Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB IV

BAB IV

Ratings:

4.5

(6)
|Views: 1,643 |Likes:
Published by ujangketul62
bab iv audit kematian rsd kol abundjani bangko
bab iv audit kematian rsd kol abundjani bangko

More info:

Published by: ujangketul62 on Feb 08, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

 
BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Mutu pelayanan di rumahsakit salah satunya dapat dilihat dari jumlah angkakematian > 48 jam. Lebih lanjut kematian pasien di rumahsakit selalu dianggapsebagai penyimpangan yang memerlukan analisis penyebab mengapa kematian ituterjadi dan apakah penyebab kematian tersebut dapat dibenarkan (beralasan) atautidak dibenarkan (tidak beralasan) dari struktur input dan atau struktur prosespelayanan di Instalasi Rawat Inap rumahsakit.Selama tahun 2003-2005 tercatat 413 (empat ratus tiga belas) pasienmeninggal dunia, 167 (seratus enam puluh tujuh) diantaranya meninggal > 48 jamnamun setelah dievaluasi ulang hanya ditemui 147 (seratus empat puluh tujuh)pasien yang meninggal > 48 jam. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya ketidaktepatan dalam menghitung lama hari perawatan sebelum pasien meninggal dunia.Dari 147 RM dengan status pasien meninggal > 48 jam, hanya 102 (seratusdua) RM yang dapat diaudit, 45 (empat puluh lima) RM lain tidak dapat diauditkarena dokter utama yang merawat telah pindah tempat tugas, sehingga konfirmasitentang pelayanan tidak dapat dilaksanakan. Gambaran kelengkapan RM sebagaihasil tambahan dalam audit ini memberikan pengaruh terhadap audit, karenaproses audit menggunakan RM. Informasi yang diharapkan ditemui tidakterdokumentasi dengan jelas dalam RM yang digunakan.Penerimaan dokter utama tentang penelitian ini juga memberikan pengaruhterhadap hasil penelitian, hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut tentang persepsidokter terhadap proses audit karena memang dinyatakan bahwa tidak seorangdokterpun senang dikritik terutama tentang prestasinya pada mutu pelayanankesehatan yang membawa dampak pula pada tidak terpenuhinya harapan keluargapada kesembuhan anggota keluarganya yang dirawat. Penjelasan tujuan auditdalam sosialisasi penelitian telah membuat sedikit perubahan tentang pernerimaandokter dalam penelitian ini dan memberikan kemudahan prose penelitian.
 
3535
Berturut-turut akan disajikan distribusi kematian menurut tahun perawatan,kelompok SMF, biaya perawatan, kelas perawatan, umur, jenis kelamin, bulankejadian, adanya kesaksian dan penjamin biaya.
A. Distribusi Kematian.
1. Distribusi Kematian Menurut Tahun
Tabel 4
Distribusi Kematian > 48 Jam Terhadap Total Kematian Menurut TahunTOTALNO TAHUN> 48 JAM KEMATIAN %
1
2003 45 124 36,3
2
2004 59 177 33,3
3
2005 43 112 38,4Dari tabel di atas, persentase kematian > 48 jam dari total kematian tertinggiterjadi pada tahun 2005 yaitu 38,4% dan terendah pada tahun 2004. sedangkanpersentase dari total pasien dirawat tertinggi pada tahun 2004 yaitu 15,7% danterendah pada tahun 2005 seperti pada tabel 5 dibawah ini. Peningkatan jumlahpasien yang dirawat tidak menyebabkan peningkatan persentase jumlah pasienmeninggal > 48 jam, demikian pula keadaan sebaliknya. Pasien teridentifikasisebagai manusia dalam kategori beresiko tinggi untuk mendapatkan pelayanan.Kompetensi pelayanan juga akan mempengaruhi keluaran proses.
Tabel 5
Distribusi Kematian Terhadap Jumlah Pasien Menurut TahunNO TAHUN > 48 JAM PASIEN %1 2003 45 3349 13,42 2004 59 3754 15,73 2005 43 4822 8,9Bagaimanapun juga adanya kematian tetap memerlukan evaluasi kritis untukmengevaluasi mutu pelayanan di instalasi rawat inap, dan dari angka kematiandapat diketahui lebih lanjut bagaimana mutu pelayanan di rumah sakit danbagaimana tenaga profesional memberikan pelayanan baik secara klinik maupunsecara administrasi kepada pasien (Goel, 2002).
 
3636
2. Distribusi Kematian Menurut SMFRM pasien meninggal > 48 jam dikelompokkan dalam 4 (empat) SMF sepertiyang dimiliki RSKA, dengan pertimbangan kerahasiaan, maka kelompok SMFdiberikan kode. Distribusi kematian menurut kode SMF diterakan pada tabel berikutini.
Tabel 6
Distribusi Kematian > 48 Jam Menurut Kode SMF
JUMLAHNO KODE SMF2003 2004 2005 TOTAL%
1 001 2 12 9 23 232 002 10 20 24 54 533 003 - 1 4 5 54 004 2 11 7 20 19JUMLAH 14 44 44 102Dari tabel di atas terlihat bahwa kematian pasien > 48 jam terbanyak padakelompok SMF dengan kode 002. Tingginya angka persentase ini berhubungandengan banyaknya jumlah pasien yang dirawat dalam setiap tahunnya di kelompokSMF tersebut (Tabel 7), dimana persentasenya adalah 12,3%. Dari daftar 10penyakit terbanyak pelayanan rawat inap, 5 (lima) penyakit dalam daftar tersebutberasal dari SMF ini, yakni penyakit dengan kode ICD B.50-B.54, S.06, K.56 danA.15.0.
Tabel 7
Persentase Kematian > 48 Jam Terhadap Jumlah Pasien Menurut Kode SMF
NO KODE SMF TOTAL KEMATIAN JUMLAH PASIEN %
1 001 233073 7,52 002 544401 12,33 003 51892 2,64 004 202559 7,810211925

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mirza Risqa liked this
YonoKomputer.com liked this
Aiyya Fitria liked this
Ryzal Decker liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->