Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
10_bab9

10_bab9

Ratings: (0)|Views: 56 |Likes:
Published by Jalaludin

More info:

Published by: Jalaludin on Dec 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2012

pdf

text

original

 
Anda sudah membaca dan mengungkapkan hal-hal menarik tentang tokoh ceritarakyat yang berjudul “Musnahnya Kezaliman” pada pelajaran 8. Pada pelajaranini lanjutkanlah pembahasan cerita rakyat tersebut agar Anda dapat mencapaitujuan pembelajaran pada bagian ini dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada latihan berikut ini.
Latihan 1
1. Bagaimana penentuan/pemilihan latar untuk melukiskan karakter cerita “MusnahnyaKezaliman” itu?2. Uraikan kon
ik-kon
ik yang dibangundengan menonjolkan latar dari ceritatersebut!
9
 APRESIASI
 A. Membahas Latar dalam Cerita Rakyat
Tujuan Pembelajaran
Pada subbab ini, Andaakan menjelaskan hal-halyang menarik tentanglatar cerita rakyat yangdisampaikan secaralangsung dan atau melaluirekaman.Setelah mempelajarisubbab ini, Andadiharapkan dapatmengidenti
kasi latar cerita rakyat.
3. Adakah latar tertentu yang menjadi bagianletak klimaks cerita tersebut? Jika ada jelaskan!4. Ceritakanlah suasana dan latar yangdigambarkan pengarang dalam ceritatersebut!
   G  a  m   b  a  r  :  a   l  m  u  c   h   i   b   b   i  n .
      fi
   l  e  s .  w  o  r   d  p  r  e  s  s .  c  o  m
Gambar: Salah satu cerita rakyat dari Sumatera adalah asal-usul terjadinya Danau Toba.
 
 Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA/MA Kelas X 
96
Baca dan pahamilah hasil analisis puisi Pradopo (2002: 192-194) di bawahini!
1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 3 4orang!2. Carilah sebuah cerita rakyat yang menurutkelompok Anda menarik!3. Bacakanlah cerita tersebut oleh seoranganggota kelompok dan anggota kelompok lainnya mendengarkan dengan cermat!4. Buatlah sinopsis cerita rakyat tersebut!5. Jelaskan tujuan dari adanya cerita tersebut!6. Bagaimana pemilihan latar untuk melukiskankarakter cerita itu?7. Uraikan tentang kon
ik-kon
ik yangdibangun dengan menonjolkan latar daricerita tersebut!
Latihan 2
Puisi itu menyatakan pengertian secara tak langsung (Riffaterre, 1978: 1),yaitu menyatakan sesuatu hal dan berarti yang lain, ketidaklangsungan itu diantaranya karena penggunaan bahasa kias dan, yang merupakan penukaran artiatau
displacing 
(Riffaterre, 1978: 2). Begitulah baris pertama sajak ini: ‘Sebuah jendela menyerahkan kamar ini pada dunia’. Ini adalah personi
kasi, yaitu jendela dikiaskan sebagai orang yang dapat bergerak: menyerahkan kamar,seolah-olah kamar itu dapat diangkat diberikan kepada dunia. Adanya aktivitas8. Adakah latar tertentu yang menjadi bagianletak klimaks cerita tersebut? Jika ada jelaskan!9. Ceritakanlah suasana dan latar yangdigambarkan pengarang dalam ceritatersebut!10. Sampaikanlah hasil kerja kelompok kepadakelompok lain secara lisan dengan jelas!Berilah kesempatan kelompok lain untuk  bertanya atau memberikan tanggapanterhadap hasil pekerjaan Anda!
B. Membahas Isi Puisi
Tujuan Pembelajaran
Pada subbab ini, Andaakan menghubungkanisi puisi dengan realitasalam, sosial, budaya, danmasyarakat melalui diskusiSetelah mempelajarisubbab ini, Andadiharapkan dapatmenjelaskan hubunganisi puisi dengan realitasalam, sosial, budaya, danmasyarakat.
Sebuah Kamar
Sebuah jendela menyerahkan kamar ini pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalammau lebih banyak tahu‘Sudah lima anak bernyawa di sini,Aku salah satu!’Ibuku tertidur dalam tersedu,Keramaian penjara sepi selalu,Bapakku sendiri terbaring jemuMatanya menatap orang terselip di batu!Sekeliling dunia bunuh diri!Aku minta adik lagi padaIbui dan bapakku, karena mereka beradadi luar hitungan: Kamar begini,3 × 4 m, terlalu sempit buat meniup nyawa!
(
Chairil Anwar 
)
 
 Bab 9
 Apresiasi
97
gerak itu menyebabkan gambaran menjadi hadir di depan pembaca. Dengandiserahkannya itu, maka dunia (ini kiasan juga: sinekdoki
totum pro parte
) dapatmelihat kamar itu. Jadi, sesungguhnya baris pertama itu berarti bahwa melalui jendela itu orang (luar) dapat melihat keadaan kamar itu. Hal ini ditambah lagi:‘Bulan yang menyinar ke dalam mau lebih banyak tahu’. Bulan mengiaskanorang luar, seolah-olah bulan menyorotkan sinarnya menerangi kamar itu untuk lebih banyak mengetahui “rahasia” kamar itu. Biasanya orang luar itu selaluingin lebih banyak mengetahui keadaan atau rahasia orang lain. Begitulahmakna baris kedua, yang juga kiasan metafora (bulan) dan personi
kasi: ‘bulanmau lebih banyak tahu’. Dalam kamar itu ada lima orang anak, salah seorangdi antaranya adalah si aku. Jadi, lewat jenedla kamar itu orang luar dapatmengetahui isi kamar dan keadaannya. Dalam kamar itu sudah dilahirkan limaorang anak, salah seorang di antaranya si aku.Keadaan kamar itu sesungguhnya menyedihkan, mungkin karena keadaanekonominya menyedihkan sekali. Keluarga yang tinggal dalam kamar itu dalamkeadaan miskin, berkekurangan. Karena sedihnya, si ibu tertidur masih dalamkeadaan tersedu. Rasanya kamar itu seperti penjara, meskipun ramai tetapi padahakikatnya sepi, dalam arti tak ada hiburan, tak ada barang-barang rumah tanggayang cukup, tidak cukup makan dan pakaian. Itulah amanat yang disampaikan paradoks itu: ‘Keramaian penjara sepi selalu’. Ayah si aku sendiri tak dapat berbuat apa-apa, hanya terbaring saja dengan kejemuannya. Satu-satunya yang bisa dilakukan hanya berdoa, menatap orang terselip (tersalib) di batu, yaitugambar Kristus / patung Kristus dalam salib batu, yang bagi si aku dirasakanketerlaluan, kelihatan dipergunakan tanda seru (!) di akhir baris.Pada hakikatnya itu adalah bunuh diri, bila orang dalam keadaan menderitamenambah penderitaannya lagi. Seperti halnya keluarga si aku, lima orang anak ditambah ayah-ibu, jadi, semua tujuh orang, tinggal dalam kamar yang sangatsempit: 3 × 4 m. Jadi, teranglah mereka itu dalam keadaan yang sangat menderita,sangat miskin, menyedihkan. Namun mereka akan menambah penderitaan lagidengan akan tambahnya seorang bayi. Dengan ironis si aku berkata bahwa siaku minta adik lagi kepada ayah-ibunya, yang tidak mau memperhitungkanatau memikirkan bahwa mereka sudah dalam keadaan sangat miskin (‘mereka berada di luar hitungan’). Sesungguhnya kamar 3 × 4 m itu sudah sangat sempituntuk dihuni tujuh orang, mengapa masih ditambah lagi. Hal ini sama sajadengan bunuh diri. Si aku bunuh diri, ayah-ibunya bunuh diri; ‘Sekeliling dunia bunuh diri!’, semua orang bunuh diri.Dalam sajak ini penyair mengemukakan sebuah ironi kehidupan (di Indonesia),yaitu pertama orang luar itu selalu ingin mengetahui rahasia orang lain, kedua,dalam keadaan sangat menderita orang hanya berdoa, seperti ayah si aku;ketiga, orang masih akan menambah anak lagi, padahal anaknya sudah banyak dan dalam keadaan yang sangat menderita.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->