Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Makalah Pajak

Contoh Makalah Pajak

Ratings: (0)|Views: 587 |Likes:
Published by Adi Kurniawan

More info:

Published by: Adi Kurniawan on Jan 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2014

pdf

text

original

 
I.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Balakang
Pajak sebagai suatu sumber penghasilan negara semakin penting peranannyadari hari ke hari, semakin menipisnya sumber daya alam sebagai sumber devisamembuat pajak semakin
vital
peranannya. Indonesia diperkirakan akan menjadi
"net oil importer"
dalam kurun
waktu
antara 20-30 tahun. Hutan tropis sebagaisumber devisa akan semakin sulit masuk kepasaran dunia karena adanya isulingkungan dan kebijakan
eco labeling.
Selain itu semakin meningkatnyakebutuhan dana untuk pembangunan dan semakin besarnya hutang luar negeri,tiada lain pilihan yang harus dilakukan adalah peningkatkan penghasilan darisektor pajak.Peranan RAPBN 2004 sangat penting dan strategis mengingat untukpertamakalinya sejak krisis ekonomi melanda bangsa Indonesia pertengahantahun 1997, bangsa Indonesia menyusun RAPBN sendiri dengan menutuppembayaran luar negeri dengan sumber pembiayaan dalam negeri sehubungandengan berakhimya kontrak kerja sama dengan
IMF.
Sebagaimana diketahui bahwa dalamRUUtentang APBN 2004 disebutkanbahwa sektor pajak masih akan dijadikan andalan oleh pemerintah, dalamrancangan belanja negara 2004, tax ratio akan dinaikkan menjadi13,5%dibandingkan tahun 2003 sebesar
13,1%.
Dan selama 3 tahun terakhir, peranansektor pajak terus dinaikkan. Penerimaan negara dari sektor pajak pada tahun2001 mencapai
61,6%,
pada tahun 2002 meningkat menjadi 70% dan tahun 2003meningkat menjadi 75%.
 
Menurut Menteri Keuangan
RI
Budiono
mempertegas bahwa pajak adalahsektor andalan, karena berperan cukup besar dalam RAPBN 2004 yakni sebesarRp. 217 trilliun atau naik 6,6% dari APBN tahun 2003 dengan rincian 49,1% dariPPh, 31,8% dari PPN dan PPnBM, 3,9% dari PBB dan BPHTB diluar tersebutsebanyak 15,2% dari penerimaan pajak berasal dari bea masuk, cukai, pungutanekspor dan pajak lainnya. Dan pajak adalah salah satu sektor penerimaan negarayang paling aman karena tidak beresiko seperti halnya pinjaman-pinjaman.Komitmen Pemerintah untuk tidak semakin tergantung kepada utang luarnegeri menjadikan penerimaan pajak telah menjadi tulang punggung pemerintahdalam pembiayaan icegiatannya. Sejalan dengan komitmen tersebut, DirektoratJenderal Pajak melakukan pembaharuan untuk lebih memberikan rasakeadilan dan meningkatkan pelayana, serta lebih menciptakan kepastian hukumbagi wajib pajak.Saat ini kebijakan perpajakan Nasional
dari
Direktorat Jenderal PajakDepartemen Keuangan adalah "Mewujudkan Citra dan Target Pajak MenjadiNyata Melalui Program Sadar dan Peduli Pajak". Tema tersebut secarakonsisten di tuangkan dalam kebijaksanaan startegis guna mengoptimalkanpenerimaan negara melalui ekstensifikasi dan instensifikasi pajak dengan langkah-langkah startegis sebagai berikut
:
1. Konsolidasi internal DJP2. Meningkatkan penyuluhan dan pelayanan kepada Wajib Pajak (WP)3. Meningkatkan pengawasan kepatuhan terhadap WP4. Memanfaatkan pertukaran informasi
5,
Elektronik Intelegent Revenue Service.
 
Seiring dengan Visi dan Misi Direktorat Jenderal Pajak, peranan pelayanansangat penting terutama kepada masyarakat wajib pajak. Sebagaimana diketahuibahwa objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak AtasTanah dan Bangunan (BPHTB) meliputi semua lapisan masyarakat, sehinggasecara nasional mempunyai nilai strategis dan mencerminkan kegotongroyonganseluruh unsur masyarakat dalam pembiayaan pembangunan (Soeharno, 2003).Pada hakekatnya pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan merupakan salahsatu sarana penvujudan kegotong royongan nasional dalam pembiayaan negaradan pembangunan nasional, sehingga dalam pengenaannya hasmemperhatikanprinsip-prinsip kepastian hukum, keadilan dan kesederhanaan serta ditunjang olehsystem administrasi perpajakan yang memudalkan wajib pajak dalam memenuhikewajiban pembayaran pajaknya. Menurut Machfud Sidiq dalam Soehamo(2003) pajak bumi dan bangunan yang dikenal dengan istilah pajak property(property tax) sangat sulit pengadministrasiannya. Kesalahan dalam menentukankebijaksanaan dalam pengenaan pajak akan menyebabkan gejolak sosial danpolitik yang mahal harganya.Dengan memanfaatkan teknologi informasi, Direktorat PBB dm BPHTBDirektorat Jenderal Pajak telah mengembangkan system penunjang Sismiopberupa Sistem Informasi Geografis (SIG), Payment On-line System (POS) PBBdm Pelayanan Informasi Telepon (PIT). POS PBB merupakan suatu aplikasipendukung Sismiop yangberfungsi untuk meningkatkan pelayanan kepada Wajibpajak yang berhubungan dengan pembayaran PBB dan pemantauannya, sebagaitindak lanjut dengan pengembangan Payment On-line System (POS) PBB, jugatelah dikembangkan aplikasi layanan pembayaran online PBB melalui ATM
.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->