Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Mikrob Pewarnaan Gram

Laporan Mikrob Pewarnaan Gram

Ratings: (0)|Views: 1,445 |Likes:

More info:

Published by: Ria Anggita S'voyyla on Jan 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2014

pdf

text

original

 
Laporan Praktikum Nama :Mikrobiologi NIM :Hari/Tanggal :Waktu :Asisten : 1.2.PJP :PEWARNAAN MIKROBA( Pewarnaan Gram dan Pewarnaan Spora )PendahuluanMikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas, termasuk bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontrasdengan air, dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Salah satu cara untuk melihatdan mengamati bentuk sel bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit, sehingga untukdiidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan sel bekteri, sehingga seldapat terlihat jelas dan mudah diamati. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahuisifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaianpengecatan. Oleh karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu carayang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Jawetz 2008).Struktur di dalam sel pada tempat-tempat yang dibentuk oleh spesies ini,disebut endospora. Endospora dapat bertahan hidup dalam keadaan kekurangannutrien, tahan terhadap panas, kekeringan, radiasi UV serta bahan-bahan kimia.Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang tebal dan keras. Sifat-sifat ini menyebabkan dibutuhkannya perlakuan yang keras untuk mewarnainya. Hanyabila diperlukan panas yang cukup, pewarna yang sesuai dapat menembus endospora.Tetapi sekali pewarna memasuki endospora, sukar untuk dihilangkan. Ukuran dan letakendospora di dalam sel merupakan ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan spesies-spesies bakteri yang membentuknya (Prescott 2008).Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi empat macamyaitu pengecatan sederhana, pengecatan negatif, pengecatan diferensial danpengecatan struktural. Pemberian warna pada bakteri atau jasad- jasad renik laindengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis, atau olesan,yang sudah difiksasi, dinamakan pewarnaan sederhana. Prosedur pewarnaan yangmenampilkan perbedaan di antara sel-sel microbe atau bagian-bagian sel microbe
 
disebut teknik pewarnaan diferensial. Sedangkan pengecatan struktural hanyamewarnai satu bagian dari sel sehingga dapat membedakan bagian-bagian dari sel.Termasuk dalam pengecatan ini adalah pengecatan endospora, flagella dan pengecatankapsul (Bailey 2007).Cara pewarnaan Gram diciptakan pertama kali tahun 1884 oleh seorang ahlibakteriologi yang bernama Christian Gram. Cara pewarnaan ini merupakan carapewarnaan diferensial, dimana dengan cara ini bakteri dapat dibedakan menjadi duagrup yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif (Fardiaz, 1989). Kebanyakan selbakteri tidak berwarna, sehingga jika dilarutkan di dalam air dan dilihat di bawahmikroskop tidak memperlihatkan warna yang kontras dengan medium di sekelilingnya(Sacher dan McPherson, 2004).Sebelum dilakukan pewarnaan, maka sel-sel bakteri harus terlebih dahulu difiksasi padagelas objek. Jika kultur diambil dari medium cair, maka penyebaran dapat langsungdilakukan diatas kaca objek yang bersih menggunakan jarum loop atau jarum ose. Tetapi jika kultur diambil dari agar padat, maka sebelumnya diatas kaca objek harus diberisetetes air, kemudian kultur diambil sedikit menggunakan jarum ose yang telahdipijarkan, dan diratakan di atas kaca objek sehingga terbentuk lapisan tipis. BakteriLactobacillus, Streptococcus, Staphylococcus dan Steptococcus merupakan bakteri yangtermasuk bakteri gram positif. Sedangkan bakteri E. coli, Enterobacter aerogenes, danPseudomonas tergolong bakteri gram negatif (Fardiaz, 1989). Pada proses ini yang harusdihindari adalah fiksasi panas berlebihan, yang dapat merusak integritas strukturalbakteri dan morfologi sel. Alasan keberhasilan metode pewarnaan Gram adalah bahwamikroorganisme yang tidak diwarnai, dan bakteri terwarnai dapat dibedakanberdasarkan perbedaan struktur dinding selnya. Bakteri gram positif terwarnai ungumemiliki dinding sel yang tebal, dan bakteri gram negatif yang terwarnai merah memilikidinding sel yang relatif tipis, dilapisi oleh membran luar yang mengandunglipopolisakarida. Etanol merupakan decolorizer yang lebih lambat dibandingkan denganaseton (Sacher dan McPherson, 2004).Bakteri gram positif adalah bakteri yang memepertahankan zat warna gram A yangmengandung kristal violet sewaktu proses pewarnaan Gram. Bakteri negatif akanberwarna merah atau merah muda, karena warna ungu dapat dilunturkan kemudianmengikat warna gram D (safranin) (Brooks et al., 2001).Ada banyak perbedaan dalam ukuran panjang dan lebar di antara berbagai spesiesbasilus. Ujung beberapa basilus tampak persegi, yang lain bundar, dan yang lain lagimeruncing atau lancip seperti ujung cerutu. Kadang-kadang basilus tetap saling melekatsatu dengan lainnya, ujung dengan ujung, sehingga memberikan penampilan rantai.Kokus memperlihatkan penataan yang berbeda-beda, diplokokus : sel membelah diripada satu bidang pada satu bidang dan tetap saling melekat terutama berpasangan.Streptokokus : sel membelah diri pada satu bidang dan tetap melekat membentitukrantai, tetrakokus : sel membelah diri pada dua bidang dan membentuk kelompok yangterdiri dari empat sel. Stafilokokus : sel membelah diri pada tiga bidang dan membentukgerombolan kokus, sarsina : membentuk kubus (Pelcszar dan Chan, 1986). Bakteri
 
terdapat dalam berbagai bentuk : basilus (seperti batang), kokus (bentuk bulat), spirilus(spiral), spiroketa (ulir atau heliks) dan bercabang. Karena sel-sel individual bakteriterlampau kecil, sehingga memiliki variasi dalam bentuk dan ukuran (Elrod danStansfield, 2006).Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empirisuntuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, grampositif dan gram negatif, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding selmereka. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwanDenmark Hans Christian Gram (1853
 –
1938) yang mengembangkan teknikini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteriKlebsiella pneumoniae.Prinsip dasar dari pewarnaan adalah adanya ikatan ion antarakomponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yangdisebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik padakomponen seluler maupun pada pewarna. Berdasarkan adanya muatan inimaka dapat dibedakan pewarna asam dan pewarna basa.Pembuatan film / apusan bakteri dilakukan sebelum proses pewarnaangram. Beberapa langkah dalam pembuatan film ini diantaranya pembersihangelas objek dengan kapas yang sudah diberi alkohol 70%. Pembersihan inidimaksudkan agar gelas objek steril dan tidak ada mikroorganisme lain yangmenempel pada gelas objek tersebut. Kemudian gelas objek yang sudahdisterilkan tersebut dikeringkan dengan cara di angin-anginkan. Langkahselanjutnya yaitu pengambilan Öse suspense bakteri secara aseptis.Pengambilan dilakukan secara aseptis agar bakteri yang akan diamati tidakmengalami kontaminasi dengan mikroorganisme lain yang ada disekitarnya. Kemudian bakteri yang telah diambil tadi dioleskan pada gelasobjek dengan penyebaran setipis mungkin.Proses pewarnaan Gram memiliki beberapa tahap. Pertama,pemberian pewarna kristal violet pada bakteri yang diletakkan di atas gelasobjek tadi. Pewarna kristal violet ini berguna sebagai indikator bakteri grampositif. Setelah ditetesi pewarna kristal violet, objek glas dibilas dengan airaquades, gelas objek dipegang pada posisi miring kemudian dikeringkandengan menempelkan kertas serap yaitu kertas tissue pada bakteri tanpamengelapnya. Kedua, pemberian Gram Iodium (lugol) yang berfungsisebagai pembentuk kompleks ungu kristal-yodium (UK-Y), kemudiandiamkan selama satu menit lalu dibilas kembali dengan air aquades dandikeringkan seperti tadi. Ketiga, pemberian alkohol 95% untukmenghilangkan warna pada gelas objek sampai warna tidak luntur lagi (± 20detik) lalu dibilas dan dikeringkan lagi. Keempat, pewarnaan dengan larutansafranin yang berfungsi sebagai indikator bakteri gram negatif ataupunpositif selama ± 20 detik kemudian dibilas dengan aquades dan dikeringkan.Setelah melakukan tahapan-tahapan tersebut kita akan mendapatkan

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Noval Kurnia liked this
Dyan Pratiwi liked this
Ika Zuha liked this
Aila Yumeko liked this
Ika Zuha liked this
Titik Fadilah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->