Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DALAM KEGIATAN MERONCE DENGAN MANIK – MANIK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK KELOMPOK A DI TK KHADIJAH 2 SURABAYA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DALAM KEGIATAN MERONCE DENGAN MANIK – MANIK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK KELOMPOK A DI TK KHADIJAH 2 SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 2,290|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : TANTI DARMASTUTI,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : TANTI DARMASTUTI,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 03, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/28/2013

pdf

text

original

 
 Header 
halaman gasal: Penggalan Judul Artikel Jurnal1
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DALAM KEGIATAN MERONCEDENGAN MANIK
 – 
MANIK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK KELOMPOK ADI TK KHADIJAH 2 SURABAYATanti Darmastuti
PG PAUD FIP UNESAAbstrak
Meronce merupakan suatu kegiatan yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan yang cermat, melalui gerak jariyang memasukkan benang kedalam butir
 – 
butir ronce sehingga ketrampilan motorik halus anak akan terlatih.Keterampilan motorik halus adalah suatu pelaksanaan yang terlatih dan merupakan suatu rangkaian kondisi yangmelibatkan perbedaan isyarat dan koreksi kesalahan yang berkesinambungan dari kemampuan fisik ( tangan ) untuk menggunakan suatu media yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan serta otot - otot kecil atau otot
 – 
otot halus.Didalam kegiatan pembelajaran meronce digunakan metode demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan metodepembelajaran yang menyajikan dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada anak tentang suatu proses, situasiatau benda tertentu. Dengan menggunakan metode demonstrasi pada kegiatan meronce, maka kegiatan pembelajaranmenjadi lebih efektif sehingga hal tersebut dapat menjadi proses latihan untuk anak. Fokus pengamatan pada penelitianini adalah anak kelompok A usia 4 -5 tahun di TK Khadijah 2 Surabaya dengan jumlah partisipan 15 anak ( 10 anak perempuan dan 5 anak laki
 – 
laki ). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengankegiatan meronce manik 
 – 
manik yang dilakukan dalam 2 siklus. Tiap siklus dilakukan secara berdaur yang terdiri dariempat tahap yaitu :1. Perencanaan, 2. Tindakan, 3. Observasi, 4. Refleksi. Data penelitian diperoleh melalui observasidi kelas. Berdasarkan analisis data penilitian dan pembahasan, diperoleh hasil bahwa peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan meronce dengan manik 
 – 
manik pada siklus 1 pertemuan 1 mencapai 45,5% , sedangkanpada siklus 1 pertemuan 2 mencapai 51,7%. Pada siklus 2 pertemuan 1 meningkat menjadi 73,9% dan pada siklus 2pertemuan 2 menjadi sebesar 89,4%. Penelitian ini telah dilakukan mulai dari siklus I hingga siklus II. Hal ini dapatdisimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan meronce manik 
 – 
manik padakelompok A di TK Khadijah 2 Surabaya. Ini dikarenakan adanya latihan secara berkala pada anak, sehingga anak lebihsenang dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta semakin percaya diri dalam meronce.Kata kunci : motorik halus, meronce, dan metode demonstrasi
Abstract
 Beads stringing is an activity that requires careful eye-hand coordination through the fingers movement of threading
beads so that the child’s fine motor skills will be well trained. Fine motor skills is a trained enforcement and is a series
of conditions that involve difference cues and continuous error correction of physical abilities (hands) to use a mediumthat requires eye-hand coordination and small muscles or fine muscles. Demonstration method is used in the beadsstringing learning activities. Demonstration method is a teaching method that is presented by demonstrating and showing to children about a certain process, situation or item. By using demonstration method in the beads stringingactivities, the learning activities become more effective so it can be a process of exercise for the children. Observations focused on the study were children aged 4-5 years old in group A of TK Khadijah 2 Surabaya by the number of  participants 15 children (10 girls and 5 boys). This study uses classroom action research method with the beadsstringing activities that performed in 2 cycles. Each cycle performed consists of four stages : 1. plan, 2. action, 3.observation, 4. reflection. Research data obtained through observation in the classroom.Based on the data analysis and study, obtained results that the increase in fine motor skills of children through beads stringing activities at cycle 1attempt 1 reaches 45.5%, while at cycle 1 attempt 2 reaches 51.7%. At cycle 2 attempt 1 the increase by 73.9% and at cycle 2 attend 2 the increase by 89.4%. This study has been carried out starting from the cycle I to cycle II. It can beconcluded that there was an increase in fine motor skills of children through the beads stringing activities in group A of TK Khadijah 2 Surabaya. This is due to regular exercise in children, so that children more excited and enthusiastic in participating in learning activities as well as more confident in stringing.Keywords : fine motor, stringing, demonstration method 
PENDAHULUANLATAR BELAKANG
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencanauntuk mewujudkan suasana belajar dan prosespembelajaran agar peserta didik secara aktif 
 
Header halaman genap: Nama Jurnal. Volume 01 Nomor 01 Tahun 2012, 0 - 216mengembangkan potensi dirinya untuk memilikikekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlaq mulia serta keterampilanyang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.Pendidikan akan berlangsung sepanjang hayat kita. ( UUNo. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional ).Taman kanak 
 – 
kanak ( TK ) merupakan pendidikan anak usia dini dalam jalur formal. Pendidikan yang diberikanpada Taman kanak 
 – 
kanak ( TK ) berupa permainan
 – 
 permainan yang merangsang tumbuh kembang anak. Haltersebut dimaksudkan sebagai upaya menstimuluspertumbuhan dan perkembangan anak melalui beberapaaspek perkembangan di antaranya fisik motorik, kognitif,sosial emosional, spiritual, bahasa dan seni ( Kurikulum,2004 : 23 ).Kemampuan motorik terbagi menjadi 2 yaitumotorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar adalahaktivitas gerak tubuh yang menggunakan otot
 – 
otot besaryang meliputi gerak dasar lokomotor, non lokomotor danmanipulatif. Sedangkan motorik halus adalahkemampuan anak pra sekolah beraktivitas menggunakanotot
 – 
otot halus. Beberapa kegiatan yang berhubungandengan motorik halus anak misalnya menulis,menggambar, meronce, menganyam dan lain sebagainya( Samsudin, 2005 ).Kemampuan motorik halus anak sangatlahpenting ditingkatkan. Karena secara tidak langsungperkembangan motorik halus anak akan menentukanketerampilannya dalam bergerak, misalnya anak mulaidapat menyikat giginya, menyisir, membuka danmenutup resliting, memakai sepatu sendiri,mengancingkan pakaian, menggunting, mewarnai,menjahit, menganyam, meronce dan merautkan pensildengan rautan pensil. Pergerakan tersebut melibatkanbagian
 – 
bagian tubuh tertentu dan diawali olehperkembangan otot
 – 
otot kecil seperti keterampilanmenggunakan jari
 – 
jemari tangan dan gerakanpergelangan tangan yang luwes.Masyarakat berpandangan bahwa lembagapendidikan yang bagus adalah suatu lembaga yangmelatih dan mengajarkan kemampuan menulis, membacadan berhitung kepada anak sedini mungkin. Maka dengansendirinya sistem pendidikan memberikan memberikantuntutan yang tinggi kepada anak usia dini sebagai akibatdari pandangan tentang pendidikan. Anak 
 – 
anak yangbelum memiliki kemampuan sesuai dengan standart yangdisebutkan di atas dianggap tidak mampu bersaingdengan tuntutan pendidikan nasional yang terbentuk daricara pandang masyarakat itu sendiri.Bentuk permainan yang diberikan pada anak TKdirancang untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak adalah kegiatan meronce dengan manik 
 – 
 manik melalui metode demonstrasi. Kegiatan meronceadalah suatu pekerjaan yang mewujudkan penghargaanterhadap keindahan benda
 – 
benda yang ada di alam.Bentuk roncean yang digunakan adalah manik 
 – 
manik.Manik 
 – 
manik merupakan sekumpulan bahan yangberlubang atau sengaja dilubangi yang digunakan untuk merangkai suatu hiasan. Bentuk manik 
 – 
manik dapatberupa manik 
 – 
manik kayu, manik 
 – 
manik plastik,manik 
 – 
manik dari kertas dan biji
 – 
bijian. Kegiatanmeronce dengan manik 
 – 
manik adalah menyusun bahanberlubang atau sengaja dilubangi sehingga menghasilkanrangkaian yang dapat digunakan sebagai hiasan atausebagai penghias yang mencerminkan wujudpenghargaan terhadap keindahan benda
 – 
benda di alam (Sofyan, 1994 : 10 ).Metode demonstrasi adalah metode pengajaranyang menyajikan dengan memperagakan danmempertunjukkan kepada anak tentang suatu proses,situasi atau benda tertentu baik yang sebenarnya atauhanya sekedar tiruan. Metode demonstrasi tidak lepasdari penjelasan secara lisan oleh guru walaupun dalamproses demontrasi peran anak hanya sekedarmemperhatikan, akan tetapi metode demonstrasi ini dapatmenyajikan bahan pelajaran lebih konkret (Moelichatoen, 2004 : 108 ).Metode demonstrasi penting untuk diterapkandi Taman kanak 
 – 
kanak ( TK ), Agar anak mengetahuidengan jelas batasan tugas hingga dapat menyelesaikansecara tuntas. Secara umum anak TK masih berada padaperkembangan kognitif fase praoprasional yang artinyaanak mulai menyadari bahwa pemahamannya terhadapbenda
 – 
benda yang ada disekitar tidak hanya dapatdilakukan melalui aktivitas sensorimotor. Akan tetapi juga dapat dilakukan melalui aktivitas yang bersifatsimbolik. Salah satunya melalui kegiatan meronce.Kegiatan ini sangat efektif diterapkan di TK, karenadapat meningkatkan motivasi belajar anak sehingga dapatmemecahkan permasalahan pengembangan motorik halusanak. Dari kegiatan meronce inilah guru dapat mengukursebatas mana kemampuan motorik anak.Kegiatan meronce dengan manik 
 – 
manik melalui metode demonstrasi membutuhkan koordinasimata dan tangan yang cermat. Melalui kegiatan meroncedengan manik 
 – 
manik maka jari anak akan menjaditerampil saat harus memasukkan butir
 – 
butir ronce kedalam tali. Sehingga dapat membuat gerakkan tanganmenjadi luwes mengikuti alur yang berkelok 
 – 
kelok. (http://www.tabloid-nakita.panduantumbuh kembanganak.com ).Keterampilan otot jari dan keluwesan tangandisebut dengan motorik halus. Maka denganmeningkatnya motorik halus anak membutuhkan latihan.Proses memasukkan benang ke dalam manik 
 – 
manik merupakan suatu rangkaian latihan. Semakin sering anak 
 
 Header 
halaman gasal: Penggalan Judul Artikel Jurnal3berlatih maka semakin meningkat motorik halusnya.Dalam hal ini semakin banyak manik 
 – 
manik yangdironce anak maka motorik halus anak semakinmeningkat. Sehingga meronce dengan manik 
 – 
manik adalah pilihan yang tepat untuk meningkatkan motorik halus anak.Berdasarkan observasi awal di TK Khadijah 2Surabaya, khususnya anak kelompok A dalampembelajaran motorik halus pada kegiatan meroncedengan manik 
 – 
manik melalui metode demonstrasimasih belum bisa memasukkan butir
 – 
butir roncekedalam tali. Sehingga tali masih belum terisi denganbutiran ronce atau manik 
 – 
manik tersebut. Hal inidisebabkan karena kurangnya guru memberikandorongan motivasi pada saat anak meronce dan anak dilepas begitu saja tanpa diberi contoh cara
 – 
carameronce yang benar seperti metode praktek langsung.Pada kenyataannya tidak semua anak mampu meroncedengan terampil. Dari jumlah 15 anak kelompok A di TKKhadijah 2 Surabaya terdapat beberapa anak yangmengalami hambatan hingga 50 % pada motorik halusnya, sehingga diharapkan dengan kegiatan meroncedengan manik 
 – 
manik terjadi peningkatan pada motorik halus anak.
Rumusan Masalah
1. Apakah ada peningkatan kemampuan motorik halusdalam kegiatan meronce dengan manik 
 – 
manik melaluimetode demonstrasi pada anak kelompok A di TKKhadijah 2 Surabaya ?2. Bagaimana pelaksanaan metode demonstrasi padakegiatan meronce dengan manik 
 – 
manik dapatmeningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A di TK Khadijah 2 Surabaya ?
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah ada peningkatankemampuan motorik halus dalam kegiatan meroncedengan manik 
 – 
manik melalui metode demonstrasi padaanak kelompok A di TK Khadijah 2 Surabaya2. Untuk mendiskripsikan pelaksanaan metodedemonstrasi pada kegiatan meronce dengan manik 
 – 
 manik dapat meningkatkan kemampuan motorik halusanak kelompok A di TK Khadijah 2 Surabaya
Manfaat Penelitian
1. Bagi Penelitia. Menambah wawasan tentang pembelajaranmeronce agar lebih mudahdipahami anak.b. Dapat menemukan alternatif pembelajaran yangmenarik melalui metodedemonstrasi.2. Bagi Gurua. Sebagai pedoman untuk meningkatkan kemampuanmotorik anak melalui pembelajaran meronce denganmanik 
 – 
manik.b. Dapat meningkatkan hasil belajar anak didik dalammeningkatkan kemampuan motorik halus anak melaluikegiatan meronce.
Definisi Istilah
Agar tidak terjadi kesalahan persepsi dalammemahami judul penelitian ini, maka istilah yangdigunakan perlu didifinisikan sebagai berikut :1. Meronce dengan manik 
 – 
manik Meronce dengan manik 
 – 
manik merupakansuatu pekerjaan yang mewujudkan penghargaan terhadapkeindahan benda
 – 
benda yang ada di alam. Meroncedengan manik 
 – 
manik adalah suatu kegiatan merangkaibutir
 – 
butir ronce dalam satu kesatuan tali untuk membentuk suatu benda yang kongkrit. Sehingga hasilroncean dapat digunakan sebagai barang hiasan. Benda
 – 
 benda yang dilakukan untuk meronce bisa menggunakanmanik 
 – 
manik, kertas atau biji
 – 
bijian ( Sofyan, 1994 :10 ).2. Motorik halusMotorik halus atau gerak halus adalah aspek yangberhubungan dengan kemampuan anak melakukangerakan yang melibatkan bagian
 – 
bagian tubuh tertentudan dilakukan oleh otot
 – 
otot kecil, tetapi memerlukankoordinasi yang cermat serta mengamati sesuatu,menjimpit, menulis, meronce, menganyam dansebagainya. Maka dalam penelitian ini motorik halusyang dimaksud adalah meronce dengan manik 
 – 
manik ( Sujiono, 2000 ).3. Metode demonstrasiMetode demonstrasi adalah metode pengajaranyang menyajikan dengan memperagakan danmempertunjukkan kepada anak tentang suatu proses,situasi atau benda tertentu baik yang sebenarnya atauhanya sekedar tiruan. Metode demonstrasi tidak lepasdari penjelasan secara lisan oleh guru walaupun dalamproses demontrasi peran anak hanya sekedarmemperhatikan, akan tetapi metode demonstrasi ini dapatmenyajikan bahan pelajaran lebih konkret (Moelichatoen, 2004 : 108 ).
KAJIAN PUSTAKAA. Motorik halus1. Pengertian motorik halus
Berkembangnya motorik halus anak dimulaipada usia 1.5 tahun. Karena pada usia ini anak mulaibelajar memakai bajunya sendiri walaupun denganbantuan ( Hurlock, 1988 : 141 ). Motorik halus adalahkemampuan untuk mengkoordinasikan atau mengaturpenggunaan bentuk gerakan mata dan tangan secaraefisien, tepat dan adaptif. Bentuk 
 – 
bentuk gerak ini dapatdimanifestasikan mereka sendiri dalam berbagai variasi

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
IsnainiSofiyani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->