Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
7 Sistem Agribisnis Sumardjo

7 Sistem Agribisnis Sumardjo

Ratings: (0)|Views: 3 |Likes:
Published by Enoo Daloenkk

More info:

Categories:Types, Comics
Published by: Enoo Daloenkk on Jan 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2014

pdf

text

original

 
SISTEM AGRIBISNIS
SUMARDJO
Departemen SOSEK-Faperta
IPB
1.Agribisnis Sebagai Suatu-Sistem
Sistem agribisnis mengandung pengertian sebagairangkaian kegiatan dari beberapa sub-sistem yang saling terkait danmempengaruhi satu sama lain. Setidaknya ada Lima sub-sistem yangsaling terkait tersebut (Krisnamurthi dan Saragih, 1992). Kelimasub-sistem tersebut adalah (1) sub-sistem faktor input pertanian(input factor sub-system), (2) sub-sistem produksi pertanian(productionsub-system),
(3)
sub-sistem pengolahan hasil pertanian(processing subsystem),
(4)
sub-sistem pemasaran (marketing sub-system), dan
(5)
sub-sistem kelembagaan penunjang (supportinginstitution sub-system).Pen elasan atas masing-masingsub-sistem tersebut sebagaiberikut ini. Pertama, sub-sistem produksi pertanian sering disebutsebagai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengadaansarana produksi pertanian (saprotan). Kedua, sub-sistem produksipertanian disebut sebagai kegiatan budidaya pertanian, ataukarena umumnya dilaksanakan di tingkat unit usaha pertanian,maka juga disebut sebagai kegiatan usaha tani. Bila diperhatikan,
 
pengertian "pertanian" yang selama ini digunakan juga cenderunglebih banyak mengacu pada kegiatan-kegiatan dalam sub-sistemproduksi ini. Ketiga, sub-sistem pengolahan hasil pertanian seringdisebut sebagai kegiatan agroindustri hasil pertanian, Keempat,sub-sistem pemasaran, baik untuk faktor produksi, hasil produksimaupun hasil olahan nya. Kelima, sub-sistem kelembagaanpenunjang yang sering disebut sebagai sub-sistem jasa (servcesub-system).Kegiatan pertanian atau budidaya dimasukkan ke dalamkelompokkan kegiatan usaha tani (on-farm activities), sedangkanpengadaan sarana produksi, agroindustri pengolahan, pemasarandan jasa-jasa penunjang dikelompokkan ke dalam kegiatan luarusaha tani (off-farm activities).
2.Apa Peran Agribisnis dalam Era Pembangunan?
Kegiatan-kegiatandalamsistemagribisnis
elah memberikansumbangan yang nyata bagi perekonomian di Indonesia, yaitu dalambentuk
:
1 hasil produksi pertanian,
(2)
pasar,
(3)
faktor produksi,dan (4) kesempatan kerja. Sumbangan hasil produksi dapat dilihatdari terwujudnya swasembada beras sejak tahun 1984.Sumbangan pasar dapat dilihat dari demikian besarnyapangsa pasar domestik di pedesaan bagi produk-produk industridan sektor lain, sehingga mendukung kemampuan atau daya belimasyarakat di pedesaan. Sumbangan faktor produksi dapat dilihatdari penyediaan tenaga kerja, modal dan bahan baku khususnyabagi sektor industri. Kemudian sumbangan kesempatan kerjaditunjukkan oleh daya serap tenaga kerja dalam kegiatan agribisnisyang masih menempati urutan terbesar sampai saat ini.Peranan agribisnis akan tetap penting di masa-masapembangunan yang akan datang. Peranan pertanian atau sub-sistem budidaya cukup nyata terhadap pendapatan nasionalmaupun dalam penyedia lapangan kerja di masa pembangunan.Hal ini telah mendorong berkembang nya sub-sistem lain, yaitu
 
agroindustri pengolahan hasil pertanian, pemasaran, dan sub-sistemjasa penunjang, seperti lembaga keuangan dan penyuluhan ataukonsultansi. Pada akhir Pembangunan Jangka Panjang II diharapkanakan terjadi transformasi struktural terjadi di Indonesia, yaitutransformasi struktur agribinis, dari kegiatan pertanian di tingkatusaha tani (on-farm activities) menjadi kegiatan di luar usaha tani(off-farm activities).Dengan demikian, transformasi ekonomi dari yang berbasispertanian ke ekonomi yang berbasis industri menempatkanlndonesia menjadi negara yang bercorak agribisnis. Hal ini dapatdilihat dari perkembangan yang terjadi pada industri-industri yangbersifat pengolahan hasil pertanian (agro-base ndustry), misalnyaindustri minyak sawit, industri kayu lapis, crumb rubber dansejenisnya.
3.
Agribisnis Merupakan Kegiatan ProduksiBerbasis Sum berdaya
Pada era perekonomian global lndonesia menghadapipersaingan dengan negara lain. Pada kondisi seperti itu dibutuhkanpengembangan komoditas-komoditas andalan yang memiliki daya-saing tinggi, tetapi tetap dapat mempertahankan asas pemerataandalam setiap kegiatan ekonomi. Diperkirakan pada masa yang akandatang kegiatan produksi yang berbasis sumberdaya (resourcebase) berpeluang besar mempunyai keunggulan komparatif dankeunggulan kompetitif dibanding kegiatan produksi yang bersifatberbasis teknologi atau technological. base maupun berbasis modalatau capital base (Krisnamurthi dan Saragih,
1992).
Kegiatan produksi berbasis sumberdaya yang terbesaradalah kegiatan agibisnis, yaitu pada sub-sistem budidaya dan sub-sistem pengolahannya (agroindustri). Kenyataan menunjukkan,bahwa di lndonesia produk-produk yang berbasis sumberdayatersebut memiliki pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi dibandingekspor produk pertanian dalam bentuk bahan mentah, bahkan lebih

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->