Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengelolaan Perubahan Organisasi

Pengelolaan Perubahan Organisasi

Ratings: (0)|Views: 8 |Likes:
Published by Gatot Santoso
Organisasi menghadapi banyak kekuatan untuk perubahan yang berbeda. Kekuatan - kekuatan ini berasal dari sumber eksternal di luar organisasi dan dari sumber internal. Kesadaran akan kekuatan – kekuatan ini dapat membantu para manajer untuk menentukan kapan mereka sebaiknya mempertimbangkan mengimplementasikan perubahan organisasi.
Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tak bisa dihindari, harus dihadapi. Maka diperlukan satu pengelolaan perubahan agar proses & dampak dari perubahan tersebut dapat di arahkan pada titik perubahan yang positif.

Organisasi menghadapi banyak kekuatan untuk perubahan yang berbeda. Kekuatan - kekuatan ini berasal dari sumber eksternal di luar organisasi dan dari sumber internal. Kesadaran akan kekuatan – kekuatan ini dapat membantu para manajer untuk menentukan kapan mereka sebaiknya mempertimbangkan mengimplementasikan perubahan organisasi.
Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tak bisa dihindari, harus dihadapi. Maka diperlukan satu pengelolaan perubahan agar proses & dampak dari perubahan tersebut dapat di arahkan pada titik perubahan yang positif.

More info:

Published by: Gatot Santoso on Dec 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2014

pdf

text

original

 
Pengelolaan Perubahan Organisasi
Oleh : Gatot Santoso,SHOrganisasi menghadapi banyak kekuatan untuk perubahan yang berbeda. Kekuatan - kekuatanini berasal dari sumber eksternal di luar organisasi dan dari sumber internal. Kesadaran akankekuatan
 – 
kekuatan ini dapat membantu para manajer untuk menentukan kapan merekasebaiknya mempertimbangkan mengimplementasikan perubahan organisasi.Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tak bisadihindari, harus dihadapi. Maka diperlukan satu pengelolaan perubahan agar proses & dampak dari perubahan tersebut dapat di arahkan pada titik perubahan yang positif.
Kekuatan- kekuatan untuk perubahan
1.
 
Kekuatan eksternalKekuatan eksternal untuk perubahan berasal dari luar perusahaan. Ada empat kekuatan eksternalkunci untuk perubahan: karakteristik demografi, kemajuan teknologi, perubahan pasar, sertatekanan sosial dan politik.Karakteristik demografi.Karekteristik demografi memberikan pembahasan terinci mengenai perubahan demografi yangterjadi pada angkatan kerja Amerika Serikat. Dua tren kunci yang diidentifikasikan dalampembahasan tersebut adalah:1. Tenaga kerja lebih beraneka ragam2. Ada kepentingan bisnis untuk mengelola keragaman secara efektif jika mereka inginmemperoleh kontribusi dan komitmen maksimum dari karyawan.Kemajuan teknologi.Baik perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa mengalami peningkatan dalampenggunaan teknologi sebagai suatu sarana untuk memperbaiki produktifitas dan daya saing dipasar. Perusahaan manufaktur, misalnya,telah mengotomatisasi operasinya dengan pengendalian
 
numerik yang terkomputerisasi menggunakan robot untuk digunakan sebagai operasipemotongan logam.Pengembangan dan penggunaan teknologi informasi mungkin merupakan salah satu kekuatanterbesar untuk perubahan. Organisasi harus beradaptasi untuk menggunakan teknologi informasiseperti bagaimana Southwest Airlines menggunakan internet untuk memperoleh pelanggan.Perubahan Pasar.Munculnya perubahan ekonomi global memaksa perusahaan untuk mengubah cara merekamelakukan bisnis. Misalnya banyak perusahaan Jepang yang harus menghentikan filosofi kerjaseumur hidup karena meningkatnya kompetisi internasional. Perusahaan perusahaan AS jugamembentuk hubungan kerjasama serta aliansi dengan pemasok dan pesaing potensial mereka.Contoh ini menekankan bahwa organisasi harus mempelajari bagaimana menciptakan hubungankerja sama yang saling menguntungkan dengan organisasi lain, jika organisasi tersebut tetapingin bertahan dalam restrukturisasi aliansi dan persekutuan yang mendunia.Tekanan sosial dan politik.Tekanan
 – 
tekanan ini diciptakan oleh peristiwa sosial dan politik misalnya, perusahaantembakau sedang mengalami banyak tekanan untuk mengubah cara mereka memasarkan produk ke Amerika Serikat. Tekanan ini dilaksanakan melalui badan legislatif yang mewakili populasiAmerika Serikat. Peristiwa peristiwa politik dapat menciptakan perubahan yang substansial.Meskipun sulit bagi organisasi untuk memprediksikan perubahan perubahan dalam kekuatanpolitik, banyak organisasi yang mempekerjakan para pelobi dan konsultan guna membantudalam mendeteksi dan menanggapi perubahan perubahan sosial dan politik.2.
 
Kekuatan- kekuatan internalKekuatan-kekuatan internal untuk perubahan berasal dari organisasi. Kekuatan-kekuatan ini
mungkin „halus‟, seperti rendahnya
kepuasan kerja atau dapat bermanivestasi dalam tanda tandaluar, seperti rendahnya produktifitas dan timbulnya konflik. Kekuatan-kekuatan internal untuk perubahan berasal dari masalah sumberdaya manusia maupun perilaku / keputusan manajerial.
 
 Masalah / prospek sumber daya manusia.Masalah masalah ini berasal dari persepsi karyawan mengenai bagaimana mereka diperlakukandi tempat kerja dan adanya kecocokan antara kebutuhan dan keinginan pribadi dan organisasi.Perilaku / keputusan manajerial.Adanya konflik yang berlebihan antara manajer dan bawahannya menandakan bahwa perubahandiperlukan. Baik manajer maupun karyawan membutuhkan pelatihan keterampilan interpersonal,atau kedua individu tersebut mungkin hanya perlu dipisahkan. Misalnya, salah satu pihak mungkin ditransfer ke departemen baru.
Jenis-jenis perubahan
Tipologi tiga cara yang berguna mengenai perubahan ini umum karena berkaitan dengan semua jenis perubahan termasuk perubahan administratif maupun perubahan teknologi. Tipologi untuk perubahan organisasional tersebut antara lain:1.
 
Perubahan adaptif, adalah yang paling rendah dalam hal kompleksitas, biaya, danketidakpastian. Perubahan ini meliputi penerapan kembali suatu perubahan di unitorganisasi yang sama di kemudian hari atau imitasi dari perubahan yang serupa pada unityang berbeda, contohnya suatu departement store mengandalkan dua belas jam kerjasehari selama minggu perhitungan persediaan tahunan. Departemen akuntansi daridepartemen store tersebut dapat meniru perubahan yang sama dalam jam kerja selamawaktu persiapan pajak.2.
 
Perubahan inovatif, yaitu perubahan yang terletak di tengah tengah dari kontinumkompleksitas, biaya, dan ketidakpastian. Suatu eksperimen dengan jadwal kerja fleksibeldi suatu perusahaan pergudangan bahan bahan pertanian memenuhi syarat sebagaiperubahan inovatif jika hal tersebut memerlukan perubahan sesuai dengan cara yang telahdigunakan oleh perusahaan perusahaan lain di industri tersebut. Ketidakbiasaan, dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->