Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengelasan Dibawah Permukaan Air Laut

Pengelasan Dibawah Permukaan Air Laut

Ratings: (0)|Views: 30 |Likes:

More info:

Published by: Srimaden Suharningsih on Jan 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

 
PENGELASAN DIBAWAH PERMUKAAN AIR LAUT(UNDERWATER WELDING)
Posted: December 15, 2010 in tentang perIndustrian 
2 Teknologi pengelasan (
welding
) sering sekali digunakan untuk memperbaiki kerusakan yangterjadi pada badan kapal, bangunan lepas pantai serta konstruksi lainnya yang terendam air. Padapelaksanaannya, pengelasan di permukaan air masih merupakan prioritas utama sedangkanpengelasan di bawah air adalah alternatif lain yang dipilih bilamana tidak memungkinkan untuk dikerjakan di permukaan air. Ada beberapa keuntungan yang didapat dari teknik pengelasan ini,diantaranya adalah biaya yang relatif lebih murah dan persiapan yang dibutuhkan jauh lebihsingkat dibanding dengan teknik yang lain, namun ada hal-hal lain yang mesti dipertimbangkansebelum mengaplikasikannya. Selama masa operasinya, struktur lepas pantai akan membutuhkanbeberapa intervensi bawah air untuk perawatan, perbaikan atau perubahan, seperti:1.
 
Penguatan untuk resertifikasi struktur yang telah habis desain life-nya.2.
 
Perbaikan karena kesalahan desain.3.
 
Perbaikan karena kerusakan yang disebabkan oleh:1.
 
Kesalahan pada saat instalasi,2.
 
Insiden, misalkan tertabrak kapal, badai,3.
 
kejatuhan benda dari atas dek, dan sebagainya,4.
 
keretakan pada sambungan karena keadaan lingkungan (ombak, angin).4.
 
Penambahan struktur karena adanya perubahan operasi (pemasangan
riser 
 
clamp
,
caisson
, dan sebagainya).5.
 
Pemasangan anodeUntuk intervensi dari jenis-jenis tersebut, terdapat beberapa teknik umum yang digunakanseperti:1.
 
Grinding out cracks
 2.
 
Clamps
 3.
 
Grout filling
 4.
 
Pengelasan
hyperbaric
 5.
 
Pengelasan bawah airTerdapat beberapa pihak belum tertarik untuk menerapkan teknik pengelasan di bawahpermukaan air. Hal ini terbukti bahwa hanya ada 50 kegiatan pengelasan bawah air untuk perbaikan struktur lepas pantai yang dipublikasikan selama 40 tahun terakhir, itu juga dengansedikit informasi yang bersifat teknik. Pihak industri masih tertarik untuk memakai pengelasan
hyperbaric
atau pemasangan
clamp
meskipun butuh persiapan yang lebih rumit dan biaya yanglebih mahal.
 
1.
 
Kendala pada
Underwater Welding
 Keengganan pihak industri untuk memakai teknik pengelasan bawah air ini bisa dimengertimengingat hal-hal berikut :1.
 
Class
, baik DNV atau LR belum menerima teknik ini untuk perbaikan yang sifatnyapermanen. Terdapat
weld defects
yang hampir selalu menyertai (
 porosity, lack of fusion,cracking
) yang memberatkan teknik pengelasan ini untuk tujuan-tujuan perbaikanpermanen. Pada perbaikan elemen yang dapat dikatakan kurang penting,
class
sudah bisamenerimanya sebagai permanen bersyarat yaitu bisa dianggap sebagai permanen asaldalam inspeksi mendatang tidak ditemukan penurunan yang signifikan dari kualitaspengelasan.2.
 
Mengacu pada AWS D3.6:1999 yaitu
Specification for underwater welding
, hasil terbaik yang bisa diperoleh dari teknik ini adalah baru Class B. Hasil seperti ini hanya bisaditerima kalau tujuan pengelasan hanya untuk aplikasi yang kurang penting/kritis dimana
ductility
yang lebih rendah,
 porosity
yang lebih banyak,
discontinuities
yang relatif lebihbanyak masih bisa diterima. Kalaupun pengelasan ini dipakai biasanya hanyadiaplikasikan untuk tujuan-tujuan yang sifatnya
‘fit for 
 
 purpose’ 
saja.3.
 
Tingginya resiko
hydrogen cracking
di area HAZ terutama untuk material yangmempunyai kadar karbon
equivalent 
lebih tinggi dari 0.4%. Terutama di Laut Utara,struktur lepas pantainya biasa menggunakan material ini.4.
 
Berdasarkan pengalaman yang ada di industri, teknik pengelasan ini hanya dilakukansampai kedalam yang tidak lebih dari 30 meter.5.
 
Kinerja proses
shieldedmetal arc
(SMA) dari elektroda
 ferritic
memburuk denganbertambahnya kedalam. Produsen elektroda komersial juga membatasai penggunaannyasampai kedalaman 100 meter saja.6.
 
Sifat hasil pengelasan juga memburuk dengan bertambahnya kedalaman, teruatama
ductility
dan
toughness
(
charpy impact 
).7.
 
Karena kontak langsung dengan air, maka air di sekitar area pengelasan menjadimendidih dan terionisasi menjadi gas oksigen dan hidrogen. Sebagian gas ini melebur kearea HAZ tapi sebagian besar lainnya akan mengalir ke udara. Bila aliran ini tertahan,maka akan terjadi resiko ledakan yang biasanya membahayakan penyelam.1.
 
Pemecahan Masalah dari
Underwater Welding
 Meskipun ada beberapa kendala yang membuat pihak industri yang enggan untuk memakaiteknik pengelasan ini, sebenarnya terdapat beberapa usaha perbaikan yang telah dilakukan, baik dalam teknik pengelasan maupun mutu elektrodanya, yaitu1.
 
 Hydrogen cracking
dan
hardness
di area HAZ bisa diminimalisasi atau dihindari denganpenerapan teknik 
multiple temper bead 
(MTB). Konsep dari teknik ini adalah denganmengontrol rasio panas (
heat input 
) diantara lapisan-lapisan
bead 
pengelasan.Pengontrolan panas ini, ukuran
bead 
pada lapisan pengelasan pertama harus disesuaikan
 
sehingga penetrasi minimum ke material bisa didapat. Begitu juga untuk lapisan yangkedua dan seterusnya. Terdapat tiga parameter yang mempengaruhi kualitas pengelasandalam penerapan MTB ini, yaitu jarak antara
temper bead 
, rentang waktu pengelasan,dan
heat input 
.2.
 
Teknik 
buttering
juga bisa digunakan terutama untuk material dengan CE lebih dari0.4%. Elektroda
butter 
yang digunakan bisa elektroda yang punya
oxidizing agent 
atauelektroda thermit.3.
 
Pemakain elektroda dengan
oxidizing agent 
. Agent ini akan menyerap kembali gashidrogen atau oksigen yang terserap di HAZ.4.
 
Pemakaian thermit elektroda juga bisa digunakan. Elektroda jenis ini akan memproduksipanas yang tinggi dan pemberian material las (
weld metal
) yang sedikit sehinggamengurangi kecepatan pendinginan dari hasil pengelasan oleh suhu di sekitarnyasehingga terjadi semacam proses
 post welding heat treatment 
.5.
 
Elektroda berbasis nikel bisa menahan hidrogen untuk tidak berdifusi ke area HAZ.Sayangnya
hardness
di area HAZ masih tinggi dan kualitas pengelasan hanya baik untuk kedalaman sampai 10 meter.1.
 
Metode Pengelasan pada Pengelasan Bawah Air
 Metode perbaikan akan dibutuhkan seperti pengelasan bawah air (
underwater welding
). Duakategori utama pada teknik pengelasan di dalam air adalah pengelasan basah (
Wet Underwater welding
) dan pengelasan kering (
 Dry Underwater Welding
).1.
 
Pengelasan Basah (
Wet Underwater Welding
)
 Dimana proses pengelasan ini berlangsung dalam keadaan basah dalam arti bahwa elektrodemaupun benda berhubungan langsung dengan air. Applikasi pengelasan sampai kedalaman 150m. Metode pengelasan memberikan hasil yang kurang memuaskan, disamping memerlukan
welder 
yang memiliki keahlian menyelam yang tangguh dan memerlukan pakaian khusus untuk selam, gelembung gas yang terjadi selama proses pengelasan akan sangat mengganggupengamatan
welder 
tersebut. Adapun proses pengelasan yang dipakai SMAW, FCAW dan MIG.
Shielded metal arc welding
(SMAW) adalah proses pengelasan dengan mencairkan materialdasar yang menggunakan panas dari listrik antara penutup metal (elektroda). SMAWmerupakan pekerjaan manual dengan peralatan meliputi
 power source
, kabel elektroda,kabel kerja (work cable),
electrode holder
,
work clamp
, dan elektroda. Elektroda dansystem kerja adalah bagian dari rangkaian listrik.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->