Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN MODEL GUIDED TEACHING PADA STANDAR KOMPETENSI MEMPERBAIKI COMPACT CASSETTE RECORDER DI SMK NEGERI 1 MADIUN

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN MODEL GUIDED TEACHING PADA STANDAR KOMPETENSI MEMPERBAIKI COMPACT CASSETTE RECORDER DI SMK NEGERI 1 MADIUN

Ratings: (0)|Views: 139 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : novan prastyo,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : novan prastyo,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 01, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

 
1
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN AKTIF DENGANMODEL GUIDED TEACHING PADA STANDAR KOMPETENSIMEMPERBAIKI
COMPACT CASSETTE RECORDER
DI SMK NEGERI 1MADIUN
Penulis: Novan Tri Prastyo UtomoMahasiswa Prodi S1-Pendidikan Teknik Elektro-UNESA, SurabayaPembimbing: Drs. H. Edy Sulistyo, M.Pd.Dosen S1-Pendidikan Teknik Elektro-UNESA, SurabayaEmail : 
 Abstrak
Latar belakang diadakannya penelitian ini adalah masih digunakannya modelpembelajaran langsung pada lembaga pendidikan. Pada model pembelajaran langsung, siswakurang dituntut untuk menguasai materi secara aktif sehingga berpengaruh pada hasil belajarsiswa. Pada pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran GuidedTeaching, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan siswa dapat belajar secaraaktif Model penelitian ini menggunakan
 Research and Development 
(R&D). dalampenelitian ini terdapat 7 (tujuh) tahapan yaitu : (1) tahap analisi masalah, (2) tahap pengumpulandata, (3) tahap desain produk, (4) tahap validasi desain, (5) tahap revisi desain, (6) tahap ujiproduk dan (7) tahap analisa dan pelaporan.Hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang digunakan pada modelpembelajaran Guided Teaching dinyatakan baik dengan hasil rating 74,185% dan respon siswaterhadap pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran GuidedTeaching dinyatakan baik dengan hasil rating 82,85%. Rata-rata Hasil belajar siswa pada kelaseksperimen sebesar 80,981% dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 71,635%. Sedangkanperhitungan menggunakan uji t didapat nilai t hitung 3,501 dan t tabel pada taraf signifikan 5%(0,05) adalah 1,67. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kelasyang menggunakan pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaranguided teaching mempunyai nilai hasil belajar yang lebih baik daripada kelas yangmenggunakan model pembelajaran langsung.
 
 Abstract
 Background of this research is still the use of direct learning models in instituteeducation. In the direct learning model, students are required to master the material is lessactive so that have an in with the result learn the student. At development of study peripheraluse the model of study Guided Teaching, expected can improve the result learn the student and student can learn actively. Research method is using research and development (R & D). In research there areseven stages ) namely: (1) the stage analisi problem, (2) the stage data, (3) the stage design a product, (4) the stage validation design, (5) the stage revision design, (6) the step of experiment  products and (7) phase analysis and reporting.The tests show that the development of learning tools using the learning model of Guided Teaching is declared good with the results of 74,185% rating and students response todevelopment of learning tools using Guided Teaching otherwise good learning model with therating of 82.85%. The average results of student learning in the classroom experiment at 80,981% and the average value of the control class at 71,635%. While the calculations obtained using t test t value 3.501 and t tables at the significant level of 5% (0.05) is 1,67. Based on theabove results, it can be concluded that the class that uses the development of learning tools
 
2
using a model of the Guided Teaching has the value of learning a better learning results thanthe class using direct learning models.
 
A.
 
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan upaya yangdisengaja dan terstruktur untuk membantuperkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidup bagiseorang individu dan sebagai wargamasyarakat. Dilihat dari sudut perkembanganyang dialami oleh anak, maka upaya yangdisengaja dan terstruktur ditujukan untuk membantu anak untuk menghadapi danmelaksanakan tugas-tugas perkembanganyang dialaminya setiap periodeperkembangan. Dalam rangka meningkatkansumber daya manusia pada peserta didik khususnya siswa sekolah menengah kejuruan(SMK), disusun suatu Model pembelajaranyang dapat membantu peserta didik berpikirkreatif dan lebih inovatif.Usaha untuk mencapai tujuan prosesbelajar mengajar dipengaruhi beberapa faktor.Faktor yang pertama adalah peserta didik itusendiri, pengajar (guru), fasilitas, lingkungan,media pendidikan serta model pembelajaranyang digunakan. Pada kurikulum KTSPpeserta didik diharapkan mampumengembangkan potensi dalam dirinya untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutanlingkungan. Peserta didik dalam prosesbelajar dibantu oleh seorang guru, tugas guruialah membantu, membimbing, danmemfasilitasi peserta didik untuk mencapaitujuannya.Adapun untuk kelancaran proses belajarmengajar guru dapat menggunakan mediabantu, media bantu dapat berupa buku teks,kaset video, media berbasis komputer danlainnya. Di dalam proses belajar mengajarsupaya efektif maka diperlukan suatu modelyang sesuai dengan karakter peserta didik,mata pelajaran yang disampaikan, suasanadan prasarana penunjang.Siswa SMK Negeri 1 Madiun memilikipotensi yang cukup bagus. Hal itudikarenakan penerimaan siswa baru tidak hanya dilihat dari NUN tapi juga dari hasil tesakademik dan seleksi kesehatan siswa.Potensi yang dimiliki para siswa tidak menjamin berhasilnya visi pendidikan SMKNegeri 1 Madiun. Hal itu bisa disebabkankarena beberapa faktor. Faktor itu bisa terjadidari guru yang hanya memberikan materidengan model ceramah saja, karena modelceramah kurang bisa memberikan kesempatansiswa aktif di kelas. Dan juga didukung olehsiswa, yang terkadang kurang memperhatikandan memahami materi apabila di keadaankelas tidak bisa aktif.Berdasar pada pengalaman yangdiperoleh dari Praktek Pengalaman Lapangan,bahwa siswa SMK cenderung lebih tertarik pada praktek daripada teori. Seharusnya siswamampu menyeimbangkan kemampuannyabaik dalam praktek maupun teori, namun padakenyataannya banyak siswa yang menonjoldalam praktek namun tidak sedikit dari nilaimereka yang jatuh pada saat dilaksanakanevaluasi teori. Pada kelas yang menggunakanmodel pembelajaran langsung rata-rata kelassebesar 71,6 daftar nilai siswa bisa dilihat dilampiran halaman 177. Artinya, bahwa hasilbelajar siswa dengan menggunakan modelpembelajaran langsung belum maksimaldengan batas KKM 75. Untuk mengatasinyamaka diperlukan adanya suatu penguatanyang sesuai dengan materi yang akandiujikan. Salah satunya dengan memberikansuatu pemahaman yang lebih mendalam atauyang sering disebut dengan umpan balik berupa pertanyaan-pertanyaan singkat yangmampu membantu mengingat dan memahamikembali materi yang telah diajarkan (review).Namun hal tersebut ternyata tidak dapatditerapkan kepada seluruh siswa. Jadi hanyasiswa yang aktif belajar yang mampumenerima umpan balik dan menjawabpertanyaan dari guru. Dari sinilah timbulpertanyaan pada peneliti, apakah siswa lainyang hanya duduk diam mendengarkan jugamampu menjawab pertanyaan umpan balik dengan baik atau memang siswa tersebutmasih belum memahami materi yang ada?Ada dua faktor yang mempengaruhi hasilbelajar siswa, yaitu faktor eksternal dan faktorinternal. Model pembelajaran merupakansalah satu faktor eksternal yang menunjangkeberhasilan belajar siswa. Untuk itu seorangguru dituntut mempunyai kreativitas dan
 
3inovasi untuk mengembangkan modelmengajarnya guna menciptakan pemeblajaranyang menarik bagi siswa. Model mengajaryang baik adalah model yang disesuaikandengan materi yang disampaikan, kondisisiswa, sarana yang tersedia serta penguasaankompetensi. Oleh karena itu, diperlukan suatubentuk perangkat pembelajaran yang tidak hanya mampu secara materi saja tetapi jugamempunyai kemampuan yang bersifat formal,sehingga selain diharapkan mampumeningkatkan prestasi belajar siswa, modelpembelajaran yang diterapkan juga dapatmembuat siswa aktif terlibat dalam prosesbelajar mengajar secara maksimal.Dalam pembelajaran aktif dengan Model
guided teaching
, guru mengajukan satu ataubeberapa pertanyaan yang bertujuan untuk mengukur kemampuan pemikiran danpemahaman yang dimiliki siswa. Yangfungsinya untuk mendorong anak untuk berfikir memecahkan suatu permasalahan,membangkitkan pengertian lama maupunbaru, menyelidiki dan menilai penguasaansiswa tentang bahan pelajaran,membangkitkan minat siswa terhadap meteritertentu sehingga timbul keinginan untuk mempelajarinya, membantu anak menginterprestasi dan mengorganisasipengetahuan serta pengalamannya,menunjukan kepada siswa poin-poin pentingdalam pembelajaran, meningkatkankepercayaan siswa, menarik perhatian anak atau kelas.Standar Kompetensi Memperbaiki
 Cassette Recorder 
adalah salah satu SK yangterdapat pada jurusan Teknik Audio Videoyang berisi mengenai spesifikasi prinsiprekam magnetic, prinsip kerja compactcassette recorder, merawat
Cassette Recorder,
memperbaiki
Cassette Recorder 
. Padaindikator dari SK memperbaiki
Cassette Recorder 
, siswa dituntut untuk bisamemahami materi sebelum melangkah kepraktikum. Berdasarkan indikator yang harustercapai tersebut guru perlu menggunakanmodel pembelajaran
Guided Teaching
untuk membantu siswa memahami materi,mendapatkan hasil belajar yang optimal danmengembangkan ide-ide siswa.Bedasarkan latar belakang uraian di atas,
 penulis melakukan penelitian “Pengembangan
Perangkat Pembelajaran Aktif dengan Model
Guided Teaching
(Pembelajaran Terbimbing)pada Standar Kompetensi Memperbaiki
Compact Cassette Recorder 
Di SMK Negeri
1 Madiun”,
 
yang mana diharapkan sebagaibahan masalah dan bahan pertimbangan bagiguru-guru SMK untuk mengembangkan polapembelajaran yang lebih efektif digunakandalam proses pembelajaran.Berdasarkan perumusan masalahtersebut, dapat diidentifikasi beberapapertanyaan yang melatarbelakangi penelitianini, yaitu:1.
 
Apakah perangkat pembelajaran denganmodel Pembelajaran Aktif tipe
guided teaching
(pembelajaran terbimbing) yangdikembangkan layak untuk digunakan?
 
2.
 
Apakah ada perbedaan hasil belajar siswayang menggunakan model PembelajaranAktif tipe
guided teaching
(pembelajaranterbimbing) dengan yang menggunakanmodel pembelajaran langsung?3.
 
Bagaimana hasil respon siswa terhadapmodel Pembelajaran Aktif tipe
guided teaching
(pembelajaran terbimbing) dalamproses belajar mengajar memperbaiki
compact cassete recorder 
?Seperti yang telah diuraikan dalam rumusanmasalah, maka tujuan dari penelitian iniadalah:
 
1.
 
Untuk mengetahui apakah perangkatpembelajaran dengan model PembelajaranAktif tipe
guided teaching
(pembelajaranterbimbing) layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
 
2.
 
Untuk mengetahui apakah terdapatperbedaaan hasil belajar siswa yangmenggunakan Model Pembelajaran Aktif tipe
guided teaching
(pembelajaranterbimbing) dengan yang menggunakanmodel pembelajaran langsung.
 
3.
 
Untuk mengetahui hasil respon siswaselama kegiatan belajar mengajarmenggunakan Model Pembelajaran Aktif tipe
guided teaching
(pembelajaranterbimbing).
 
Penelitian ini dibatasi pada hal
 – 
halsebagai berikut :
 
1.
 
Penelitian ini dilaksanakan dan ditinjaudari pelaksanaan pembelajaran denganmenggunakan Pembelajaran Aktif tipe
guided teaching
(pembelajaranterbimbing) pada standar kompetensiMemperbaiki Compact Cassete Recorder.Sampel yang diambil ialah siswa kelas XITAV di SMK Negeri 1 Madiun tahun2012/2013.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->