Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
penanaman modal

penanaman modal

Ratings: (0)|Views: 164|Likes:
Published by Melly Amdira

More info:

Published by: Melly Amdira on Jan 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2014

pdf

text

original

 
1.
 
Alternatif penyelesaian sengketa (APS) adalah seperangkat pengalaman dan teknik hukum yangbertujuan untuk 1. Menyelesaikan sengketa hukum di luar pengadilan untuk keuntungan para pihak yangbersengketa2. Mengurangi biaya litigasi konvensional dan pengunduran waktu yang biasa terjadi3. Mencegah terjadinya sengketa hukum yang biasanya diajukan ke pengadilanAlternatif penyelesaian sengketa dil
andasi prinsip “pemecahan masalah dengan bekerjasamayang disertai dengan itikat baik kedua belah pihak” dikarenakan dua alasan
 1. Jenis perselisihan membutuhkan cara pendekatan yang berlainan dan para pihak yangbersengketa merancang prosedur / tata cara khusus untuk penyelesaian berdasarkan musyawarah2. APS melibatkan partisipasi yang lebih intensif dan langsung dari kedua belah pihak dalamusaha penyelesaian sengketaPerselisihan dan sengketa diantara dua pihak yang melakukan hubungan kerjasama mungkin sajaterjadi. Terjadinya perselisihan dan sengketa ini sering kali disebabkan apabila salah satu pihak tidak menjalankan kesepakatan yang telah dibuat dengan baik ataupun karena ada pihak yangwanprestasi, sehingga merugikan pihak lainnya.Penyelesaian sengketa bisa melalui dua cara yaitu pengadilan dan arbitrase. Konflik bisa terjadiantara pengadilan dan arbitrase dalam penentuan kewenangan mutlak untuk menyelesaikanperkara. Kewenangan mutlak arbitrase tercipta melalui klausul arbitrase yang terdapat pada suatuperjanjian yang dibuat oleh para pihak sebelum terjadi sengketa atau berdasarkan kesepakatanpara pihak setelah timbul perselisihan.Bab XV, Pasal 32 Undang-undang Penanaman Modal No.25 Tahun 2007 mengatur mengenaipenyelesaian sengketa. Dalam ketentuan tersebut diuraikan bagaimana cara penyelesaiansengketa yang digunakan apabila terjadi sengketa di bidang penanaman modal antara pemerintahdengan penanam modal. Cara penyelesaian sengketa tersebut antara lain:a) musyawarah dan mufakat;b) arbitrase;c) pengadilan;d) ADR;e) khusus untuk sengketa antara pemerintah dengan penanam modal dalam negeri, sengketadiselesaikan melalui arbitrase atau melalui pengadilan;f) khusus untuk sengketa antara pemerintah dengan penanam modal asing, sengketa diselesaikanmelalui arbitrase internasional yang telah disepakati.Cara penyelesaian melalui arbitrase dapat dilakukan melalui arbitrase nasional, BadanArbitrase Nasional (BANI) , arbitrase ad hoc maupun arbitrase asing. Arbitrase asing yang biasadipilih dalam penyelesaian sengketa penanaman modal antara lain seperti: ICSID (InternationalCenter for Settlement of Investment Disputes) dan ICC (International Chamber of Commerce).ADR atau Alternative Dispute Resolution diartikan atau Penyelesaian Sengketa Alternatif,menurut UU No.30 Tahun 1999, adalah lembaga penyelesaian sengketa atau beda pendapatmelalui prosedur yang disepakati para pihak, yakni penyelesaian di luar pengadilan dengan cara
 
konsultasi, negosiasi, mediasi, konsiliasi atau penilaian ahli.Permasalahan yang timbul ialah mengenai pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrase asing.Ciri putusan arbitrase asing adalah didasarkan atas faktor wilayah teritorial. Dengan demikian,suatu putusan tetap dikatakan sebagai putusan arbitrase asing apabila putusan dijatuhkan di luarnegeri dan tidak digantungkan pada syarat perbedaan kewarganegaraan maupun perbedaan tatahukum.Terlepas dari kedua aturan tersebut, saat ini untuk pengakuan dan pelaksanaan atas putusanarbitrase asing diatur lebih lanjut dalam ketentuan UU No 30 tahun 1999 Pasal 65 s.d. 69.mengenai arbitrase asing diatur dalam Bab VI bagian kedua tentang Arbitrase Internasional danyang berwenang menangani masalah pengakuan dan pelaksanaan arbitrase asing adalahPengadilan Negeri Jakarta Pusat.
2.
 
Fasilitas Penanaman Modal
 Fasilitas yang dapat diberikan kepada penanaman modal dapat berupa melakukanpeluasan usaha; atau melakukan penanaman modal baru.[30]Bentuk fasilitas yang diberikankepada penanaman modal dapat berupa:a. pajak penghasilan melalui pengurangan penghasilan neto sampai tingkat tertentuterhadap jumlah penanaman modal yang dilakukan dalam waktu tertentu;b. pembebasan atau keringanan bea masuk atas impor barang modal, mesin, atauperalatan untuk keperluan produksi yang belum dapat diproduksi di dalam negeri;c. pembebasan atau keringanan bea masuk bahan baku atau bahan penolong untuk keperluan produksi untuk jangka waktu tertentu dan persyaratan tertentu;d. pembebasan atau penangguhan Pajak Pertambahan Nilai atas impor barang modal ataumesin atau peralatan untuk keperluan produksi yang belum dapat diproduksi di dalamnegeri selama jangka waktu tertentu;e. penyusutan atau amortisasi yang dipercepat; danf. keringanan Pajak Bumi dan Bangunan, khususnya untuk bidang usaha tertentu, padawilayah atau daerah atau kawasan tertentu.7. Pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan badan.8. Fasilitas hak atas tanah.9. Fasilitas pelayanan keimigrasian10. Fasilitas perizinanSelain fasilitas fiskal, Pemerintah juga memberikan kemudahan kepada perusahaanpenanam modal untuk memperoleh hak atas tanah, fasilitas keimigrasian, dan fasilitas perizinanimpor. Mengenai fasilitas hak atas tanah, UUPM mengatur langsung mengenai jangka waktuuntuk hak-hak atas tanah yang diberikan kepada penanam modal. Dari fasilitas yang diberikankepada penanam modal kelihatan sangat berlebihan seoalah-olah pemerintah betul-betulmengharapkan adanya penanaman modal di Indonesia sehingga mengakibatkan bargainingposition pemerintah Indonesia lebih rendah dibanding penanam modal.
3.
 
Badan Koordinasi Penanaman Modal
(bahasa Inggris:Investment CoordinatingBoard) adalahLembaga Pemerintah Non DepartemenIndonesiayang bertugas untuk 
 
merumuskan kebijakan pemerintah di bidangpenanaman modal,baik dari dalam negerimaupun luar negeri. Badan ini didirikan sejak tahun1973,menggantikan fungsi yangdijalankan olehPanitia Teknis Penanaman Modalyang dibentuk sebelumnya pada tahun1968.Dengan ditetapkannya Undang-Undang tentang Penanaman Modal pada tahun2007,BKPM menjadi sebuah lembaga Pemerintah yang menjadi koordinator kebijakanpenanaman modal, baik koordinas antar instansi pemerintah, pemerintah denganBank Indonesia,serta pemerintah denganpemerintah daerahmaupun pemerintah daerah dengan pemerintah daerah. BKPM juga diamanatkan sebagai badan advokasi bagi parainvestor, misalnya menjamin tidak adanya ekonomi biaya tinggi.
4.
 
BAB IV BENTUK BADAN USAHA DAN KEDUDUKANPasal 5 UU Nomor 25 Tahun 2007
(1) Penanaman modal dalam negeri dapat dilakukan dalam bentukbadan usaha yang berbentuk badan hukum, tidak berbadan hukum atauusaha perseorangan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(2) Penanaman modal asing wajib dalam bentuk perseroan terbatasberdasarkan hukum Indonesia dan berkedudukan di dalam wilayah negaraRepublik Indonesia, kecuali ditentukan lain oleh undang-undang.(3) Penanam modal dalam negeri dan asing yang melakukan penanamanmodal dalam bentuk perseoran terbatas dilakukan dengan:a. mengambil bagian saham pada saat pendirian perseroan terbatas;b. membeli saham; danc. melakukan cara lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
Macam-macam penanaman modal
 
Dilihat dari segi sumber modalnya
o
 
Penanaman modal dalam negeri
o
 
Penanaman modal asing
 
Dilihat dari segi mekanisme modal
o
 
Penanaman modal langsung (direct investment)
o
 
Penanaman modal tidak langsung (indirect investment)
 
Penanaman modal dalam negeri
: Investasi yang bersumber dari pembiayaan dalamnegeri. Penggunaan modal dalam negeri baik secara langsung ataupun tidak langsung
untuk menjalankan usaha berdasarkan UU no 6/1968 ttg PMDN. “modal dalam negeri
adalah bagian dari kekayaan masyarakat Indonesia termasuk hak-hak dan benda-benda,baik yang dimiliki oleh Negara maupun swasta nasional atau swasta asing yangberdomisisli di Indonesia, yang disisihkan/disediakan untuk menjalankan usahasepanjang modal tersebut tidak diatur oleh UU No. 1/1967 ttg PMA;
 
Penanaman modal asing
: Investasi yang bersumber dari pembiayaan luar negeri.Berdasarkan UU No.1/1967 PMA hanya meliputi PMA secara langsung. berdasarkan UUNo. 1/1967 dan pemilik modal secara langsung menanggung risiko dari investasitersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->