Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENERAPAN STRATEGI BELAJAR METAKOGNITIF DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI CAHAYA DI KELAS VIII SMP NEGERI I MOJOKERTO

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR METAKOGNITIF DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI CAHAYA DI KELAS VIII SMP NEGERI I MOJOKERTO

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 814 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : LUCKY AGUSTINA, Madewi Mulyanratna,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : LUCKY AGUSTINA, Madewi Mulyanratna,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 01, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2014

pdf

text

original

 
321
 
PENERAPAN STRATEGI BELAJAR METAKOGNITIF DALAMMENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI CAHAYADI KELAS VIII SMP NEGERI I MOJOKERTO
Lucky Agustina dan Madewi Mulyanratna 
Jurusan Fisika, Universitas Negeri Surabaya 
Abstract.
The research that had been done is about the implementation the metacognitive strategies to increase the qualities study of student at the light chapter in class VIII SMPN I MOJOKERT. This research aims to determine the activity of the student, the thoroughness of student learning and student responses to learning with this metacognitive strategy.this is a discriptive research with a design of research is one-shot case study design. The subjects of this research are the students who apply metacognitive strategies in grade VIII A SMP Negeri 1 Mojokerto.instruments used in the research consisted of observations of the student activity sheets, sheets of test thoroughness learning, and pieces of students' questionnaire responses. From the result obtained if the student has conducted more than 7 metacognitive activity during this study, the percentage of studied thoroughness and average 76.9% - average percentage of positive responses to students' metacognitive strategies was 94%. Based on the analysis of data it can be concluded if the students perform activities categorized as highly active metacognitive strategies since students are doing more than 7 metacognitive activity, this is because the teachers always guided his students to perform metacognitive strategies. thoroughness of student learning has gone beyond the classical limit of completeness, ie more than 70%. 23.1% of students who did not pass is due to the many who are not fooled and meticulous in work final test, and many do not collect the first evaluation sheet. For a very positive response of students categorized as more than 80%. So that,this strategy can used by student or teacher in the other material.
Keyword 
: strategy of learning, metacognitive, light 
Abstrak 
. Penelitian yang telah dilakukan adalah tentang penerapan strategi belajar metakognitif pada materi cahaya yang dilakukan di SMP Negeri 1 Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa, ketuntasan belajar siswa dan respon siswa terhadap pembelajaran dengan strategi metakognitif ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian one shot case study. Subyek penelitiannya adalah siswa yang menerapkan strategi metakognitif yakni siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Mojokerto. Instrumen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari lembar pengamatan aktivitas siswa, lembar tes ketuntasan belajar, dan lembar angket respons siswa. Dari hasil penelitian diperoleh jika siswa telah melaksanakan lebih dari 7 aktivitas metakognitif selama pembelajaran ini, presentase ketuntasan belajar 76,9% dan rata – rata presentase respons positif siswa terhadap strategi metakognitif ini 94%. Berdasarkahasil analisis data maka dapat disimpulkan jika aktivitas siswa melakukan strategi metakognitif dikategorikan sangat aktif karena siswa sudah melakukan lebih dari 7 aktivitas metakognitif, hal ini dikarenakan guru selalu membimbing siswanya untuk melakukan strategi metakognitif.Ketuntasan belajar siswa telah melampaui batas ketuntasan klasikal, yakni lebih dari 70%. 23,1%siswa yang tidak lulus ini disebabkan oleh banyak yang terkecoh dan tidak teliti dalam mengerjakan tes akhir, serta banyak yang tidak mengumpulkan evaluation sheet yang pertama.Untuk respon siswanya dikategorikan sangat positif karena lebih dari 80%. Sehingga disarankan cara ini dapat dipakai siswa ataupun guru di materi lainnya.
Kata kunc
: strategi belajar, metakognitif, cahaya 
 
322
 
I.
 
PENDAHULUAN
Pemerintah melalui program –programnya selalu berusaha agarmemajukan pendidikan di Indonesia.Mulai dari program belajar 9 tahunsampai diberlakukannya perubahankurikulum. Kurikulum yang berlaku saatini adalah Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan (KTSP). Sebenarnya kegiatanpembelajaran yang diinginkan dalamKTSP adalah kegiatan pembelajaran yangberpusat pada siswa (
student cente).
Dimana siswa dituntut mempunyaitingakat partisipasi kognitif dan fisiksecara maksimal sebgai pihak yangbelajar. Namun dalam kenyataannyamasih banyak siswa yang hanya dudukdiam dan mencatat apa yang dikatakanoleh guru. Padahal tidak semuapengetahuan atau informasi dapatditransfer begitu saja dari pikiran guruke siswa.Salah satu mata pelajaran yangtidak bisa ditransfer begitu saja daripikiran guru ke siswa adalah pelajaranfisika. Oleh karena itu, sampai dengansaat ini fisika masih dianggap sulit olehpeserta didik. Anggapan ini munculkarena mereka merasa banyak rumusdan konsep yang harus dihafal,diperparah lagi fisika juga identik denganmatematika. Karena anggapan –anggapan tersebut cenderung siswamemberi respons yang kurang positifterhadap pembelajaran fisika dan yangnantinya juga mempengaruhi ketuntasanbelajar siswa.Informasi atau konsep fisika yangpanjang dan rumit tersebut tidahseharusnya dihafal begtu saja. Namunperlu diproses sampai kita bisa pahamdan selalu ingat. Kegiatan pemrosesantersebut memang perlu cara ataustrategi. Salah satu jenis strategi yangdapat membantu siswa menjadikaninformasi yang diterima menjadiinformasi yang mudah diingat dandipahami adalah strategi metakognitif.Menurut [1], metakognitif ataumetakognisi adalah sesuatu yangberhubungan dengan berpikir siswatentang cara berfikir mereka sendiri dankemampuan mereka menggunakanstrategi belajar – belajar tertentu dengantepat. John Flavel dalam [1] menyatakanbahwa pengetahuan seseorangberkenaan dengan proses dan produkkognitif orang itu sendiri atau segalasesuatu yang berkaitan dengan prosesdan produk tersebut, sebagai contoh,pembelajaran sifat – sifat yang relevandari informasi atau data. metakognisiberhubungan dengan salah satudiantaranya, dengan pemonitoran danpengendalian ini dalam hubungannyadengan tujuan kognitif pada mana prosesitu bisa menunjang, umumnya dalammendukung pada sejumlah tujuankonkrit. Intinya strategi metakognitif ituadalah kesadra berpikir tentang apa yangdiketahui dan tidak diketahui. Dalamkonteks pembelajaran, siswa mengetahuibagaimana untuk belajar, mengetahuikemampuan dan modalitas belajar yangdimiliki dan mengetahui strategi belajarterbaik untuk belajar efektif.Strategi metakognitif ini memilikitingkat paling tinggi dibandingkandengan strategi belajar lainnya menurut[1], kedudukan strategi metakognitifdengan strategi belajar lainnya adalah :
Skema .1 kedudukan strategi belajar menurut [1](2000:39)
strategimetakognitif strategi rehearseal(mengulang)strategi elaborasistrategi organisasi
 
323
 
Dari skema diatas dapat dijelaskan jika strategi belajar metakognitifmerupakan strategi yang paling tinggikedudukannya, dimana strategimetakognitif sulit untuk diterapkandaripada strategi yang lain. Namunstrategi ini sangat bermanfaat sekali bagiseorang pebelajar mandiri. Karenamereka merancang dan memilih strategibelajar yang tepat sendiri untukmemahami suatu materi. Strategidibawahnya, yakni strategi mengulang,elaborasi dan organisasi dapatdigunakan sebagai strategi yang dipilihsaat tahap merancang atau memilihstrategi yang tepat untuk belajar distrategi metakognitif.Menurut [2] Trainer MakmalPendidikan dalam websitenyapenggunaan strategi belajar metakognitif juga mempunyai tahapan tahapan ,diperlukan waktu yang lama untukmempelajari peran metakognitifnya. Ada3 tahap , yakni : Tahap proses sadarbelajar, tahap merencanakan belajar dantahap monitoring dan refleksi belajar.Mengajarkan keterampilanmetakognitif dapat dilakukan sesuaidengan teori yang dikemukakan olehMayer dalam [3], yaitu :translasi (adanyapengetahuan faktual), integrasi (menghubungkan dengan pengetahuanawal dengan pengetahuan yang baru),perencanaan strategi, dan pelaksanaansolusi (pemilihan strategi belajar).Sehingga menurut [2] strategimetakognitif ini disebut strategi yangmempunyai pesan khusus bagi siapapunyang ingin menjalani hidup secara efektif,bahwasanya kenyataan hidup yangterjadi pada saat ini adalah akibat daripilihan – pilihan hidup kita dimasalampau.Selain beberapa aktivitas yangdisebutkan oleh Mayer, ada beberapastrategi atau cara lagi menurut [4] untukmengajarkan strategi ini, yakni :mengajukan pertanyaan, memilih secarasadar strategi yang digunakan, memilihberdasarkan kriteria (berdasarkan jenismasalahnya), menghindarkan siswa daripernyataan tidak bisa, serta mendorongsiswa mengajukan idenya sendiri.Saat belajar sebenarnya adabanayak macam strategi belajar yangdapat dipakai, beberapa strategi –strategi yang bisa menjadi pilihan dalammenetapkan strategi yang tepat menurut[1] ada 3, yakni : strategi mengulang
(rehearseal 
), strategi elaborasi sertastrategi organisasi. Strategi mengulangterdiri dari strategi menggarisbawahidan catatan pinggir. Strategi elaborasiterdiri dari analogi, pembuatan catatan(Matriks), dan PQ4R. Terakhir strategiorganisasi terdiri dari
outlining 
(buatkerangka garis besar),
Maping 
(petakonsep) dan mnemonics (terdiri dariakronim
, chungkin
, dan
linkword 
).Penelitian yang sebelumnyatentang penggunaan strategi ini telahdilakukan oleh Nadi Suprapto [5] dengan judul
Pengaruh penerapan staretegi belajarmetakognitif terhadap prestasi belajar fisikadi SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo”. Hasil yangdidapatkan terdapat pengaruh positifpenggunaan strategi metakognitif terhadapprestasi belajar siswa sma Negeri 1 Taman
.Serta
Furi Ariani [6],
 
“ Penerapanpembelajaran kooperatif tipe STAD denganstrategi metakognitif dalam pembelajaranmatematika”. Hasil yang didapatkan,pengelolaan kelas dan aktivitas siswa danguru baik, serta ketuntasan belajarnya yangmencapai 80%, serta mendapatkan responyang baik pula dari para siswanya. Menurut[6] siswa bisa menerima penjelasan denganbaik tentang penerapan strategi ini,walaupun mereka awalnya sedikit bingung,tapi setelah beberapa kali mencobamenerapkan mereka bisa. Relevannyadengan penelitian yang dilakukan ini adalahpenunjukkan langkah – langkah untukpengajaran strategi metakognitif. Karenadengan ada langkah – langkah yang jelasmaka siswa dapat meniru atau membiasakanmengembangan peran metakognitif dalam

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Sayoto Makarim liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->