Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TUJUAN BELAJAR

TUJUAN BELAJAR

Ratings: (0)|Views: 125 |Likes:
Published by didikiskandar

More info:

Published by: didikiskandar on Jan 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah
Secara filosofis tujuan pendidikan sama dengan tujuan hidup. Pentingnya tujuandalam proses pendidikan sama hal pentingnya pendidikan dalam proses kehidupan.Mungkin tidak ada tujuan pendidikan bagi orang yang tidak memiliki tujuan hidup. Tanpaadanya tujuan yang jelas seperti dikatakan Davies (1976:73) semua perencanaan itu bagaikan mimpi yang tak mungkin dilakukan.Tujuan pendidikan menggambarkan tentang idealisme, cita-cita keadaan individuatau masyarakat yang dikehendaki. Karenanya tujuan merupakan salah satu hal yang penting dalam kegiatan pendidikan, sebab tidak saja memberikan arah kemana harusdituju, tetapi juga memberikan arah ketentuan yang pasti dalam memilih materi, metode,alat/media, evaluasi dalam kegiatan yang dilakukan.Dengan sebuah rumusan tujuan pendidikan, maka proses pendidikan akan denganmudah dinilai/diukur tingkat kebehasilannya. Keberhasilan pendidikan akan denganmudah dan cepat dapat dilihat dari segi pecapai tujuan. Dengan tujuan juga mempermudahmenyusun/menetapkan materi, metode dan alat atau media yang digunakan dalam proses pendidikan.Kegiatan menyusun rencana pembelajaran merupakan salah satu tugas pentingguru dalam memproses pembelajaran siswa. Dalam perspektif kebijakan pendidikannasional yang dituangkan dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses disebutkan bahwa salah satu komponen dalam penyusunan Rencana PelaksanaanPembelajaran (RPP) yaitu adanya tujuan pembelajaran yang di dalamnya menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengankompetensi dasar.Agar proses pembelajaran dapat terkonsepsikan dengan baik, maka seorang gurudituntut untuk mampu menyusun dan merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dantegas. Oleh karena itu, melalui tulisan yang sederhana ini akan dikemukakan secarasingkat tentang apa dan bagaimana merumuskan tujuan pembelajaran. Dengan harapandapat memberikan pemahaman kepada para guru dan calon guru agar dapat merumuskantujuan pembelajaran secara tegas dan jelas dari mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.1
 
BAB IITUJUAN BELAJAR DAN PEMBELAJARANA.TUJUAN BELAJA
Menurut Robert M. Gagne, taksonomi tugas-tugas belajar bahwa tujuan pembelajaran adalah mengetahui adanya perbedaan tipe belajar yang hendak dilakukan.Dapat dikatakan bahwa tugas belajar dapat ditelaah dari tipe belajar. Kita telah meyakini bahwa dalam mempelajari perilaku tertentu merupakan prasyarat mempelajari perilakuyang lain. Contoh, perilaku seorang bayi sebelum berjalan diawali dahulu dengan perilakududuk dan berdiri. Peserta didik tidak mungkin dapat menguasai perkalian sebelummenguasai konsep penjumlahan. Tipe-tipe belajar sebagaimana dirumuskan oleh Gagne(1979), yaitu:a)Belajar bersyarat (Signal learning)Belajar bersyarat (Signal learning), terjadi dalam mencapai kebiasaan umum,difusi, respon emosional terhadap sinyal. Contoh, anjing percobaan Pavlov terhadapcahaya dan bel dengan air liurnya. Pada manusia contoh responnya adalah munculnyarasa senang terhadap bunyi-bunyian musik yang disukainya. b)Belajar stimulus-respon (Stimulus-respons learning)Belajar stimulus-respon (Stimulus-respons learning) terjadi dalam belajar membuatgerakan otot relatif tetap dalam merespon stimulus yang khusus ataupun kombinasistimuli. Pada saat anak belajar berkata “mama” terhadap ibunya, dia membuat gerakanyang tepat pada bibir dan ujung lidahnya.c)Rangkaian (Chaining)Rangkaian (Chaining), terjadi dalam belajar untuk meng¬hubungkan suatu serihubungan stimulus respon yang dipelajari lebih awal. Misalnya, dapat diamati ketikaseorang anak belajar, yaitu: (a) memulai menulis namanya dengan huruf capital, (b)menghubungkan tulisan dengan nama pertamanya secara bersamaan, (c) membuat titik 2
 
 pada huruf “i”, (d) membuat garis silang pada huruf “t”, bahwa ia belajar dari yangsederhana dan pada akhirnya dapat menulis “Timothy” secara benar.d)Belajar asosiasi verbal (Verbal association learning)Belajar asosiasi verbal (Verbal association learning), merupakan subvariasi darichaining yang terjadi ketika stimulus dan respon dalam rangkaian yang terjadi ataskata atau suku kata. MisaInya belajar membentuk suatu pengertian, seperti kata-kata: pria-wanita, merah putih, musim kemarau dan hujan.e)Belajar diskriminasi (discrimination learning)Belajar diskriminasi (discrimination learning), terjadi dalam pemerolehankemampuan membuat respon yang berbeda terhadap suatu stimulus. Belajar diskriminasi banyak terjadi di Taman Kanak-Kanak dan SD/MI kelas I. Misalnya,anak-anak, diminta membedakan dua buah gambar yang satu memiliki garis mendatar dan yang satu lagi memiliki garis tegak. Keterampilan diskriminasi dianggap sebagaiketerampilan telah dipelajari sebelumnya.f)Belajar konsep (concept learning)Belajar konsep (concept learning), terjadi dalam pemerolehan kemampuan yangmemungkinkan seseorang untuk menemukan sesuatu stimulus atau objek yangmemberi rangsangan dari suatu kelompok objek yang memiliki ciri-ciri khusus.Dibedakan dua bentuk konsep, yaitu konsep konkrit dan abstrak. Konsep konkrit ciri-cirinya dapat diamati seperti bentuk, warna (konsep bundar, persegi panjang, halus,lengkung, dan sebagai¬nya). Sedangkan konsep abstrak adalah konsep per definisiartinya suatu konsep yang difahami dengan cara menjelas¬kan ciri-cirinya, misainvasopan, cantik, miskin, dan sebagainya.g)Belajar aturan atau hukurn (rule learning)Belajar aturan atau hukurn (rule learning), suatu aturan atau hukum dikatakan telahdipelajari bila dalam diri individu terdapat kinerja yang mengandung keteraturandalam suatu situasi tertentu. Contoh anak belajar tentang uang diperlukan untuk 3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->