Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1901 Chapter III

1901 Chapter III

Ratings: (0)|Views: 127|Likes:
Published by Asma Una

More info:

Published by: Asma Una on Dec 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2014

pdf

text

original

 
 
Komparasi Campuran Laston AC – WC dengan BahanPengikat Aspal Shell 60/70 dan Aspal Pertamina 60/70 dengan Cara PRD
32
BAB IIIMETODOLOGI
3.1.
 
Bagan Alir
Gambar 3.1
 Bagan Alir FCR Dengan Cara PRD
MulaiPemeriksaan sifat – sifat material :1. Agregat Kasar, Agregat Halus,
Filler 
,2.Aspal : Pertamina (3 sampel),
Shell
(3 sampel)Kesesuaian mutu bahanDengan SpesifikasiGanti Bahan1. Analisa Gradasi agregat Campuran2. Pemilihan Aspal : Pertamina ;
Shell
Kesesuaian gradasi agregatcampuran dengan spesifikasi,diperoleh %CA, %FA, %FFDiulangMenghitung perkiraankadar aspal Optimum (Pb)
diperoleh Pb
Menghitung GmmPada PbPengujian
Marshall
I (2x75 blows)Bricket dengan variasi 3 kadar aspaldiatas Pb dan 2 kadar aspal dibawah Pb
diperoleh nilai stabilitas dan flowHitung VMA, VIM, VFA dll dangambar grafik 
Marshall
Tarik garis pada VIM = 6%
diperoleh Kadar Aspal Optimum(P
VIM
)Pengujian
Marshall
II (2x400 blows)Briket dengan variasi 1 kadar aspaldiatas PVIM dan 1 dibawah P
VIM
diperoleh VIM PRDGambar grafik 
Marshall
Hubungan kadar aspal Vs VIM PRDKadar aspal rencana harus pada VIM PRDMin. 3% untuk lalu lintas beratMin. 2% untuk lalu lintas sedangMin. 1% untuk lalu lintas ringanEvaluasi hasil Formula Campuran Rencana(FCR) & Evaluasi grafik, dibuat garis bilangan rentangKadar aspal terhadap parameter – parameter SpesifikasiKadar Aspal RencanaPerubahan Gradasi, :Menambah, mengurangi,Dan Atau menggantiAgregatKasar,Agregat Halus, Filler tidak tidak tidak yayaya
 
MulaiPemeriksaan sifat – sifat material :1. Agregat Kasar, Agregat Halus,
Filler 
,2.Aspal : Pertamina (3 sampel),
Shell
(3 sampel)Kesesuaian mutu bahanDengan SpesifikasiGanti Bahan1. Analisa Gradasi agregat Campuran2. Pemilihan Aspal : Pertamina ;
Shell
Kesesuaian gradasi agregatcampuran dengan spesifikasi,diperoleh %CA, %FA, %FFDiulangMenghitung perkiraankadar aspal Optimum (Pb)
diperoleh Pb
Menghitung GmmPada PbPengujian
Marshall
I (2x75 blows)Bricket dengan variasi 3 kadar aspaldiatas Pb dan 2 kadar aspal dibawah Pb
diperoleh nilai stabilitas dan flowHitung VMA, VIM, VFA dll dangambar grafik 
Marshall
Tarik garis pada VIM = 6%
diperoleh Kadar Aspal Optimum(P
VIM
)Pengujian
Marshall
II (2x400 blows)Briket dengan variasi 1 kadar aspaldiatas PVIM dan 1 dibawah P
VIM
diperoleh VIM PRDGambar grafik 
Marshall
Hubungan kadar aspal Vs VIM PRDKadar aspal rencana harus pada VIM PRDMin. 3% untuk lalu lintas beratMin. 2% untuk lalu lintas sedangMin. 1% untuk lalu lintas ringanEvaluasi hasil Formula Campuran Rencana(FCR) & Evaluasi grafik, dibuat garis bilangan rentangKadar aspal terhadap parameter – parameter SpesifikasiKadar Aspal RencanaPerubahan Gradasi, :Menambah, mengurangi,Dan Atau menggantiAgregatKasar,Agregat Halus, Filler tidak tidak tidak yayaya
32
 
 
Komparasi Campuran Laston AC – WC dengan BahanPengikat Aspal Shell 60/70 dan Aspal Pertamina 60/70 dengan Cara PRD
33
3.2.
 
Variabel Penelitian3.2.1.
 
Aspal
Shell 
60/70
Aspal
shell
adalah produk dari
shell olie
produksi Singapura, sekarang ini banyak digunakan di indonesia karena aspal
shell
mempunyai kelebihan titik lembeknya, yaitu 2 – 4 ºC lebih tinggi dari aspal Pertamina. Variabel ini akan diujimenggunakan standar bahan aspal.
3.2.2.
 
Aspal Pertamina 60/70
Aspal Pertamina adalah produk dari Pertamina, produksi dalam negeri.Variabel ini akan diuji menggunakan standar pemeriksaan bahan aspal seperti pemeriksaan aspal
Shell
60/70 diatas.
3.2.3.
 
Agregat Kasar
 
Tertahan #8 (2,36 mm).
 
 
Terdiri atas batu pecah atau kerikil pecah yang memenuhi persyaratan /spesifikasi.
 
Variabel ini akan diuji menggunakan standar pemeriksaan bahan agregatkasar.
3.2.4.
 
Agregat Halus
 
Lolos #8, tertahan #200 (0,075 mm).
 
Terdiri atas pasir alam dan abu batu yang memenuhi spesifikasi.Variabel ini akan diuji menggunakan standar pemeriksaan bahan agregathalus.
3.2.5.
 
 Filler
Fungsinya adalah sebagai pengisi rongga udara pada material sehinggamemperkaku lapisan aspal. Apabila campuran agregat kasar dan halus masih belummasuk dalam spesifikasi yang telah ditentukan, maka pada campuran Laston perluditambah dengan
 filler 
. Sebagai
 filler 
dapat digunakan debu batu kapur, debu
 
 
Komparasi Campuran Laston AC – WC dengan BahanPengikat Aspal Shell 60/70 dan Aspal Pertamina 60/70 dengan Cara PRD
34
dolomite
atau semen
Portland 
.
Filler 
yang baik adalah yang tidak tercampur dengankotoran atau bahan lain yang tidak dikehendaki dan dalam keadaan kering (kadar air maks. 1 %).
 
Lolos #200 (0,075 mm).
 
Terdiri atas semen
PC 
, debu batu kapur, abu terbang.
3.2.6.
 
Campuran Aspal Panas
Untuk campuran aspal panas dengan metode
PRD
, yang pertama dilakukansetelah memperoleh gradasi agregat yang diperkirakan cocok adalah menghitung perkiraan awal kadar aspal rancangan (Pb) dengan menggunakan rumus,
Pb = 0,035(%CA) + 0,045 (%FA) + 0,18 (%FF) + Konstanta.
Buatlah benda uji dengan kadar aspal yang dibulatkan mendekati 0,5 %, dengan tiga kadar aspal diatas Pb dan 2kadar aspal dibawah Pb. (Contoh, bilamana rumus memberikan nilai 5,7 %,dibulatkan 5,5 %, buatlah benda uji dengan kadar aspal 5,5 %, dengan tiga kadar aspal di atas adalah 6,0 %; 6,5 % dan 7,0 % serta dua kadar aspal di bawah adalah 4,5% dan 5,0 %). Ukurlah berat isi benda uji, stabilitas
 Marshall
, kelelehan. Ukur atauhitunglah kepadatan benda uji pada rongga udara nol (Gmm) pada kadar aspal Pb.Hitunglah rongga dalam agregat (
VMA
), rongga terisi aspal (
VFB
), dan ronggadalam campuran (
VIM 
). Dari perhitungan dan analisa diatas maka akan didapat kadar aspal untuk 
PRD
, yaitu pada
VIM 
= 6,0 % akan didapat kadar aspal P
VIM 
. Buatlah benda uji tambahan dan dipadatkan sampai membal
(refusal)
dengan 1 kadar aspal diatas dan di bawah P
VIM 
. Ukur berat isi benda uji dan atau hitung kepadatannya.Masukkan ke lembar 
 Marshall
, diperoleh
VIM 
 
PRD
dan gambar grafik 
 Marshall
;hubungan kadar aspal Vs
VIM 
 
PRD
. Kadar aspal rencana harus pada
VIM 
 
PRD
 minimal 3 % untuk lalu lintas berat, 2 % untuk lalu lintas sedang dan 1 % untuk lalulintas ringan.
 
Semua pengujian agregat kasar, agregat halus dan aspal serta campuran aspalakan dilaksanakan di Laboratorium Transportasi Jurusan Teknik Sipil UniversitasDiponegoro Semarang.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->