Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Skripsi Rasmini Nim 4105066

Skripsi Rasmini Nim 4105066

Ratings: (0)|Views: 263|Likes:
Published by Yelius Jeye Wardane

More info:

Published by: Yelius Jeye Wardane on Jan 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/08/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Dalam era globalisasi dituntut tenaga kerja yang terampil dan bermututinggi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berperan. Salahsatu ilmu yang mendukung kemajuan teknologi adalah ilmu fisika. Fisikaadalah ilmu yang mempelajari kejadian-kejadian alam, atau yang berhubungandengan alam, baik secara nyata maupun abstrak. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang ilmu fisika, maka siswa harus menempuh proses belajar mengajar yang baik. Belajar akan lebih berhasil bila telah diketahui tujuanyang ingin dicapai. Salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan fisikayang baik dan untuk mengatasi berbagai kelemahan dalam proses belajar mengajar adalah menerapkan pembelajaran dengan pendekatan dan metodemengajar yang berbeda.Untuk mencapai suatu hasil belajar yang maksimal, banyak aspek yangmempengaruhinya, di antaranya aspek guru, siswa, metode pembelajaran danlain-lain. Pelajaran fisika adalah pelajaran yang mengajarkan berbagai pengetahuan yang dapat mengembangkan daya nalar, analisa, sehingga hampir semua persoalan yang berkaitan dengan alam dapat dimengerti. Untuk dapatmengerti fisika secara luas, maka harus dimulai dengan kemampuan pemahaman konsep dasar yang ada pada pelajaran fisika. Berhasil atautidaknya seorang siswa dalam memahami pelajaran fisika sangat ditentukanoleh pemahaman konseptual. Pelajaran fisika menurut sebagian pelajar,merupakan pelajaran yang sulit dipahami dan tidak menarik sehingga hasil
 
 belajar fisika siswa menjadi kurang baik.Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya hasil belajar fisika siswa diSMP Negeri 2 Lubuklinggau kelas VIII pada semester II 2009/2010. Di kelasVIII 3 yang mendapat nilai
<
6,5 sebanyak 30 siswa dan yang mendapat nilai5,6
sebanyak 10 siswa, sedangkan dikelas VIII 4 yang mendapatkan nilai
<
6,5 sebanyak 25 siswa dan yang mendapat nilai5,6
sebanyak 15 siswa(Sumber: Guru Mata Pelajaran Fisika SMP Negeri 2 Lubuklinggau, tahun2009/2010).Dari data tersebut siswa yang mendapat nilai5,6
kurang dari 50 %.Hal ini berarti bahwa ketuntasan belajar belum tercapai, karena siswadikatakan tuntas perorangan apabila mendapat nilai 6,5 keatas. Secara klasikalketuntasan belajar secara perorangan mencapai 85 % lebih dari jumlahseluruh siswa kelas tersebut (Depdikbud, 1994 : 37).Rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap pembelajaran sangattergantung oleh banyak hal, secara umum dapat dikatakan kesulitan dalammemahami suatu pelajaran dapat ditinjau dari beberapa hal yaitu dari segimateri, guru, siswa, dan strategi pengajaran. Sedangkan rendahnya hasil tesdapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu kurangnya saranadan prasarana belajar mengajar, kurangnya kreatifitas siswa dalam belajar serta tidak adanya variasi dalam penggunaan metode pendekatan pembelajaran. Sesuai dengan penyataan Hudoyo (dalam Rena, 2004:1) :“Guru seharusnya memilih pendekatan mengajar yang sesuaidengan pokok bahasan yang diajarkan. Karena apabila guru tidak tepat memilih pendekatan mengajar dengan pokok bahasan yangdiajarkan dapat menimbulkan kesulitan siswa dalam memahami pengajaran. Selain memilih pendekatan mengajar yang sesuaidengan pokok bahasan yang diajarkan, guru harusmempertimbangkan perkembangan intelektual siswa sertakemampuan dan kesiapan siswa tersebut ”.2
 
1
 
Pendekatan mengajar yang akan digunakan adalah pendekatan formaldan informal. Melalui pendekatan formal, pembahasan pelajaran fisika dalammengenal suatu rumus dengan membahas turunannya atau membuktikanterlebih dahulu kebenarannya dengan menggunakan definisi-definisi ataurumus-rumus dan sifat-sifatnya. Dan pendekatan informal, pembahasan pelajaran fisika dalam mengenalkan suatu rumus atau definisi-definisi tanpamembahas penurunannya atau membuktikan terlebih dahulu kebenarannya.Kelebihan dari pendekatan formal adalah siswa dapat memahami darimanadan bagaimana rumus itu diperoleh sehingga pembelajaran akan lebih bermakna. Sedangkan kelebihan dari pendekatan informal adalah tidak banyak menghabiskan waktu.Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti menetapkan dan memilih judul penelitian : Perbandingan Hasil Belajar Fisika Antara PenggunaanPendekatan Formal dan Informal Pada Materi Tekanan Kelas VIII DiSekolah Menengah Pertama Negeri 2 Lubuklinggau Tahun Pelajaran2009/2010”.B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah : “Adakah perbedaan dari perbandingan hasil belajar siswa antara penggunaan pendekatan formal dan pendekatan informal padakelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Lubuklinggau ?”
C.Ruang Lingkup Penelitian
Agar permasalahan tidak terlalu luas dan tidak menyimpang dari3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->