Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Isi Makalah Pengemb Kuri Sistemik

Isi Makalah Pengemb Kuri Sistemik

Ratings: (0)|Views: 171|Likes:
Published by arriews

More info:

Published by: arriews on Dec 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/25/2013

pdf

text

original

 
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN KEJURUAN DENGANMODEL SISTEMIK(Studi Pada Sekolah Menengah Kejuruan Kompetensi Keahlian TeknikKendaraan Ringan)ABSTRAK
Makalah ini secara khusus mengkaji permasalahan pokok bagaimanamenghasilkan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kebutuhandunia kerja. Pengembangan desain kurikulum menggunakan
 frame work 
 sistemik,
comprehensive
,
intercorrelation
,
observable
dan
measureable
.Kurikulum Pendidikan Kejuruan di spesifikan pada kurikulum SMK programproduktif Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan dengan menerapkanmodel kurikulum sistemik dari Romiszowski melalui 14 langkah penyusunankurikulum. Hasil kajian menggambarkan sosok desain kurikulum yangmengedepankan logika menstrukturkan peta kompetensi pada struktur pekerjaan.Struktur isi kurikulum dikelompokkan pada jenis pekerjaan melalui penawaranpaket-paket pembelajaran, sehingga pada pengembangannya dapat melayaniwarga masyarakat yang berminat mempelajari materi Kompetensi KeahlianTeknik Kendaraan Ringan secara parsial (non-reguler). Keunggulan desainkurikulum yang dihasilkan terletak pada proses pengembangannya yangdilakukan secara logik dan komprehensif, kompetensi disusun berdasarkan jenispekerjaan, sedangkan keterbatasannya disebabkan faktor adalah adanyakesulitan untuk melibatkan DU/DI karena jadwal kerja yang padat, timpengembang kurikulum di sekolah yang kurang menguasai materi, bersifat pasif,dan membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang besar.Kata Kunci : Kurikulum SMK Program Produktif, Kurikulum Sistemik 
 
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN KEJURUAN DENGANMODEL SISTEMIK(Studi Pada Sekolah Menengah Kejuruan Kompetensi Keahlian TeknikKendaraan Ringan)1. PENDAHULUAN
Upaya untuk menghasilkan lulusan pendidikan kejuruan dalam hal iniSMK yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja, perlu didukung dengankurikulum yang dirancang dan dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhandunia kerja. Banyaknya kritikan terhadap mutu lulusan SMK menandakanstrategisnya posisi kurikulum agar relevan dengan dunia kerja, seperti yangdikemukakan Soemardi (1991), Harjoko (1994), dan Karl Frey (1992) dalamBukit (1997:6-9), menyatakan bahwa saat ini: (1). tamatan SMK kurangmenguasai pekerjaan praktik lapangan, (2). sikap sebagai teknisi perludikembangkan meliputi disiplin, ketekunan, kesungguhan, dan kecermatan, (3)kurangnya guru yang memiliki pengalaman industri, (4) lemahnya sumber dayafisik seperti; mesin, alat dan bahan, serta kekurangan dana operasional buatpenyelenggaraan praktik yang efektif, dan (5) masih lemahnya hubungansinergis antara pendidikan kejuruan dengan dunia kerja. Permasalahan ini jugaditemukan oleh
Djohar A. (2003) bahwa “peta kompetensi SMK tidak luwes
terhadap perubahan, memiliki keterampilan tunggal yang cepat usang, dan tidak 
mampu mengembangkan dirinya”. Dalam rangka mengantisipasi masalah
tersebut maka perlu dikembangkan program diklat yang cocok diterapkan diSMK untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan kompetensi kejuruan yangrelevan dengan tuntutan pembangunan, masyarakat, dan DU/DI.Kurikulum SMK memuat tiga bagian kurikulum yaitu kurikulumprogram normatif, adaptif, dan produktif. Hubungan ketiga bagian tersebut,dapat digambarkan bahwa, Inti (
core
) struktur kurikulum SMK terletak padaprogram produktif, kemudian program adaptif dan normatif mengitari disekeliling
core
untuk memberikan dukungan dan penyesuaian.Isi kurikulum perlu dirancang dengan tujuan memberikan pengalamanbelajar kepada siswa untuk dapat mengembangkan seluruh potensinya secara
 
tuntas melalui proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik.
Hadiwaratama (1981:9) menyatakan bahwa: “Tingkat pendidikan formal siswa,
akan memberikan dasar kemampuan menguasai suatu bidang pekerjaan, maka jenjang pendidikan mencerminkan batas kualifikasi seseorang untuk menduduki
suatu jenjang pekerjaan”. Jabatan sebagai juru teknik/mekanik yang akan
disandang oleh lulusan perlu dipersiapkan oleh SMK.Fakta lain menggambarkan bahwa kurikulum disusun (KTSP)menggunakan acuan dari kurikulum SMK tahun-tahun sebelumnya., dan ada juga yang menggunakan acuan dari kurikulum diklat lembaga training industri dibawah bimbingan dinas pendidikan melalui kerja pengawas SMK. Belumoptimalnya jalinan kerjasama sinergis dengan DU/DI, terdapat kondisi dimanaSI program adaptif dan normatif telah distandarkan oleh BSNP sedangkan SIkurikulum program produktif belum disusun dalam kebijakan BSNP, sehinggadampaknya tidak menutup kemungkinan terjadinya sistem duplikasi dokumenkurikulum tanpa analisis, oleh karena itu kerjasama sinergis antara SMK denganindustri penting dilakukan untuk sinkronisasi kompetensi dan ruang lingkupmateri yang perlu dimiliki oleh lulusan yang akan memasuki dunia kerja.Berdasarkan fenomena di atas, penulis merumuskan permasalahan
 berkenaan dengan
 desain kurikulum yang bagaimana yang cocok diterapkan di SMK program produktif yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja
?”,
sehingga penyelenggaraan pendidikan program produktif memiliki tingkatrelevansi yang lebih tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Secara lebih rinci,pertanyaan yang dikaji adalah sebagai berikut:1.
 
Desain kurikulum program produktif kompetensi keahlian teknik kendaraanringan seperti apakah yang relevan dengan tuntutan dunia kerja?.2.
 
Apa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dari desain kurikulumyang dikembangkan?.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->