Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAGAIMANA_MENGAJARKAN_PENDIDIKAN_LINGKUNGAN_HIDUP.pdf

BAGAIMANA_MENGAJARKAN_PENDIDIKAN_LINGKUNGAN_HIDUP.pdf

Ratings: (0)|Views: 70|Likes:

More info:

Published by: Tangguh Setia Ramadhan on Dec 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

 
Yusuf Hilmi Adisendjaja
 
BIO-UPI
BAGAIMANA MENGAJARKAN PENDIDIKAN LINGKUNGANHIDUP?
Pendahuluan
Kebijakan pemerintah dalam hal ini Pemerintahan Kota Bandung yangmenginstruksikan muatan lokal Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) bagi semuatingkatan sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung mulai tahun ajaran2006/2007 disambut gembira oleh semua kalangan. Kebijakan ini mulai tahun ajaran2007/2008 diikuti oleh sekolah-sekolah di Provinsi Jawa Barat. Penerapan mulok inidiharapkan dapat mengubah perilaku dan pola pandang masyarakat kea rah positif terkaitpersoalan lingkungan hidup. Tujuan utama program PLH adalah mengenalkan danmenumbuhkan kecintaan akan lingkungan sejak dini. Tentu saja program ini diadakankarena berbagai masalah lingkungan hidup.Masalah lingkungan hidup yang dihadapi masyarakat khususnya di kota besarseperti Bandung dan kota lainnya sudah menjadi masalah yang dihadapi sehari-hari. Halini memberi kesan bahwa masyarakat sudah tidak peduli lagi terhadap masalahlingkungan tersebut. Ketidakpedulian ini disebabkan oleh berbagai sebab, salah satunyaadalah kurangnya pendidikan. Oleh karena itu, penerapan mulok PLH diharapkan dapatmeningkatkan kepedulian masyarakat pendidikan khususnya dan pada gilirannyamasyarakat pada umumnya terhadap masalah lingkungan yang dihadapi, meningkatkanperan serta aktif masyarakat dalam menanggulangi masalah lingkungan hidup Hal initentu sasaran jangka panjang dan akan tercapai bila ada kesungguhan dalam pelaksanaanpembelajaran yang dilaksanakan dan dukungan penuh dari semua lapisan masyarakatdan pemerintah. Tanpa kesungguhan dan dukungan, tujuan mulok PLH tidak mungkindapat dicapai.Pendidikan Lingkungan Hidup sebenarnya sudah dilaksanakan sejak 25 tahunyang lalu dengan nama Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH)dengan cara mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain. Namun hasilnya tidak berhasil karena berbagai masalah diantaranya ketidaksiapan pemerintah dalammendukung program PKLH, ketidaksiapan guru dalam mengajarkan PKLH yang samadengan mengajarkan mata pelajaran lain, kekurangtepatan metode yang digunakan yangumumnya berupa ceramah.. Tentu belajar dari pengalaman, kegagalan atauketidakberhasilan ini jangan terulang lagi. Agar tidak terulang maka diperlukankesungguhan pemerintah dalam menunjang program mulok ini dengan mempersiapkan
 
Yusuf Hilmi Adisendjaja
 
BIO-UPI
gurunya melalui pelatihan. PLH memiliki karakteristik tersendiri sehingga gurunyapunharus disiapkan, demikian juga dengan segala perangkat dan fasilitas untuk melaksanakan program. Pada tulisan ini akan difokuskan kepada proses pembelajaranmulok PLH, berupa saran pembelajaran. Apakah pembelajaran yang sudah dilaksanakanselama ini sudah tepat dan efektif? Bagaimana sebaiknya mulok PLH dilaksanakan?
Pemecahan Masalah Lingkungan dengan Belajar dari Alam
Masalah dapat diartikan segala sesuatu yang merintangi atau menghalangikeinginan manusia. Masalah juga merupakan kesenjangan antara kenyataan dan harapanatau ekspektasi yang semestinya didapatkan. Masalah lingkungan adalah kondisi-kondisidalam lingkungan biofisik yang menghalangi pemuasan atau pemenuhan kebutuhanmanusia untuk kesehatan dan kebahagiaan (James & Stapp, 1974).Apa yang seharusnya kita lakukan untuk memecahkan masalah lingkungantersebut dan agar kita tetap dapat hidup selaras dengan alam? Untuk dapat memecahkanmasalah lingkungan, pada prinsipnya ada tiga langkah utama yang dapat ditempuh, yaitu:
 Pertama
 
menyadari adanya masalah. Sebenarnya setiap orang sudah tahu adanyamasalah lingkungan yang ada di sekelilingnya, lokal, regional, nasional bahkaninternasional tetapi semua kebingungan harus berbuat apa.
 Kedua
, adalah analisismasalah untuk mengidentifikasi akar penyebab (
root causes
) munculnya masalah. Akarpenyebab dari semua permasalahan lingkungan adalah: ledakan penduduk (overpopulation), konsumsi yang berlebihan (overconsumption), ketidakefisienan,prinsip linieritas, ketergantungan akan bahan bakar minyak, dan mentalitas untuk tetapmempertahankan kebiasaan.
 Ketiga
, mengembangkan strategi untuk mengoreksi masalahyang ada dan mencegah terjadinya lagi di masa yang akan datang.
Penanggulangan masalah lingkungan harus melalui pemecahan yangmenekankan
prinsip keberlanjutan
(
sustainable 
) yaitu dengan melakukan efisiensipenggunaan sumber daya alam dan menerapkan
prinsip etika lingkungan
. Hidupselaras dengan alam hanya akan dicapai jika setiap orang memahami prinsipkeberlanjutan dan melaksanakan etika lingkungan.Prinsip keberlanjutan memiliki implikasi kemampuan untuk mempertahankan.Dalam konteks ekologis, prinsip keberlanjutan berarti hidup sejalan dengan dayadukung biosfir. Daya dukung biosfir adalah kemampuan alam untuk menyediakanmakanan dan sumber daya lainnya serta mengasimilasikan sisa buangan seluruh
 
Yusuf Hilmi Adisendjaja
 
BIO-UPI
organisme yang hidup. Krisis lingkungan yang sekarang kita rasakan akibatnya adalahkarena kehidupan manusia sudah melebihi daya dukung lingkungan tempat kita hidup.Menurut Chiras (1993) prinsip keberlanjutan ini meliputi: konservasi (
conservation 
),pendaurulangan (
recycling 
), penggunaan sumber daya yang dapat dibarukan(
renewable resource use 
), pengendalian populasi (
population control 
) dan restorasi(
restoration 
). Prinsip keberlanjutan ini sebenarnya dapat kita pelajari dari alam secaralangsung yaitu pada ekosistem alam.Prinsip konservasi, ekosistem alam tetap ada karena organisme menggunakansumber daya secara efisien dan umumnya hanya menggunakan sumber daya yangdibutuhkan saja. Prinsip daur ulang, ekosistem tetap ada karena mendaur ulangnutriens, air, dan materi lain yang vital untuk kelangsungan hidup. Prinsip penggunaansumber daya yang dapat dibarukan, organisme hidup dengan hanya menggunakansumber yang dapat dibarukan dan hal ini penting untuk keberlanjutan ekosistem. Prinsippengendalian populasi, ekosistem mampu menahan organisme yang hidup di dalamnyakarena ada beberapa bentuk pengendalian populasi. Pengendalian populasi di alamdiantaranya diakibatkan oleh cuaca buruk, predasi, kompetisi, dan kekuatan alamlainnya. Ekosistem alam mampu bertahan karena adanya proses regenerasi melaluiproses suksesi. Alam memiliki kemampuan merestorasi sendiri sehingga mampumendukung kelangsungan hidup.Sebaliknya, manusia menggunakan sumber daya secara tidak efisien,membuang bahan buangan dan sampah, menggunakan sumber daya secara tidakterkendali dan menggunakan sumber daya yang tidak dapat dibarukan, pertambahanpenduduk yang tidak terkendali, dan manusia melakukan perusakan alam tanpamemperbaikinya. Untuk menangani masalah ini bukan hanya memberlakukan kebijakanpemerintah (misalnya hukum) tetapi yang lebih penting adalah pengubahan gaya hidupsetiap manusia. Sekali lagi karena masalah lingkungan adalah tanggung jawab semuamanusia yang hidup. Gaya hidup yang dapat memecahkan masalah adalah gaya hidupyang memegang prinsip keberlanjutan dan menerapkan etika lingkungan di dalamkehidupannya.Prinsip etika lingkungan (Chiras, 1993) adalah:
Pertama 
, bumi memilikipersediaan sumber daya alam yang terbatas dan harus digunakan oleh semuaorganisme.
Kedua 
, manusia merupakan bagian dari alam oleh karena itu harus tundukkepada hukum-hukum alam dan tidak kebal terhadap hukum alam tersebut. Manusiabukan merupakan puncak pencapaian alam tetapi merupakan anggota dari jaringankehidupan yang saling berhubungan sehingga harus patuh kepada hukum-hukum dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->