Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
131Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Produktivitas Minyak Nilam

Produktivitas Minyak Nilam

Ratings:

4.83

(24)
|Views: 54,542|Likes:
Published by Kang Tris
Tanaman nilam (Pogostemon cablin
Benth) telah dibudidayakan di Indonesia
ratusan tahun dan telah dikenal di pasaran
dunia sejak 65 tahun yang lalu. Walaupun
sudah lama diusahakan, namun sampai
sekarang budidaya nilam masih berbentuk
budidaya berpindah-pindah. Budidaya
berpindah-pindah ini tidak memerlukan
pemupukan karena pada tanah bukaan baru
ketersediaan hara, bahan organik dan mineral
masih cukup, sehingga biayanya dianggap lebih
murah.
Tanaman nilam (Pogostemon cablin
Benth) telah dibudidayakan di Indonesia
ratusan tahun dan telah dikenal di pasaran
dunia sejak 65 tahun yang lalu. Walaupun
sudah lama diusahakan, namun sampai
sekarang budidaya nilam masih berbentuk
budidaya berpindah-pindah. Budidaya
berpindah-pindah ini tidak memerlukan
pemupukan karena pada tanah bukaan baru
ketersediaan hara, bahan organik dan mineral
masih cukup, sehingga biayanya dianggap lebih
murah.

More info:

Published by: Kang Tris on Jan 21, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/21/2013

pdf

text

original

 
Perkembangan Teknologi TRO VOL. XVI, No. 2, 2004
 52
POLA BUDIDAYA UNTUK PENINGKATANPRODUKTIFITAS DAN MUTU MINYAK NILAM(
 Pogostemon cablin Benth
)
Emmyzar dan Yulius Ferry
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
ABSTRAK
Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) telah dibudidayakan di Indonesiaratusan tahun dan telah dikenal di pasarandunia sejak 65 tahun yang lalu. Walaupunsudah lama diusahakan, namun sampaisekarang budidaya nilam masih berbentuk budidaya berpindah-pindah. Budidayaberpindah-pindah ini tidak memerlukan pemupukan karena pada tanah bukaan baruketersediaan hara, bahan organik dan mineralmasih cukup, sehingga biayanya dianggap lebihmurah. Tetapi membiarkan pola pengembangan tanaman nilam secaraberpindah-pindah, menyebabkan budidayatanaman nilam mempunyai andil dalammemacu kerusakan lingkungan. Oleh sebab itudalam pengembangan nilam dimasa datangtantangan yang harus dihadapi adalah upayamengubah sistem perladangan berpindah- pindah menjadi sistem budidaya menetap danberkesinambungan. Teknologi untuk itu sudahtersedia seperti teknolgi mempertahankankesuburan tanah dan sebagainya, sehinggamemungkinkan tanaman nilam ditanam dalamsatu siklus pertanaman selama tiga tahun,kemudian tanaman gilir dan siklus selanjutnya pada tahun ke lima. Tulisan ini mencobamenguraikan beberapa aspek teknologi yangdapat dilaksanakan dengan baik sehinggatanaman nilam dapat dibudidayakan secaramenetap, berkesinambungan dan menguntung-kan.
PENDAHULUAN
Tanaman nilam (
Pogostemoncablin Benth
) merupakan salah satutanaman penghasil minyak atsiri yangcukup penting, dikenal dengan nama
Patchouly Oil
. Minyak nilam bersamadengan 14 jenis minyak atsiri lainnyaadalah komoditi ekspor menghasilkandevisa. Minyak nilam Indonesia sudahdikenal dunia sejak 65 tahun yang lalu,volume ekspor minyak atsiri selalumengalami peningkatan, tahun 2001mencapai 5.080 ton dengan nilai US $52,97 juta atau 4,4% nilai perdaganganminyak atsiri dunia, Indonesia pemasok utama minyak nilam dunia (90%).Sementara kebutuhan dunia berkisar1.200 ton/tahun dengan pertumbuhansebesar 5%. Sebagai komoditi ekspor,minyak nilam mempunyai prospek yang cukup baik, karena permintaanakan minyak nilam sebagai bahan bakuindustri parfum, kosmetik, sabun, danlainnya akan terus meningkat. Fungsiminyak nilam dalam industri parfumadalah untuk mengfiksasi bahanpewangi dan mencegah penguapansehingga wangi tidak cepat hilang, sertamembentuk bau yang khas dalam suatucampuran (Ketaren, 1985), hal inimenyebabkan minyak nilam mutlak diperlukan dalam industri parfum.Walaupun tanaman nilam sudahlama diperdagangkan dan merupakansumber mata pencaharian petani nilam,namun sampai sekarang budidayanilam masih berbentuk perladangan
 
Perkembangan Teknologi TRO VOL. XVI, No. 2, 2004
 53
berpindah-pindah. Dengan polabudidaya berpindah-pindah ini biayapemeliharaan lebih murah karena tanpapemupukan dan produksinya lebihstabil. Pada tanah bukaan barumemiliki ketersediaan hara, bahanorganik dan meneral yang cukup.Tetapi membiarkan pola pengem-bangan tanaman nilam secaraberpindah-pindah ini, akanmengakibatkan petani selalu membukahutan untuk perladangan baru yangakhirnya menyebabkan kerusakanlingkungan. Sebagai gambaranperkembangan perluasan tanamannilam di Indonesia rata-rata mencapai150 ha per tahun, ini berarti terjadikerusakan lingkungan seluas tersebutdiatas setiap tahun oleh penanam nilamsaja. Selain itu akibat kebiasaan ladangberpindah-pindah, petani tidak akanpernah berfikir untuk memiliki alatpenyulingan sendiri, karena dalampenyulingan memerlukan sumber airyang baik dan kontinu. Sementara itu,melihat fluktuasi harga minyak nilamdan ternanya yang sangat besar,menyebabkan pendapatan petani yanghanya menjual bahan berangkasan akanrendah sekali, pendapatan petani akandapat ditingkatkan kalau menjualdalam bentuk minyak nilam hasilsuling, baik secara perorangan maupunberkelompok.Di daerah pengembangan sepertidi Majalengka Jawa Barat, Jawa Timur,dan Kalimantan Tengah petani telahmelakukan budidaya tanaman nilamsecara menetap artinya petani tidak melakukan bukaan lahan baru untuk menaman nilam, tetapi telah menanamnilam di satu lahan secara bergilir danmenetap, namun mutu nilam yangdihasilkan masih rendah seperti PA(Patchouly Alkohal) yang hanyamencapai 30 sementara di daerahasalnya dapat mencapai 42.Oleh sebab itu tantangan yangdihadapi dalam budidaya nilam adalahupaya mengubah pola berladangberpindah menjadi pola budidayamenetap dengan mutu minyak yangtinggi. Teknologi untuk menunjangpola budidaya nilam secara menetapsudah tersedia, perinsipnya adalahmengkondisikan lahan pertanamannilam sama dengan lahan bukaan baru(virgin soil), mempertahankankesuburan tanah, menanam nilam didaerah yang sangat sesuai dan sesuai,bahan tanaman yang baik, danperbaikan teknik budidaya serta pascapanen (pengolahan).Tulisan ini menguraikanbeberapa aspek yang mendukungpengembangan tanaman nilam secaramenetap dan berwawasan agribisnis,sehingga dapat menahan lajunyapembukaan hutan, meningkatkanpendapatan petani nilam, danmeningkatkan produktifitas dankualitas minyak nilam Indonesia.
BUDIDAYA TANAMAN NILAMSECARA MENETAPKetersediaan teknologi
 Kesesuaian lahan dan iklim
Tanaman nilam dapat tumbuh,pada ketinggian 0 – 1.500 meter di ataspermukaan laut, dengan curah hujan2.500 – 3.000 mm per tahun dengan
 
Perkembangan Teknologi TRO VOL. XVI, No. 2, 2004
 54
penyebaran merata sepanjang tahun.Suhu udara antara 24 – 28
o
C denganlengas nisbi yang tinggi di atas 75%(Tasma dan Hamid, 1990. Werkhoven
dalam
Tasma dan Hamid, 1990)menyatakan nilam dapat diusahakanpada daerah bercurah hujan rendah(1.750 – 2.000 mm/tahun) denganpemberian naungan dan mulsa.Membudidayakan nilam tidaklah sulit,tanaman nilam bisa dikembangkan dilahan apa saja, seperti pekarangan,sawah, kebun, dan tegalan. Namununtuk mendapatkan produktifitas yangtinggi, tanaman nilam memerlukanlapisan tanah yang dalam, subur, kayahumus, berstruktur gembur, dandrainase yang baik. Tanaman nilamyang diusahakan di dataran rendahmempunyai kandungan minyak lebihtinggi dari pada di dataran tinggi,sebaliknya mengandung “patchoullyalkohol” yang rendah. Tanah dengankandungan bahan organik yang tinggidapat memberikan hasil yang lebihbaik, sedangkan yang tergenang air,atau air tanah yang dangkal,kelembaban yang tinggi, mendorongpenyakit baik cendawan
 phytophtora
sp maupun bakteri menyerang tanamannilam, untuk itu diperlukan parit-paritdrainase. Tanaman nilam responterhadap naungan, nilam yang ditanamdi bawah naungan mempunyai daunlebih lebar dan tipis dengan warnakehijauan, tetapi mempunyai rendemenminyak yang rendah, sebaliknya yangditanam dilahan terbuka, pertumbuhantanaman kurang rimbun dengan habitusyang lebih kecil, daun lebih tebal, danberwarna kekuning-kuningan sedikitmerah, namun mempunyai rendemenminyak yang tinggi (Mansur danTasma 1987). Mengenal kebutuhanoptimal tanaman terhadap kondisi iklimdan lahan adalah langkah awal untuk pengembangkan tanaman secaraprofesional. Rosman
et al.,
(1998),telah mengkarakterisasi berbagaikondisi iklim dan lahan, untuk tanamannilam dalam bentuk kesesuaian lahandan iklim. Kesuaian lahan dan iklimyang sangat sesuai adalah sebagaiberikut : Ketinggian 100 – 400 dpl, jenis tanah andosol dan latosol,drainase baik, tekstur lempung,kedalam air tanah > 100 m, pH 5,5 -7, C-Organik 2 - 3%, P
2
O
5
16 - 25ppm, K
2
O > 1,0 me/100mg, KTK > 17me/100mg, curah hujan 2.300 – 3.000mm/thn, hari hujan 120 – 180 hari pertahun, bulan basah > 9 bulan,kelembaban 70 - 90% dan temperatur26
o
C. Menanam tanaman nilam padadaerah yang sangat sesuai akanmegurangi biaya usahatani, sehinggapendapatan petani menjadi lebih baik.
 Bahan tanaman
Tanaman nilam merupakanpenghasil minyak atsiri, yang lebihmengutamakan mutu daripadakuantitas produksi. Untuk tanamanyang demikian, peran mutu genetik lebih dominan dari pada mutu fisiologisdalam menunjang nilai hasil produksi.Tanaman nilam umumnya dikembang-kan secara vegetatif, yaitu denganmempergunakan potong-potongancabang. Bibit yang baik untuk ditanamharus berasal dari induk yang sehat,berasal dari bahan tanaman jenisunggul dan dijamin terbebas dari

Activity (131)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
gimelliya_s liked this
Amin Atjeh liked this
Dedison Gasni liked this
Ririez Erma liked this
Vhera Enjelina liked this
Harum Bayu liked this
Hasan Gue liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->