Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
JURNAL Febriansyah

JURNAL Febriansyah

Ratings: (0)|Views: 232|Likes:
Published by Yanuar D. Alvin

More info:

Published by: Yanuar D. Alvin on Jan 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/26/2013

pdf

text

original

 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN HASILPENGUKURAN (MHP) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN
COOPERATIVE LEARNING
TIPE STAD (
Student Teams Achievement Divisions)
MELALUI VIDEO
YOUTUBE
SEBAGAI MEDIAPEMBELAJARAN(Studi Pada Kelas X TL 3 SMK N 5 Jakarta)
 ENHANCEMENTOFLEARNINGUSINGMEASUREMENTS(MHP) COOPERATIVE LEARNING LEARNING MODELWITHTYPESTAD(Student Teams AchievementDivisions) THROUGH YOUTUBEVIDEOAS ALEARNINGMEDIA(Studies inX TL 3ClassSMKN 5Jakarta)Febriansyah Dinar Nugraha
1)
 , Bambang Dharmaputra
2)
danMassus Subekti
3)
1.Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta2.Dosen Universitas Negeri Jakarta3.Dosen Universitas Negeri Jakarta
 ABSTRAK 
 Berdasarkan observasi awal di SMKN 5 Jakarta yang dilakukan selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) selama satu semester, peneliti melihat adanya perbedaan ketika peserta didik diberikan teori dengan praktik, siswa cenderung tidak memperhatikan ketika diberikan teori.Peserta didik kurang termotivasi, kurang aktif dan kurang bersemangat dalam mengerjakan tugas.Keadaan ini mengakibatkan tidak efektifnya kegiatan pembelajaran. Penelitian yang dilaksanakanbertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan ketuntasan belajar siswa pada standar kompetensi Menggunakan Hasil Pengukuran
.
 Metode yang digunakan pada penelitian adalah metodePenelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learningtipe STAD (Student Teams Achievement Divisions), dengan bantuan media video YouTube. Mediavideo YouTube dimasukkan ke dalam modul yang nantinya tugas pembahasan dari hasil modulakan dibahas melalui LKS.Hasil penelitian pada siklus I rata-rata nilai siswa sebesar 72,22 tetapiada 5 siswa yang nilai di bawah KKM. Hasil penelitian pada siklus II nilai siswa sebesar 78,50masih ada 1 siswa yang nilai di bawah KKM. Hasil penelitian pada siklus III sebesar 87,10 tidak ada siswa yang nilai di bawah KKM. Angket siswa pada siklus I 24,52% siswa menyatakan sangat setuju dan 58,33% siswa menyatakan setuju, siklus II 26,67% siswa menyatakan sangat setuju dan64% siswa menyatakan setuju, siklus III 31,43% menyatakan sangat setuju dan 56,43% siswamenyatakan setuju. Jadi, dapat disimpulkan bahwa siswa merasa setuju (merasa puas) penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions)melalui videoYouTube sebagai media pembelajarandapat meningkatkan hasil belajar Menggunakan HasilPengukuran sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal sebesar 70 pada kelas X TL 3 SMK Negeri5 Jakarta.
Kata Kunci
:Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif STAD (
Student Teams Achievement  Divisions
),
YouTube,
KKM
 
 ABSTRACT 
 Based onpreliminary observationsinSMKN5 Jakartaconducted during thePractice Experience(PPL) for onesemester,researchers noticeda differencewhenstudentsare giventheoryandpractice, students tend tonot pay attentionwhen giventheory.Learnersare lessmotivated, lessactiveand less enthusiasticabout work. This situation resulted inineffectivelearning activities. Researchcarried outaimed at improvinglearning outcomesandstudentmasteryinMeasurement  ResultsUsingcompetency standards. The method usedin this researchis a method ofClassroom Action Research (CAR) using cooperative learningmodeltype STAD(Student Teams Achievement  Divisions), YouTubevideoswith thehelp of the media. MediaYouTubevideosinsertedinto amodulethat will bethe task ofthe discussionofthe resultswill be discussedthrough theworksheemodule. The resultsin the first cyclean averagevalueof72.22studentsbut there were 5studentswhoscore belowKKM. The resultsof the studentsin the second cycleof78.50still1 studentswhoscore belowKKM. The resultsforthe third cycle87.10no studentswhoscore belowKKM. Student questionnaireon the first cycle24.52% of studentsstrongly agreedandstated58.33%of studentsagreed, cycleII26.67% of studentsstatedstrongly agreedand 64% of studentsagreed, cycleIII 31.43% said strongly agreeand 56,43%of studentsagreed. Thus, it can be concludedthat thestudents feltdisagree(are satisfied) implementation of cooperative learningtype STAD(Student Teams AchievementDivisions) via YouTube videoas a medium oflearning canimprove learningoutcomesin accordance with theMeasurement ResultsUsingCriteriaMinimalmasteryinclass X is 70TL3SMK5 Jakarta.
Keywords
: Learning Outcomes, Cooperative Learning STAD (Student Teams AchievementDivisions), YouTube, KKM
I.PENDAHULUAN
Sampaisekarangpersoalan pendidikanyang dihadapi bangsa Indonesia adalahrendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnyapendidikan dasar dan menengah. Berbagaiupaya untuk meningkatkan mutu pendidikantersebut telah dan terus dilakukan, mulai dariberbagai pelatihan untuk meningkatkankualitas guru, penyempurnaan kurikulumsecara periodik, perbaikan sarana danprasarana pendidikan, sampai denganpeningkatan mutu pendidikan belummenunjukkan peningkatan yang signifikan.Untuk meningkatkan prestasi belajar siswadiperlukan guru kreatif yang dapat membuatpembelajaran menjadi lebih baik, menarik dandisukai oleh peserta didik. Guru dituntut dapatberperan aktif dalam dunia pendidikansehingga memberikan peluang untuk gurumengembangkankreativitasnya, dapatdilakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif.Selain itu, peserta didik mampu mengikutikegiatan-kegiatan mengajar dengan baik, aktif dan menyenangkan.Salah satu masalah yang dihadapi duniapendidikan kita adalah masalah lemahnya
 
proses pembelajaran. Dalam prosespembelajaran, anak kurang didorong untumengembangkan kemampuan berpikir. Prosespembelajaran di dalam kelas diarahkankepada kemampuan anak untuk menghafalinformasi, otak anak dipaksa untuk mengingatdan menimbun berbagai informasi tanpadituntut untuk memahami informasi yangdiingatnya itu untuk menghubungkannyadengan kehidupan sehari-hari.Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 6, StandarProses Pendidikan adalah standar nasionalpendidikan yang berkaitan denganpelaksanaan pembelajaran pada satuanpendidikan untuk mencapai standarkompetensi lulusan. Selain standar prosespendidikan ada beberapa standar lain yangditetapkan dalam standar nasional itu, yaitustandar kompetensi lulusan, standar isi,standar pendidik dan tenaga kependidikan,standar sarana dan prasarana, standarpengelolaan, standar pembiayaan, dan standarpenilaian. Munculnya penetapan standar-standar tersebut di atas, tiada lain didoronguntuk memperbaiki dan meningkatkankualitas pendidikan yang selama ini jauhtertinggal oleh negara-negara lain.Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilanpeserta didik untuk hidup mandiri danmengikuti pendidikan lebih lanjut sesuaidengan program kejuruannya. Seperti yangtelah dikutip dari Peraturan MenteriPendidikan Nasional Nomor 22 antara lain:“Agar dapat bekerja secara efektif danefisien serta mengembangkan keahliandan keterampilan, mereka harus memilikistamina yang tinggi, menguasai bidangkeahliannya, dan dasar-dasar ilmupengetahuan dan teknologi, memiliki etoskerja yang tinggi, dan mampuberkomunikasi sesuai dengan tuntutanpekerjaannya, serta memiliki kemampuanmengembangkan diri.”
1
Untuk mencapai standar kompetensi yangtelah ditetapkan oleh industri atau dunia usahaatau asosiasi profesi, substansi diklat dikemasdalam berbagai mata diklat yangdikelompokkan dan diorganisasikan menjadiprogram normatif, adaptif,dan produktif.Menggunakan Hasil Pengukuran merupakanprogram produktif yaitu dasar kompetensikejuruan yang mempunyai durasi waktu 140 jam, alokasi waktu satu jam pelajaran tatapmuka adalah 45 menit.
2
Kelompok produktif adalah mata pelajaran yang alokasi waktunyadisesuaikan dengan kebutuhan programkeahlian, dan dapat diselenggarakan dalamblok waktu atau alternatif lain.Berdasarkan observasi awal di SMKN 5Jakarta yang dilakukan selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) selama satusemester, peneliti melihat adanya perbedaanketika peserta didik diberikan teori denganpraktik, siswa cenderung tidak memperhatikan ketika diberikan teori. Pesertadidik kurang termotivasi, kurang aktif dankurang bersemangat dalam mengerjakantugas, pekerjaan rumah banyak yang tidak mengerjakan dengan berbagai alasan, ada jugayang mengerjakan dengan asal jadi saja.Keadaan ini mengakibatkan tidak efektifnyakegiatan pembelajaran. Pada pembelajaranMenggunakan Hasil Pengukuran, guru lebihcenderung menggunakan pembelajarankonvensional. Pembelajaran konvensional inikurang memberikan hasil yang maksimal,peserta didik merasa jenuh, motivasi pesertadidik menjadi rendah dan nilai yang diperolehkurang maksimal, selain itu pembelajarankonvensional membuat peserta didik hanyaduduk, diam, mendengar, mencatat danmenghafal. Terbukti dapat dilihat pada(Tabel.1).
1
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. “
Permendiknas nomor 22 tahun 2006.”
2
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. “
Permendiknas nomor 22 tahun 2006.”

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->