Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB V

BAB V

Ratings: (0)|Views: 3,032|Likes:
Published by ujangketul62
bab v audit kematian rsd kol abundjani bangko
bab v audit kematian rsd kol abundjani bangko

More info:

Published by: ujangketul62 on Feb 08, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

 
BAB VPENUTUP
A. KesimpulanKematian pasien > 48 jam tercatat 413 orang dan RM yang diauditberjumlah 102 ser RM. Persentase kejadian kematian tertinggi terhadap totalkematian terjadi pada tahun 2005 sedangkan terhadap jumlah pasien terjadipada tahun 2004. kematian terbanyak berdasarkan kode dokter 002 baikterhadap total kematian maupun terhadap jumlah pasien. Enam puluh persenkematian menelan biaya dibawah Rp. 3.000.000,oo sedangkan menurut kelasperawatan terbanyak terjadi di kelas perawatan intensif. Kematian yang terjadidiusia > 45 tahun berjumlah 49% dengan jenis kelamin terbanyak adalahperempuan, sedangkan waktu kejadian kematian meningkat pada bulanSeptember dan Desember dan perawat paling sering menjadi saksi dalamkematian pasien ini. Keluarga pasien menjadi penjamin biaya perawatan pasienselama dirawat sampai meninggal.Dari audit kematian ditemui kematian tidak beralasan yang terdiri dari:1. 8 kematian terjadi karena kejadian penyebab tidak dikenal;2. 7 kematian karena diagnosa tidak tepat;3. 5 kematian terjadi karena pencegahan yang dilakukan tidak adekuat; dan4. 1 kematian karena diagnosa utama terlambat ditegakkanPenyebab-penyebab kematian > 48 jam yang tidak beralasan beradadalam semua area penyimpangan dengan rincian area: administrasi/manajemenRS dengan 12 penyebab, Anggota SMF/individual 9 penyebab, unit pelayanandengan 8 penyebab, pelayanann klinik khusus 4 penyebab, dan perawatindividual dengan 4 penyebab, sedangkan kondisi dan atau ketidak taatanpasien dengan 3 penyebab, faktor masyarakat dengan 3 penyebab, sesuatuyang memerlukan penelitian lebih lanjut dengan 2 penyebab dan. 2 penyebabtermasuk dalam area Staf/Bagian pelayanan medik.
 
6060
Secara umum RM pasien rawat inap yang meninggal > 48 jam dalam tigatahun yang menjadi sampel dalam penelitian ini dapat dikatakan tidak lengkapKetidak lengkapan ini terlihat pada lembar RM dasar yang harus menjadi setdari setiap RM pasien yang dirawat inap. Secara teoritis mutu administrasi danRM RSKA adalah belum baik.Faktor ekternal yang diduga ikut menjadi penyebab adalah kebijakanpemerintah daerah sebagai stakeholder dalam menindaklanjuti advokasi RSKAdalam membangun PMI di daerah untuk mendukung kegiatan sosial dankesehatan terutama penyediaan darah yang dibutuhkan pasien. Kendala dalammelakukan audit kematian diantaranya adalah keakuratan data yang dibutuhkandari RM pasien dan faktor-faktor responden. Upaya sosialisasi mempermudahpelaksanaan penelitian.Kematian memberikan gambaran bagaimana indikator yang berhubungan /mengacu dengan aspek pelayanan medik, dan kematian pasien > 48 jamsecara klinik dapat disebabkan oleh gagalnya tahapan menegakkan diagnosapenyakit, tidak lengkapnya anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpenunjang dan dapat pula sebagai akibat dari informasi yang dibutuhkan doktertidak dapat diberikan oleh pasien dan atau keluarganya sehingga upayapelayanan dapat saja tidak tepat sasaran dan tidak adekuat.
B. Saran
Pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien terdiri dari serangkaianproses-proses dari beberapa sistem, sistem ini berhubungan dengan unsur-unsur manajemen seperti peralatan, manusia, kebijakan, dan anggaran.Penyimpangan dalam area-area penting manajemen pelayanan kesehatan yangmenyebabkan kematian tersebut, memerlukan tindakan terstruktur denganmanajemen resiko dan manajemen mutu. Untuk itu semua penelitimenyampaikan beberapa saran seperti berikut:
 
6161
Saran untuk Perawat, Seperti yang disarankan oleh The Nursing and MidwiferyCouncil, (2002), bahwa memelihara kualitas RM akan membantu dalammemelihara ketrampilan dan kemandirian dalam asuhan keperawatan, untuk inidiperlukan:1) deskripsikan dengan jelas hasil pengkajian, rencana keperawatan danrencana tindakan yang akan dilakukan,2) dokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pasien dan apayang akan dilakukan dalam merespon kebutuhan pasien,3) jika sudah diketahui dengan baik kondisi pasien lakukan tindakan yangdapat diterima dan dapat dilakukan dengan tahapan yang baik dan benarsaat melaksanakan perawatan kepada pasien dan jelaskan bahwa setiaptindakan tidak selalu berbahaya untuk selalu untuk keselamatan danmembatu mereka, dan4) menuliskan perencanaan perawatan agar dapat diteruskan oleh sejawatdalam perawatan berikutnya dan selalu menuliskan tindakankeperawatan yang telah dilaksanakan, dan dapat ditambahkan bahwaSaran untuk Dokter penyelenggara utama perawatan dan pengobatanpasien di instalasi rawat inap diantaranya adalah: Bertugas berdasarkan standarGeneral Medical Council seperti: pemberian pelayanan kepada pasienmerupakan hal yang utama, memperlakukan setiap pasien dengan sopan dansewajarnya, menghormati privasi dan kehormatan pasien, mendengarkan danmenghormati pandangan-pandangan pasien, memberikan informasi yang dapatdimengerti pasien, menghormati hak pasien dalam keterlibatan secara aktifpada pengambilam keputusan, selalu memperbaharui pengetahuan danketrampilan, menyadari berbagai keterbatasan yang dimilikinya, jujur dan dapatdipercaya, menghargai dan menjaga informasi tentang pasiennya,menghindarkan pasien dari resiko fisik dan finansial akibat tindakan medis,bekerjasama dengan para sejawat untuk kebaikan pasien-pasien yang dirawat.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Marlisa Icha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->