lain seperti memberikan warna pada mulutdan gangguan bakteri di lingkungan mulut
4
. Oleh karena itu telah ditingkatkanpenelitian yang difokuskan pada zat-zat baru yang tidak mengandung efek samping selama penggunaan jangka panjang. Banyak penelitian yangmemusatkan pemberian ekstrak alami seperti teh hijau
6
.Xanthorrhizol adalah komponen utama dari temulawak yang memilikivariasi aktivitas farmakologis seperti anti-metastasis dan menghambat efek nephrotoxicity anti kanker, dan efek anti inflamatori.
4,5,6
Dalam penelitian ini juga dilaporkan bahwa aktivitas antibakteri dari temulawak dalam melawanbeberapa penyakit mulut dalam penelitian menggunakan model biofilm
8
. Plak pada gigi diwakili oleh biofilm. Oleh karena itu model biofilm haarus memiliki
 
3
bentuk yang mirip dengan lingkungan mulut sebenarnya untuk mengevaluasikarakteristik antibakterial dari material tersebut
8
. Penelitian sebelumnyamelaporkan bahwa konsentrasi CHX yang dibutuhkan untuk menghambatbiofilm sebanyak seratus kali lebih tinggi sel planktonis
1,2
. Oleh karena ituantibakterial pada temulawak harus dievaluasi menggunakan model biofilm yangpersis dengan lingkungan rongga mulut
8
. Sehingga efek anti bakteri alami daritemulawak terhadap Streptococus mutans biofilm terus dievaluasi melaluipemeriksaan aktivitas anti bakteri , acidogenesis, dan morfologi
1,2
 
Efek antibakterial dari temulawak (Curcuma Xanthorhizza)
Pada awalnya ditentukan bahwa Xan memiliki aktivitas bakterisida pada biofilmS. mutans. Kelompok yang diberikan perlakuan dengan 0,1 mg / ml Xan dan 2mg / ml CHX menunjukkan jumlah yang lebih rendah dari unit pembentukankoloni S. mutans (CFU) dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (P<0,05) (Tabel 1 dan Gambar. 1)
8
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->