Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Antara Kompetensi Mengajar Guru Dengan Hasil Belajar Bahasa Jepang

Hubungan Antara Kompetensi Mengajar Guru Dengan Hasil Belajar Bahasa Jepang

Ratings: (0)|Views: 44 |Likes:
Published by valentinorory

More info:

Published by: valentinorory on Jan 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2013

pdf

text

original

 
Prosiding Penelitian Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora 2011
 
142
 
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI MENGAJAR GURU DENGANHASIL BELAJAR BAHASA JEPANG SISWA KELAS XII IPS(3 KELAS) DAN XII IPA (1 KELAS) DI SMA CENDERAWASIH 1JAKARTA SELATAN TAHUN AJARAN 2011/2012Restoeningroem dan Satiza, S. S
Program Studi Pendidikan Bahasa JepanFakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
ABSTRAK
Meningkatkan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang harusdilaksanakan untuk terciptanya peningkatan mutu pendidikan nasional. Kenyataanyang tidak dapat dipungkiri bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi selaluberkembang dan dampaknya merambah pada aspek pendidikan. Lembaga pendidikandiharapkan dapat menjadi pusat kreativitas dalam mengantisipasi masa depan danmemberikan sumbangan pada kemajuan intelektual dan sosial, serta mampumenghasilkan perancang perubahan, pendorong perubahan, yang berjiwa inovatif dankewirausahawan. Disadari kualitas pembelajaran tidak terlepas dari kualitas guru,atau dengan kata lain kualitas edukatif yang dimiliki guru berkaitan dengan kualitasinteraksi yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Guru dikatakan berkualitas jikaguru mempunyai bekal pengetahuan yang komprehensif, karena itu guru perlu selalumeningkatkan kompetensinya (Purwadi, 1992: 80). Guru yang baik dan bijaksanaadalah baik dan bijaksana ditinjau dari siswa dan bukan dari sudut itu sendiri.Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik analisis korelasional yaitumencari hubungan antara dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat.Metode survey digunakan karena penelitian ini bertujuan untuk memperolehinformasi tentang gejala pada saat penelitian dilakukan. Metode survey adalahpenyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yangada dan keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomiatau politik dari suatu kelompok (Nadzir, 1983: 63). Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kompetensi mengajar gurudengan hasil belajar bahasa Jepang baik pada siswa SMA Cendrawasih 1 JakartaSelatan tahun ajaran 2011/2012. Kompetensi mengajar guru member sumbangan17% terhadap hasil belajar siswa. Semakin tinggi kompetensi belajarnya makasemakin tinggi hasil belajar bahasa Jepang yang didapatkan. Dan sebaliknya,semakin rendah kompetensi belajarnya maka semakin rendah pula hasil belajarbahasa Jepang yang didapatkan.
Kata Kunci:
Kompetensi mengajar, hasil belajar bahasa Jepang
 
Prosiding Penelitian Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora 2011
 
143
 
PENDAHULUAN
1.
 
Latar Belakang MasalahMeningkatkan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang harusdilaksanakan untuk terciptanya peningkatan mutu pendidikan nasional. Kenyataanyang tidak dapat dipungkiri bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi selaluberkembang dan dampaknya merambah pada aspek pendidikan. Lembaga pendidikandiharapkan dapat menjadi pusat kreativitas dalam mengantisipasi masa depan danmemberikan sumbangan pada kemajuan intelektual dan sosial, serta mampumenghasilkan perancang perubahan, pendorong perubahan, yang berjiwa inovatif dankewirausahawan (Rifai, 1996: 199).Untuk itu lembaga pendidikan dituntut agar dapat menempatkan dirinya sebagaipusat perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan kata lain peran lembaga pendidikanformal apakah itu pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan tinggimempunyai peranan yang sangat penting.Pendidikan formal memiliki pengaruh yang kuat terhadap individu dalammelaksanakan tugas sehari-hari yang dimiliki sebelumnya. Dengan pendidikanformal, terjadilah proses belajar mengenai hal-hal baru (Semiawan, 1998: 32). Halini merupakan persoalan bagi guru dalam segala geraknya dalam dunia pendidikan.Oleh karena itu, kompetensi guru ditantang untuk selalu dibenahi agar turutmenyertai perubahan pendidikan dalam dinamika zaman. Sehingga, kompetensi gurusebagai tenaga profesional, yang diharapkan dapat mengantarkan anak didik yangmenjadi pribadi yang paripurna. Kompetensi sebagai suatu tugas yang memadai ataupemilikan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dituntut oleh jabatanseseorang (Djamarah, 1991: 33).Disadari kualitas pembelajaran tidak terlepas dari kualitas guru, atau dengankata lain kualitas edukatif yang dimiliki guru berkaitan dengan kualitas interaksiyang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Guru dikatakan berkualitas jika gurumempunyai bekal pengetahuan yang komprehensif, karena itu guru perlu selalumeningkatkan kompetensinya (Purwadi, 1992: 80). Guru yang baik dan bijaksanaadalah baik dan bijaksana ditinjau dari siswa dan bukan dari sudut itu sendiri(Surakhmad, 1984: 138).
 
Prosiding Penelitian Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora 2011
 
144
 
Dengan kata lain, peningkatan mutu pendidikan akan tercapai jika didukungoleh guru yang berkualitas. Guru yang berkualitas menurut Suryadi adalah guru yangmemiliki: (a) Kemampuan profesional, (b) upaya profesional dan (c) waktu yangdicurahkan untuk kegiatan profesionalnya (Suryadi, 1992: 2).Dalam proses belajar mengajar guru merupakan tenaga profesional yang sangatbertanggung jawab, sehingga tidak heran jika terjadi kegagalan dalam duniapendidikan, maka guru menjadi fokus kritik baik oleh para ahli maupun masyarakat.Dalam kaitannya dengan uraian tersebut, Usman menyatakan bahwa peranan gurusangat berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangansiswa, dan pencapaian tujuan pembelajaran (Usman, 1992: 10). Hal ini pulalahmengapa jabatan atau profesi guru memerlukan kemampuan khusus, pekerjaan initidak bisa dilakukan oleh sembarang orang tanpa memiliki keahlian sebagai guru.Untuk menjadi seorang guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guruprofesional selain harus menguasai materi, juga dapat melakukan penyampaian yangtepat agar tercipta keberlangsungan proses belajar mengajar yang tepat pula untuk peserta didik.Selain itu juga guru dituntut untuk selalu memperhatikan keberhasilan anak didiknya serta mengevaluasi seluruh pengajaran yang diberikan untuk selalumemantau hasil belajar siswa. Hal ini pun bisa mendorong peningkatan kinerja guruyang kompeten dan menunjang prestasi belajar siswa. Semakin banyak SMA yangmenjadikan pelajaran bahasa Jepang muatan lokal, akan semakin banyak juga tenagapengajar yang dibutuhkan untuk mengajar. Sejak diberlakukan kurikulum SMA padatahun 2006, mata pelajaran bahasa Jepang dapat diajarkan di program pilihan danmulok, dan sejumlah guru di Jabodetabek terus meningkat (Kurihara, 2008: 4).Dalam kaitannya dengan hasil belajar bahasa Jepang, kompetensi harus lebihditingkatkan dikarenakan dalam pengajaran bahasa Jepang harus memberikan latihandan keterampilan berbahasa yang meliputi: (1) keterampilan menyimak, (2)keterampilan berbicara, (3) keterampilan membaca, (4) dan keterampilan menulis(Tarigan,1989: 1).Ahmad Dahidi (2008), dalam Seminar Pendidikan bahasa Jepang berpendapat,bagi guru yang ingin menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, pembelajaranyang mudah dipahami murid-muridnya, tentunya harus selalu membiasakan diri

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->