Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aset Tetap

Aset Tetap

Ratings: (0)|Views: 32 |Likes:
Published by karanzia

More info:

Published by: karanzia on Dec 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

 
1 |Page 
BAB 1. PENDAHULUAN
 
Ruang lingkup pembahasan asset meliputi penyusutan, akumulasi, amortisasi,depresi dll. Beberapa istilah tersebut tidak dapat dipisahkan sampai kapanpun. Pembahasanasset dalam makalah ini lebih fokus pada asset tetap perusahaan yang selalu berhubungandengan akumulasi penyusutan. Dimana penyusutan merupakan hal yang perludipertimbangkan dalam menyusun laporan keuangan suatu perusahaan baik itu yangdiperuntukkan pihak manajemen maupun untuk eksternal dalam hal ini Direktorat JendralPajak
(fiskus)
sehingga penilaian pada asset tetap penting untuk diperhatikan. Perpajakandalam menyajikan laporan keuangan juga memiliki standar khusus dalam menilai asset padalaporan keuangan dengan perlakuan yang berbeda dengan pihak manajemen.Dinamika dunia perpajakan terus memicu perubahan UU Perpajakan khususnyadalam penilaian, pengklasifikasian, dan tarif pajak atas asset tetap suatu badan usaha(entitas). UU Perpajakan tahun 2008 nampaknya belum relevan dengan kondisi yang dialamidalam dunia perpajakan sehinggga diperbaharuilah dengan dirancangnya UU Perpajakanpada tahun 2009 untuk mengikuti perkembangan dan penyesuaian dengan kondisikehidupan masyarakat sekarang. Disamping itu, PSAK No. 17 2009 turut mengiringiperkembangan UU Perpajakan tentang asset tetap.Selain itu diperlukan juga tinjauan dan standar dalam bentuk regulasi yang jelas guna
menentukan jenis asset yang dapat dilakukan ‘penyesuaian’ berdasarkan
Peraturan MenteriKeuangan Republik Indonesia Nomor 248/PMK.03/2008 tentang amortisasi ataspengeluaran untuk memperoleh harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya untuk bidangusaha tertentu. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 96/PMK.03/2009tentang jenis-jenis harta yang termasuk dalam kelompok harta berwujud bukan bangunanuntuk keperluan penyusutan.
 
Demikian juga dengan pemajakan atas penghasilan aktiva dan Capital Gain dalamsaham yang berbentuk deviden, termasuk pendapatan bunga dari obligasi merupakanobjek pajak yang sangat strategis mengingat turn over di dalam bentuk sekuritas tersebutmembawa volume/muatan yang besar bagi perolehan pajak di Indonesia manakala insentif di dalam keduanya menjadi stimulant bagi dunia usaha.
 
2 |Page 
BAB 2. PEMBAHASAN ASSET TETAP
Pengertian Asset Tetap
 Dalam PSAK No. 16 terdapat pengertian bahwa yang dimaksudkan dengan assettetap adalah asset berwujud yang :1.
 
Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasauntuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif.2.
 
Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.Dengan istilah lain, asset tetap merupakan asset berwujud yang dimiliki olehperusahaan atau suatu entitas dengan umur manfaat lebih dari satu tahun untuk aktivitasoperasi. Berwujud dalam artian dapat berupa benda yang tampak oleh mata dan dapatdiraba oleh penggunanya
(user).
Aktivitas operasi, bahwa perusahaan menggunakan assettersebut dalam memproduksi dll. Untuk satu 1 periode, asset yang dimiliki dan digunakanoleh perusahaan memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun. Apabila semua hal diatasbelum terpenuhi, maka tidak dapat dikategorikan dengan asset tetap.
Pengakuan Asset
 Pengakuan asset tetap menurut PSAK No. 16 2009, yaitu biaya perolehan pada assettetap diakui apabila asset :1.
 
Besar kemungkinan manfaat ekonomis dimasa depan berkenan dengan assettersebut akan mengalir ke entitas.2.
 
Biaya perolehan asset tetap dapat dihitung secara handal.Dalam hal ini asset yang dimiliki oleh perusahaan diakui berdasarkan hargaperolehannya dengan tetap menilai umur ekonomis asset tersebut serta biaya-biaya yangterkandung di dalamnya. Artinya semua biaya yang bersangkutan dengan perolehan asset,maka harus dibebankan dalam kategori harga perolehan
(cost)
.
 
3 |Page 
Contoh Menghitung Asset
PT. Royal Erandi membeli sebuah bangunan di daerah Babakan Madang, Sentul Bogordengan harga Rp. 800.000.000,00; biaya balik nama Rp. 3.000.000,00; biaya administrasi dllRp. 5.000.000,00; dan PPN atas kepemilikan rumah Rp. 10.000.000,00;.Rincian:Harga Rumah Rp. 800.000.000,00Biaya balik nama Rp. 3.000.000,00Biaya Administrasi dll Rp. 5.000.000,00PPN 10% Rp. 10.000.000,00
Harga Perolehan Bangunan Rp. 818.000.000,00
 Dalam bahasa PSAK 16 mengatakan harga perolehan
(cost)
adalah jumlah kas atausetara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari imbalan lain diserahkan untuk memperolehsuatu asset pada saat perolehan atau kontruksi atau, jika diterapkan, jumlah yangdidistribusikan ke asset pada saat pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan tertentudalam PSAK lain. Dengan demikian pengakuan atas asset dalam perolehan denganmenggunakan biaya perolehan atau yang dikenal dengan
cost 
.
Perolehan Asset Tetap
 Menurut Waluyo, Dalam bukunya Akuntansi Pajak Jilid 3, pengakuan dalam perolehan assettetap ada beberapa cara, yaitu:
1.
 
Perolehan dengan penggabungan
Dalam memperoleh assetnya sebuah perusahaan melakukan transaksi dengan caramemberi satu asset yang di dalamnya terdapat beberapa asset. Contoh: PT. ParamaGaya membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 900.000.000,00; yang di dalamnyaterdapat sebuah rumah berarsitektur Mediteranian.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->