Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENERAPAN MEDIA KARTU KATA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN KELOMPOK B DI TK YALISTA SURABAYA

PENERAPAN MEDIA KARTU KATA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN KELOMPOK B DI TK YALISTA SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 2,318 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : SRIYATIN,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : SRIYATIN,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 07, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

 
 
1
PENERAPAN MEDIA KARTU KATA UNTUK MENINGKATKANKEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN KELOMPOK BDI TK YALISTA SURABAYASRIYATIN
Abstrak
 
Anak kelompok B di TK Yalista Surabaya sebagian besar dalam pengenalan kosa katamasih kurang, dikarenakan anak masih belum mampu membaca gambar dengan kata,menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan symbol yang melambangkannya,menyebutkan kata yang huruf awalnya sama. Tujuan menggunakan media kartu kata adalah untuk mengetahui penerapan media kartu kata yang dapat meningkatkan kemampuan membacapermulaan kelompok B di TK Yalista Surabaya.Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua kali putaran(siklus) setrap putaran (siklus) terhadap dari 4 tahap yaitu 1. tahap perencanaan tindakan, 2. tahapkegiatan dan pelaksanaan, 3. tahap observasi, 4. tahap refleksi dan analisis. Subyek penelitianadalah anak kelompok B TK Yalista Surabaya. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi yang ditabulasikan dan dianalisis dengan menggunakan mean dan diskripsikan,peningkatan rata- rata persentase capaian perkembangan kemampuan membaca permulaan siklus1 dengan perolehan persentase 55% menjadi 85% pada siklus II. Merujuk pada kenaikan angkapersentase tersebut, maka dapat disimpulkan, dengan melalui berbagai perbaikan tindakan siklus Idan II di peroleh bukti nyata bahwa penguasaan ketrampilan membaca permulaan anak kelompok B TK Yalista Surabaya meningkat secara signifikan.Kesimpulan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menunjukkan bahwa penerapanmedia kartu kata dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan kelompok B di TK YalistaSurabaya.
Kata kunci:
Media kartu kata, kemampuan membaca permulaan.
THE USE OF VOCABULARY CARD MEDIA TO IMPROVE READING SKILLFOR BEGINNERS AT B GROUP OF YALISTA KINDERGARTEN SURABAYASRIYATIN
Abstract
Most of the students in Yalista kindergarten still lack of the ability in recognizing thevocabularies. It is because the children still cannot read the picture by words, they connot relateand state the simple written with symbol, and they connot state the words which have similar firstletter. The purpose of using vocabularies card media is to improve reading skill of beginners for Bgroup at Yalista kindergarten Surabaya.This research was a classroom action research in two cycles. Each cycles consisted of four steps. There were planning, treatment, observation, reflection and analysis. The subjects of this research were the students of B group at Yalista kindergarten Surabaya. The data werecollected through observation. The data were tabulated and analyzed by using mean and then weredescribed. This research shows the significant result, it is proven by the improvement of thepercentage, it B group at Yalista kindergarten Surabaya can be improved significantly.The conclusion of this clossroom action research shows that the use of vocabulary cardscan improve reading skill of beginner at B group of Yalista kindergarten Surabaya.Keyword: Media vocabulary cards, reading skill for beginners
 
 
2
 
PENDAHULUANLATAR BELAKANG
Sebagaimana dinyatakan dalamUndang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003,tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 28,ayat 3 menyatakan bahwa Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan pendidikan anak usiadini pada jalur pendidikan formal, yangbertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikisdan fisik yang meliputi moral dan nilai agama,sosial, emosional, kemandirian, kognitif,bahasa, fisik motorik, dan seni untuk anak siapmemasuki pendidikan sekolah dasar(Depdiknas, 2007:1).Pendidikan adalah suatu proses dalampembelajaran yang dalam proses tersebut anak akan mengalami perubahan dan perkembangan.Anak yang tadinya tidak tahu menjadi tahu,tidak mengerti jadi mengerti, tidak bisa jadibisa. Berkembangnya seorang anak akanditandai seperti yang tadinya penakut jadiberani, cengeng menjadi mandiri, peragumenjadi percaya diri.Tetapi tentu sajaperubahan dan perkembangan anak-anak itutidak bisa di samaratakan karena setiap anak adalah unik dalam arti setiap anak berbedakeadaan jasmani-rohaninya dan berbeda pulatingkat perkembangannya. Karena itu seorangguru TK dalam memberikan materipembelajaran kepada anak didiknya dituntutuntuk betul-betul mampu memahami karakterserta perkembangan anak sesuai dengan tahapkemampuannya, yang mana hal itu bertujuanuntuk mencapai keberhasilan pembelajaransecara optimal.Taman Kanak-kanak (TK) merupakanlembaga pendidikan anak usia dini pada jalurpendidikan formal. Keberadaan lembaga inisangat penting dalam penyediaan pendidikanbagi anak usia TK yaitu 4-6 tahun, karena TKmerupakan tempat yang sangat strategis dalamupaya pembentukan karakter bangsa danpengembangan sumberdaya manusia Indonesiapada masa mendatang. Melalui pendidikan TKpara peserta didik dapat mengembangkanberbagai potensi baik psikis dan fisik yangmeliputi moral dan nilai-nilai agama, sosialemosional, kemandirian, kognitif, bahasa,fisik/motorik dan seni serta anak dipersiapkanuntuk memasuki pendidikan selanjutnya disekolah dasar (Depdiknas, TK, 2008:3).Salah satu bidang pengembangankemampuan dasar yang dikembangkan di TKadalah kemampuan berbahasa. Pengembangankemampuan berbahasa bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melaluibahasa yang sederhana secara tepat, mampuberkomunikasi secara efektif danmembangkitkan minat anak untuk dapatberbahasa Indonesia dengan benar. Bidangpengembangan kompetensi dasar berbahasaadalah anak mampu mendengarkan,berkomunikasi secara lisan, memilikiperbedaharaan kata dan mengenal simbol-simbol yang melambangkannya, untuk persiapan membaca dan menulis.Membacamerupakan salah satu pengambangankemampuan anak dalam bidang berbahasa.Anak-anak yang memiliki kemampuanberbahasa yang baik, pada umumnya memilikikemampuan dalam mengungkapkan pemikiran,perasaan, serta tindakan interaktif denganlingkungannya. Kemampuan berbahasa anak akan ditunjukkan dengan anak mampumembaca, menguasai kosa kata, pemahamandan kemampuan komunikasi.Tapi kenyataan yang ada di lapanganmenunjukkan masih banyaknya permasalahanyang merujuk pada ketidakmampuan anak dalam hal membaca. Permasalahan itu ditunjukkan oleh peserta didik kelompok B yangada di TK Yalista Surabaya. Dari satu rombel(rombongan belajar) anak kelompok B dengan jumlah 20 anak masih ada 9 anak yangmembacanya belum lancar. Permasalahan ituditunjukkan oleh 9 anak tersebut antara lainyaitu; anak belum mampu membaca bukucerita bergambar, belum mampu menceritakanbuku cerita bergambar, belum mampumenunjukkan beberapa kata yang dikenalnya,belum mampu mengurutkan gambar seri,belum mampu bercerita tentang gambar yang
 
 
3dibuatnya, belum mampu melengkapi kalimatsederhana yang sudah dimulai oleh guru,belum memahami menghubungkan danmenyebutkan tulisan sederhana dengan simbolyang melambangkannya, anak juga kurangminatnya untuk membaca.Berdasarkan pada kondisi real dilapangan itu telah mendorong peneliti untuk melakukan suatu penelitian tindakan kelasdengan tujuan untuk mendapatkan solusi daripermasalahan kesulitan meningkatkankemampuan berbahasa dalam hal membacapada anak kelompok B yang ada di TK YalistaSurabaya.Sebagai dasar awal tindakan penelitianpada penyebab permasalahan itu maka terlebihdulu peneliti mengadakanobservasi/pengamatan secara langsung.Hasilpengamatan yang dilakukan oleh penelitimenunjukkan adanya cara dan gaya guru dalammengajar terkesan monoton sehingga anak cepat menjadi bosan. Guru kurangmemaksimalkan pemakaian media sebagai alatbantu pembelajaran. Sikap guru dalammengajar anak TK seperti mengajar anak SDdengan suasana keseriusan yang tinggi dankesannya membebani anak.Berawal dari permasalahan di atas,menjadi pendorong utama bagi peneliti untuk melakukan penelitian ilmiah, yangmenggunakan penelitian tindakan kelas, yangdidukung dengan penggunaan media kartukata. Alasan peneliti menggunakan kartu kata,yaitu melalui kartu kata ini konsep-konsepdasar tentang kosa kata pada anak usia dinimenjadi jelas. Di samping itu penerapan kartukata dalam proses pembelajaran dapatdikombinasikan dengan berbagai permainan,dapat juga digunakan sebagai strategi untuk melatih psikhomotorik anak serta kemampuanbersosialisasi
RUMUSAN MASALAH
Dengan berdasarkan uraian latarbelakang di atas, maka dapat dirumuskanpermasalahan yang akan dibahas padapenelitian ini, yaitu
 
Apakah penerapan media kartu katadapat meningkatkan kemampuan membacapermulaan kelompok B di TK YalistaSurabaya?
TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan uraian perumusanmasalah di atas, maka tujuan dari penelitianadalah:Untuk mengetahui penerapan mediakartu kata dapat meningkatkan kemampuanmembaca permulaan kelompok B di TKYalista Surabaya.
KAJIAN PUSTAKAPerkembangan Bahasa
Hakikat Perkembangan Bahasa Anak Usia DiniMenurut pendapat Moeslichatoen(1999: 157) perkembangan bahasa terjadi padapemahaman dan komunikasi melalui kataujaran yang diperlukan dalam kegiatan ini.Berkomunikasi dengan individu lain baik anak maupun orang dewasa dengan secara verbalmaupun nonverbal. Pengembangan inimempunyai dua tujuan yaitu : mendengar danberbicara, membaca dan menulis.Menurut Sunarto dan Hartono(2008:137) perkembangan bahasa terkaitdengan perkembangan kognitif yang berartiintelek kognitif sangat berpengaruh terhadapperkembangan kemampuan berbahasa. Bayitingkat intelektualnya belum berkembang danmasih sederhana. Semakin bayi itu tumbuh danberkembang serta mulai mampu memahamilingkungan, maka bahasa berkembang daritingkat yang sangat sederhana menuju kebahasa yang kompleks. Perkembangan bahasadipengaruhi oleh lingkungan.Anak belajar seperti halnya belajaryang lain. “meniru” dan mengulang” hasilyang telah didapatkan merupakan cara belajardari awal. Bayi bersuara, “mmm mmm”,ibunya tersenyum dan mengulang menirukandengan memperjelas arti suara itu menjadi“maem maem”. Bayi belajar menambah kata-kata dengan meniru bunyi-bunyi yangdidengarnya.Manusia dewasa (terutama

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
Firda Imuzt added this note
ptknya sangat lengkap sekali
1 thousand reads
Firda Imuzt liked this
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->