Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DASAR-DASAR PERILAKU INDIVIDU

DASAR-DASAR PERILAKU INDIVIDU

Ratings: (0)|Views: 44 |Likes:
Published by Gatot Santoso
Gibson menyatakan bahwa : perilaku (behavior) adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh seseorang, seperti : berbicara, berjalan, berpikir atau mimpi siang hari atau tindakan dari suatu sikap (attitude). Perilaku seorang pekerja sangatlah komplek, karena dipengaruhi oleh berbagai variabel, baik yang bersifat individual maupun lingkungan.
Gibson menyatakan bahwa : perilaku (behavior) adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh seseorang, seperti : berbicara, berjalan, berpikir atau mimpi siang hari atau tindakan dari suatu sikap (attitude). Perilaku seorang pekerja sangatlah komplek, karena dipengaruhi oleh berbagai variabel, baik yang bersifat individual maupun lingkungan.

More info:

Published by: Gatot Santoso on Dec 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2013

pdf

text

original

 
TUGAS PERILAKU KEORGANISASIAN
DASAR-DASAR PERILAKU INDIVIDU
PendahuluanGibson menyatakan bahwa : perilaku (behavior) adalah segala sesuatu yangdilakukan oleh seseorang, seperti : berbicara, berjalan, berpikir atau mimpi siang hariatau tindakan dari suatu sikap (attitude). Perilaku seorang pekerja sangatlah komplek,karena dipengaruhi oleh berbagai variabel, baik yang bersifat individual maupunlingkungan.Apakah ada manajer dapat mengubah bentuk atau membangun kembali perilakukaryawannya? Hal ini merupakan topik yang banyak diperdebatkan oleh para pakarperilaku dan praktisi manajerial. Dalam hal ini banyak ahli yang setuju bahwa mengubahfaktor psikologis individual dapat dilakukan melalui diagnosis, kecakapan, kesabarandan pengertian dari para manajer, dan tidak ada kesepakatan umum bahwa manajerdapat mengubah kepribadian, tingkah laku, persepsi dan pola-pola belajar (Gibson).Prinsip-prinsip Dasar Untuk Memahami Perilaku IndividuSalah satu cara untuk memahami sifat manusia adalah dengan caramemahamiPrinsip-prinsip dasar yang merupakan bagian dari kondisi individu/manusiaitu sendiri.Prinsip-prinsip dasar untuk memahami perilaku individu, yaitu :1.Manusia berbeda perilakunya karena kemampuannya (faktor biografis dan ability).2.Manusia memiliki kebutuhan yang berbeda.3.Orang berpikir tentang masa depan dan membuat pilihan tentang bagaimanabertindak.4.Seseorang memahami lingkungannya dalam hubungannya dengan pengalaman masalalu dan kebutuhannya.5.Seseorang memiliki reaksi-reaksi senang atau tidak senang.6.Banyak faktor yang menentukan sikap dan perilaku seseorang.Teori Dasar Perilaku IndividuTeori dasar yang bersifat general (kerangka kerja umum) yang akandipergunakan dalam mengungkap berbagai faktor penyebab perilaku individual, adalahteori yang dikemukan oleh Kurt Lewin. Beliau mengemukan rumusan sebagai berikut :B = f (I , E).Artinya : perilaku (Behavior) individu adalah fungsi dari variabel Individu (I)dan lingkungan/Environment (E).Faktor-faktor Individual yang mendasari perilaku :1.Karakteristik Biografis2.Kemampuan
 
3.Persepsi4.Kepribadian5.Proses Belajar6.Sikap7.Motivasi
KARAKTERISTIK BIOGRAFIS
Adalah karakteristik pribadi yang meliputi : usia, jenis kelamin, statuspernikahan, tingkat pendidikan, masa kerja, dsb. yang mudah diperoleh dari rekamanpribadi dan cenderung bersifat obyektif .
1.
Usia
(akan berpengaruh terhadap produktivitas, loyalitas, dsb.)Hubungan kinerja dengan umur sangat erat kaitannya, alasannya adalahadanya keyakinan yang meluas bahwa kinerja merosot dengan meningkatnya usia.Pada karyawan yang berumur tua juga dianggap kurang luwes dan menolak teknologibaru. Namun di lain pihak ada sejumlah kualitas positif yang ada pada karyawan yanglebih tua, meliputi pengalaman, pertimbangan, etika kerja yang kuat, dan komitmenterhadap mutu (Stephen P Robbins, 2001:46).Karyawan yang lebih muda, cenderung mempunyai fisik yang kuat, sehinggadiharapkan dapat bekerja keras dan pada umumnya mereka belum berkeluarga ataubila sudah berkeluarga anaknya relatif masih sedikit. Tetapi karyawan yang lebihmuda umumnya kurang berdisiplin, kurang bertanggung jawab dan sering berpindah-pindah pekerjaan dibandingkan karyawan yang lebih tua (Alex S. Nitisemito,1992:57).Karyawan yang lebih tua, kecil kemungkinan akan berhenti karena masa kerjamereka yang lebih panjang cenderung memberikan kepada mereka tingkat upah yanglebih tinggi, liburan dengan upah yang lebih panjang, dan tunjangan pensiun yanglebih menarik. Kebanyakan studi juga menunjukkan suatu hubungan yang positif antara kepuasan kerja dengan umur, sekurangnya sampai umur 60 tahun. Kepuasankerja akan cenderung terus menerus meningkat pada para karyawan yangprofesional dengan bertambahnya umur mereka, sedangkan pada karyawan yangnonprofesional kepuasan itu merosot selama umur setengah baya dan kemudian naiklagi dalam tahun – tahun berikutnya (Stephen P Robbins, 2001:47).Pengaruh usia terhadap :
-
Usia terhadap tingkat pengunduran diri : Semakin tua maka tingkat pengundurandiri semakin rendah
-
Usia terhadap tingkat keabsenan : Semakin tua maka tingkat keabsenan akansemakin rendah, namun tidak selalu demikian, karyawan tua mempunyai tingkatkeabsenan lebih rendah dibanding yg muda, namun karyawan tua mempunyaitingkat kemangkiran yg lebih tinggi
 
-
Usia terhadap produktivitas : sebagian berasumsi bahwa semakin bertambahnyausia maka produktivitas akan menurun, namun kajian lain menyatakan bahwausia yang bertambah akan dikiuti oleh pengalaman yg tinggi, sehingga akanmenambah produktivitas kerja.
2.
 Jenis kelamin
(akan berpengaruh terhadap ketrampilan analitis, kepatuhan terhadapotoritas, ekspektasi/harapan, agresivitas, dsb.)Tidak ada perbedaan yang konsisten antara pria dan wanita dalamkemampuan memecahkan masalah, ketrampilan analisis, dorongan kompetitif,motivasi, sosiabilitas, atau kemampuan belajar. Namun studi-studi psikologi telahmenemukan bahwa wanita lebih bersedia untuk mematuhi wewenang, dan pria lebihagresif dan lebih besar kemungkinannya daripada wanita dalam memilikipengharapan untuk sukses. Bukti yang konsisten juga menyatakan bahwa wanitamempunyai tingkat kemangkiran yang lebih tinggi daripada pria (Stephen P Robbins,2001:48).Tetapi terdapat teori lain yang berpendapat bahwa perbedaan jenis kelaminberpengaruh terhadap tinggi rendahnya kepuasan kerja, teori ini diungkapkan olehGlenn, Taylor, dan Wlaver (1977) yang menyatakan bahwa ada perbedaan tingkatkepuasan kerja antara pria dengan wanita, dimana kebutuhan wanita untuk merasapuas dalam bekerja ternyata lebih rendah dibandingkan pria (Moh. As’ad, 1995:121).
3.
Status pernikahan
(berhubungan dengan tanggungjawab, kepuasan kerja , tingkatkehadiran, dsb.)Status pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorangwanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dankekal berdasarkan Ketuhanan YME (Lembaga Demografi FE UI, 2000:146).Berdasarkan pendapat Soerjono Soekanto dalam bukunya Kamus Sosiologimenyatakan bahwa kata perkawinan (marriage) adalah ikatan yang sah antaraseorang pria dan wanita yang menimbulkan hak-hak dan kewajiban-kewajiban antaramereka maupun keturunannya. Salah satu riset menunjukkan bahwa karyawan yangmenikah lebih sedikit absensinya, mengalami pergantian yang lebih rendah, dan lebihpuas dengan pekerjaan mereka daripada rekan sekerjanya yang bujangan.Pernikahan memaksakan peningkatan tanggung jawab yang dapat membuat suatupekerjaan yang tetap menjadi lebih berharga dan penting (Stephen P Robbins,2001:49).
4.Tingkat pendidikan
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan mempengaruhi polapikir yang nantinya berdampak pada tingkat kepuasan kerja (Robert kreitner, AngeloKinicki, 2003:277). Pendapat lain juga menyebutkan bahwa semakin tinggi tingkatpendidikan maka tuntutan tuntutan terhadap aspek aspek kepuasan kerja di

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->