Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DENGAN SELF ASSESMENT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI LISTRIK DINAMIS DI SMA NEGERI 1 KRIAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DENGAN SELF ASSESMENT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI LISTRIK DINAMIS DI SMA NEGERI 1 KRIAN

Ratings: (0)|Views: 337|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : ROHMAH PRIMADANI, Alimufi Arief,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : ROHMAH PRIMADANI, Alimufi Arief,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 01, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

 
207
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN
GUIDED INQUIRY 
DENGAN
SELF ASSESMENT 
TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERILISTRIK DINAMIS DI SMA NEGERI 1 KRIAN
Rohmah Primadani dan Alimufi Arief 
Jurusan Fisika, Universitas Negeri Surabaya 
 
Abstract.
Based on interviews with teachers of physics class X SMA Negeri 1 Krian known that guided inquiry learning model has never been used in the learning process. The scoring system is still centered on the teacher. Students have never been given an opportunity to assess the advantages and disadvantages of them self. Student learning outcomes is still low. Therefore,researchers try to apply the guided inquiry learning model with self assessment. This research aimto determine the effect of guided inquiry learning model with self assessment to students learninoutcomes class X in the material dynamic electricity at SMA Negeri 1 Krian. Research using true experimental design with control group pre-test, post-test. The research population is all of class X SMA Negeri 1 Krian school year 2011/2012 which amounted to 279 students. Research sample consisted of one experiment class (X-9) and one control class (X-6), each class numbered 31students. Based on analysis of the t-test two parties obtained t 
count 
equal 3,78 and t 
table 
equal 2,00.This shows that the average of experiment class students learning outcomes is different from control class students learning outcomes, because t 
count 
does not satisfy -t 
table 
<
count 
<
table 
.Value of 
count 
on t-test one parties same with
count 
on t-test two parties and t 
table 
equal 1,67. This shows that the average of experimental class students learning outcomes is better than the control class students learning outcomes because
count 
>
table 
. From the analysis obtained the conclusion that the application of guided inquiry learning model with self assessment has a positive effect to students learning outcomes class X in the material dynamic electricity at SMA Negeri 1 Krian.
 
Keywords :
guided inquiry learning model, self assessment, learning outcomes, the dynamic electricity 
 
Abstrak.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fisika kelas X SMA Negeri 1 Krian diketahui bahwa model pembelajaran guided inquiry belum pernah digunakan dalam proses pembelajaran.Sistem penilaian masih berpusat pada guru. Siswa belum pernah diberi kesempatan untuk menilai kelebihan dan kekurangan dirinya sendiri. Hasil belajar siswa juga masih rendah. Oleh sebab itu,peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran guided inquiry dengan self assesment.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran guided inquiry dengan self assesment terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi listrik dinamis di SMA Negeri 1Krian. Penelitian menggunakan desain true experimental design dengan rancangan control group pre-test, post-test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Krian tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 279 siswa. Sampel penelitian terdiri dari satu kelas eksperimen (X-9) dan satu kelas kontrol (X-6), tiap-tiap kelas berjumlah 31 siswa. Berdasarkan hasil analisis uji-t dua pihak didapatkan t 
hitung 
sebesar 3,78 dengan t 
tabel 
sebesar 2,00. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol karena t 
hitung 
tidak memenuhi -t 
tabel 
<
hitung 
<
tabel 
. Nilai t 
hitung 
pada uji-t satu pihak sama dengan 
hitung 
pada uji-t dua pihak dengan t 
tabel 
sebesar 1,67. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol karena t 
hitung 
>
tabel 
. Dari analisis data hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa penerapan model pembelajaran guided inquiry dengan self assesment berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi listrik dinamis di SMA Negeri 1 Krian.
 
Kata kunci :
model pembelajaran guided inquiry, self assesment, hasil belajar, listrik dinamis 
 
 
208
I.
 
PENDAHULUAN
UUD 1945 pasal 31 ayat 1menyatakan bahwa setiap warga negaraberhak mendapat pendidikan. Padadasarnya pendidikan merupakan usahauntuk membantu siswamengembangkan potensi yang adadalam dirinya. Keberhasilan pencapaiantujuan pendidikan bergantung padapembelajaran. Pembelajaran yangdilakukan secara baik dan tepat akanmempercepat perkembangan potensisiswa. Sebaliknya, pembelajaran yangdilaksanakan secara kurang baik akanmengakibatkan potensi siswa sulitberkembang.Pembelajaran yang efektif harusdilaksanakan untuk semua matapelajaran, termasuk fisika. Fisikamerupakan ilmu yang mempelajarigejala atau fenomena alam sertaberusaha untuk mengungkap segalarahasia dan hukum semesta. Fisikamempunyai arti penting dalampengembangan teknologi. Konsep-konsep fisika digunakan oleh parailmuwan untuk mengembangkanteknologi sehingga bermanfaat bagikesejahteraan manusia. Sebagai contoh,internet yang saat ini digunakan untuksarana komunikasi di seluruh penjurudunia menggunakan fisika sebagai ilmudasarnya. Begitu pentingnya fisika bagikehidupan manusia mendorong guruuntuk selalu berusaha meningkatkanhasil belajar siswa.Berdasarkan hasil wawancaraterhadap guru fisika kelas X SMA Negeri1 Krian diketahui bahwa materi listrikdinamis disampaikan menggunakanmodel pembelajaran DI (
Direct Instruction 
). Namun demikian, menurutpeneliti model pembelajaran tersebutbukan DI (
Direct Instruction 
) karenamenggunakan metode ceramah. Gurumenyatakan bahwa tujuan penggunaanDI (
Direct Instruction 
) adalah agar siswalebih memahami materi yang dipelajari.Guru berharap nilai ulangan semuasiswa di atas KKM (Kriteria KetuntasanMinimal) yang besarnya 75. Pada tahun2010/2011 sebanyak 45,56 % dariseluruh siswa mendapatkan nilai dibawah KKM saat ulangan listrik dinamis.Ini menunjukkan bahwa hasil belajarsiswa masih rendah.Pembelajaran IPA sebaiknyadilaksanakan secara inkuiri ilmiah untukmenumbuhkan kemampuan berpikir,bekerja, dan bersikap ilmiah sertamampu mengkomunikasikannya sebagaiaspek penting kecakapan hidup [1].Inkuiri ilmiah berarti suatu kegiatanpenyelidikan yang dilakukan secarailmiah untuk mendapatkan suatuinformasi atau untuk memecahkansuatu permasalahan. Oleh karena itu,pembelajaran IPA menekankan padapemberian pengalaman belajar siswalangsung melalui penggunaan danpengembangan keterampilan proses dansikap ilmiah untuk mengembangkankompetensi agar menjelajahi danmemahami alam sekitar secara ilmiah.
Inquiry learning is a pedagogical approach that focuses on the processes and skills required to conduct research. It is a pedagogical approach that has been demonstrated to have positive learning outcome” 
[2]. Pernyataan tersebutmengandung arti bahwa pembelajaran
inquiry 
merupakan suatu pendekatanpengajaran yang berpusat pada prosesdan memerlukan keterampilan untukmelakukan riset. Ini merupakan suatupendekatan pengajaran yang telahmenunjukkan hasil positif.Dalam pendekatan inkuiripembelajaran menjadi lebih berpusatpada anak, proses belajar melalui inkuiridapat membentuk dan mengembangkankonsep diri pada diri siswa, tingkatpengharapan bertambah, dapatmengembangkan bakat, dapatmenghindari siswa dari cara-carabelajar dengan menghafal, danmemberikan waktu pada siswa untukmengasimilasi dan mengakomodasi
 
209
informasi [3]. Piaget percaya bahwatidak akan terjadi proses belajar yangsejati apabila siswa tidak bertindakterhadap informasi secara mental danmengasimilasi atau mengakomodasi apayang dijumpainya dalam lingkungan.
Inquiry 
merupakan pembelajaranyang menanamkan dasar-dasar berpikirilmiah pada diri siswa. Dalam prosespembelajaran ini siswa lebih banyakbelajar sendiri dan mengembangkankreativitas dalam memecahkan masalahkarena siswa ditempatkan sebagaisubjek belajar. Apabila siswa belumpernah mempunyai pengalaman belajardengan kegiatan-kegiatan
inquiry 
, makadiperlukan bimbingan dari guru. Modelpembelajaran ini disebut
guided inquiry 
(penyelidikan terarah).
“A planning model for scaffolded guided inquiry is a valuable structure for the alignment of the three critical elements of lesson planning-intended,implemented, and achieved curricula. By using a consistent approach to lesson planning and implementation, students are provided with sameness or consistency. Because students need to generate their own meaning regarding the science content being learned, the psychological principle of sameness is important” 
[4]. Pernyataan tersebutmengandung arti bahwa perencanaanmodel
scaffolded guided inquiry 
adalahsuatu struktur nilai yang mencakup tigaunsur perencanaan pelajaran yangpenting, yaitu tujuan, penerapan, danpencapaian kurikulum. Prinsip pentingdalam pengajaran adalah siswa harusmenggeneralisasikan pengetahuan danketerampilan yang mereka perolehuntuk menyelesaikan masalah dalamkehidupan sehari-hari.Berdasarkan uraian di atas, dapatdinyatakan bahwa
guided inquiry 
dapatdigunakan sebagai salah satu solusiuntuk meningkatkan hasil belajar siswa.Melalui wawancara dengan guru fisikakelas X diketahui bahwa modelpembelajaran ini belum pernahdigunakan di SMA Negeri 1 Krian.Hasil wawancara yang lain adalahselama ini sistem penilaian masihberpusat pada guru, artinya guru yangmemberi nilai siswa. Akibatnya siswatidak terbiasa menilai kekurangan dankelebihan dirinya sendiri. Oleh karenaitu, diperlukan sistem penilaian yangmengaktifkan siswa, yaitu
self assesment 
(penilaian diri).
Self assesment 
memberikesempatan pada siswa untukmengevaluasi kelebihan dan kekurangandalam diri mereka. Siswa diharapkandapat menyikapi hasil penilaian tersebutdengan menjadikan kekurangan merekasebagai motivasi dalam belajar danmempertahankan serta meningkatkankelebihan yang mereka miliki.Salah satu karakteristik
self assesment 
adalah berusaha keras untukmembangun suasana yang positif didalam kelas sehingga membuatkesalahan dianggap sebagai salah satucara untuk perbaikan, tidak menjadicatatan sebagai kegagalan [5].Pernyataan ini membuat
self assesment 
dibutuhkan dalam proses pembelajarandengan model
guided inquir
karena apayang ditemukan siswa dalam praktikumterkadang tidak sesuai dengan teori.Dengan
self assesment 
diharapkan siswadapat menjadikan kesalahan merekasebagai cermin untuk membangunpengetahuan baru.Mengacu pada ulasan di atas,peneliti melakukan penelitian dengan judul
“Pengaruh Model Pembelajaran
Guided Inquir
dengan
Self Assesment 
terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Xpada Materi Listrik Dinamis di SMANegeri 1 Krian”
.
 II.
 
METODE PENELITIAN
Penelitian menggunakan
true eksperimental design 
dengan rancangan
control group pre-test, post-test 
.Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1Krian pada tanggal 27 Maret s.d 27 April2012. Populasi penelitian ini adalah

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->