Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEBIJAKAN, PENELITIAN DAN KONSEP KEHUTANAN BERBASIS ECOTOURISM

KEBIJAKAN, PENELITIAN DAN KONSEP KEHUTANAN BERBASIS ECOTOURISM

Ratings: (0)|Views: 160|Likes:
Published by miftahol
KEBIJAKAN, PENELITIAN DAN KONSEP KEHUTANAN BERBASIS ECOTOURISM
KEBIJAKAN, PENELITIAN DAN KONSEP KEHUTANAN BERBASIS ECOTOURISM

More info:

categoriesTypes, Research
Published by: miftahol on Dec 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/17/2013

pdf

text

original

 
 Disusun oleh:Tim FIELD Indonesiabersama Masyarakat yang teribat Program ALIVE
Masyarakat Pinggir HutanMerancang Desa Konservasi Sendiridengan MenyelaraskanKegiatan Ekonomi dan Konservasi
Meningkatkan
 
Ekonomi
 
dengan Melakukan
 
Konservasi
 
 
 
1
PENDAHULUAN
Kenapa orang-orang ini maumenyelamatkan orangutan, kenapatidak menyelamatkan kami? 
Nama saya Rohani, 40 Tahun. Suami saya bernama Pak Adlin. Kami menikah tahun 1985.Kami mempunyai 3 orang anak. Sebelum itu kami tinggal di Desa Bukit Lawang dipinggiran Sungai Bahorok di kawasan wisata Bukit Lawang. Kami mengusahakan gubuk-gubuk, menyewakan tikar dan ban untuk wisatawan. Penghasilan kami sangatmemuaskan, terutama pada Hari Minggu dan saat liburan. Saat itu jumlah wisatawansangat banyak. Pada saat pengunjung sedang ramai, dalam sehari kami bisamengumpulkan uang hingga Rp. 500.000,-. Sementara untuk kebutuhan rumah tanggadalam sebulan kami hanya sebesar Rp. 300.000,-. Pendek kata, dari usaha ini kami cukupmapan dan kami punya banyak tabungan dalam bentuk emas. Meskipun kehidupan kamibiasa-biasa saja, tetapi kami merasa sangat bahagia.Satu hal yang paling membekas dalam ingatanku adalah saat banjir bandang yang terjadidi malam Bulan Puasa tahun 2003. Banjir ini menyapu rumah dan seluruh harta bendayang bertahun-tahun kami kumpulkan. Semuanya musnah dalam 15 menit. Yang tersisahanya pakaian yang kami kenakan. Saat itu, Minggu, 2 Nopember 2003, sejak sore hujanderas yang turun di kawasan Pegunungan Bukit Barisan ini mendatangkan air bah yangmengakibatkan meluapnya Sungai Bahorok. Dalam sekejap, air bah dan kayu-kayu besaryang bercampur lumpur meluap dengan ketinggian 12 meter menyapu kawasan wisataBukit Lawang, Bahorok. Ratusan jiwa menjadi korban dan ratusan rumah dan pondok-pondok luluh-lantak. Kami tidak tahu apa penyebab banjir bandang itu. Apakah karenapenebangan liar atau karena tebing yang longsor yang menyebabkan bendungan jebol diatas sana. Tetapi apapun penyebabnya, masyarakat di sepanjang sungai inilah korbannya.Setelah bencana itu kami tinggal di Desa Timbang Jaya. Berbulan-bulan kami tidak punyapekerjaan. Suami saya yang dulu giat kemudian kehilangan semangat hidup. Kami hidupdengan mengandalkan bantuan yang tidak seberapa. Anak-anak kami saat itu bersekolahdi Bahorok. Mereka sering harus bergantian bersekolah karena kami tidak punya uanguntuk ongkos mereka. Sebagai orang tua kami sedih, malu, dan khawatir akan masa depananak-anak kami jika sampai putus sekolah.Kami kemudian menjual baju-baju
monja
-- istilah untuk pakaian bekas -- yang kamisimpan dari pemberian para dermawan sewaktu banjir bandang. Dengan dibungkus karung
 
 
2
goni, saya berjalan menjajakannya dari dusun ke dusun. Sebuah pekerjaan yang takpernah terpikirkan oleh saya. Alhamdulillah, dagangan saya laku dan anak saya tetap bisabersekolah. Sewaktu pakaian
monja
dari bantuan itu habis, seorang pedagang
monja
yangcukup mapan menawari saya untuk menjualkan
monja
nya. Saya boleh mengambil duludan seminggu sekali, setiap Jum’at, hasil penjualannya saya setorkan. Keuangannya untukmakan kami sekeluarga.Bulan Juli 2008, beberapa teman mengajak saya datang pada pertemuan yang dibuatprogram ALIVE. Itulah pertama sekali saya bertemu orang-orang dari program ALIVE.Dalam pertemuan itu seorang dari mereka menjelaskankan bahwa program ini datang kedesa untuk membantu masyarakat mengembangkan ekonomi dan konservasi habitatorangutan. Mendengar penjelasan awal itu, di kepala saya berkecamuk bermacampertanyaan, kenapa orang-orang ini mau menyelamatkan orangutan, kenapa tidakmenyelamatkan kami, padahal kami susah. Kenapa mereka malah mengajak kamimenyematkan orangutan, padahal untuk hidup saja kami sulit. Lebih lanjut diamenjelaskan kegiatan apa saja yang nantinya akan dilaksanakan dan manfaat apa yangakan diperoleh masyarakat jika mereka mau bersama-sama melakukan kegiatan itu.Dari 24 orang yang hadir dalam pertemuan itu, hanya 7 orang yang berminat untukmembentuk kelompok dan terlibat dalam kegiatan program ini. Lalu kami yang 7 orang itumencari teman lain lagi. Kami ajak warga lain bertemu dengan Pak Paijo untukmemperoleh penjelasan tentang
credit union
, tentang program ini, dan apa manfaat yangdiperoleh dengan mengikuti program ini. Akhirnya saya bersama 13 teman yang lainsepakat mendirikan kelompok
credit union
. Kelompok tersebut kami beri nama “BungaSeroja”. Sekarang kelompok kami sudah berjalan setahun. Bulan Agustus nanti kami akanmengadakan rapat akhir tahun. Dari kelompok ini saya sudah bisa meminjam uang untukmelakukan usaha. Salah satu usaha saya adalah membeli tikar untuk disewakan kepadawisatawan.Kelompok kami yang beranggotakan 30 orang juga melaksanakan kegiatan sekolahlapangan. Kelompok kami bergabung dengan kelompok
credit union
Jaya Maju yanganggotanya umumnya laki-laki. Awalnya, kegiatan sekolah lapangan seperti kegiatanmain-main. Pemandunya justru lebih banyak bertanya kepada kami. Kami dimintamenggambar peta desa kami, memotret, lalu diminta menjelaskan apa yang kami potretitu kepada peserta yang lain. Dari kegiatan yang awalnya terkesan main-main, ternyatakami bisa memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang banyak sekali. Karena seringberdiskusi, sekarang kami berani mengungkapkan pendapat di hadapan orang banyakmaupun pejabat sekalipun. Dari kegiatan SL kami juga memahami apa kecenderunganperubahan yang terjadi di desa kami. Kami juga mengenal apa saja potensi yang kamimiliki untuk membangun desa dan meningkatkan ekonomi sambil melestarikan lingkungandesa kami.Kami punya banyak rencana untuk membangun kesejahteraan ekonomi kami dan jugamelestarikan lingkungan desa kami. Dari semua rencana-rencana itu nantinya desa kamibisa menjadi desa wisata. Sekarang saya mendorong ibu-ibu yang lain di desa kami untukmembentuk kelompok
credit union
supaya mereka juga bisa memperoleh manfaat.Sekarang sudah ada satu kelompok baru yang terbentuk dengan anggota 20 orang. Sayaberharap semakin banyak warga yang ikut membentuk kelompok serupa dan ikut sertadalam kegiatan konservasi desa. Nantinya kami akan bekerja sama dengan TNGL untukmemperbanyak tanaman buah untuk pakan orangutan supaya mereka tidak menggangutanam buah masyarakat. Kami juga akan ikut aktif menjaga dan melestarikan hutan,menanam pohon di bantaran sungai, dan merawat sungai kami.Dari kegiatan sekolah lapangan saya faham bahwa segala sesuatu baik mahluk hidup,benda mati, tumbuhan, hewan, udara, maupun manusia itu saling berkaitan dan salingmempengaruhi. Sebagai seorang muslim saya juga meyakini bahwa segala kerusakan dimuka bumi ini terjadi karena ulah manusia. Manusia itu adalah mahluk terbaik ciptaan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->