You are seeing our new document Reader view. Click here to revert. Feel free to leave us feedback on this feature .
×
  • Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
 
Bina Kebangsaan IndonesiaSel, 02 Jan 07 - diposting oleh :DR Ir Pandji R. Hadinoto, MH
Tanggal 29 Januari 1950 dikenang sebagai hari wafatnya Panglima Besar Angkatan PerangRepoeblik Indonesia, Letnan Jenderal Soedirman, dan dalam kaitan itulah patut dikenang pulaupaya beliau tentang rekonsiliasi melalui Order Harian 17 Juni 1949 Kepada Segenap InstansiMiliter Dan Sipil Di Seluruh Repoeblik Indonesia yang berbuah peristiwa hukum pada 6 Juli1949 yaitu mendaratnya pesawat terbang Komisi PBB di Maguwo membawa Bung Karno danBung Hatta dan pemimpin2 yang lain dari Bangka kembali ke Jogjakarta sebagai ibukotaRepoeblik Indonesia. Artinya, sikap keutamaan beliau bagi kepentingan nasional adalah prima.Selengkapnya, Order Harian itu menyatakan bahwa (1) Pada dewasa ini ada oesaha-oesaha dariloear dan dalam jang hendak memetjah-belah persatoean Angkatan Perang Repoeblik Indonesiadengan Pemerintah dan Rakjat, dengan menjatakan pertentangan di antara Instansi-instansiPimpinan Negara dan Angkatan Perang Repoeblik Indonesia, seperti antara Panglima Besar dengan Panglima Tertinggi, antara Panglima Besar dengan Markas Besar Komando Jawa, antaraPanglima Besar dan Badan-badan perjuangan dan sebagainya. (2) Kepada semoea Instansi-instansi Militer dan Sipil dan Warga Negara pada oemoemnya kami peringatkan dengan tegas, bahwa Negara dan Angkatan Perangnja adalah soesoenan yang teratoer dan tertib jangmempoenjai pembagian pekerdjaan dan hierarchi jang selajaknja. Negara Repoeblik Indonesiahanja bertindak satoe sebagai satoe Negara; Angkatan Perang Repoeblik Indonesia hanja bertindak satoe sebagai Angkatan Perang Negara, dan tidak boleh ada jang bersikap dan bertindak sendiri-sendiri, karena jang demikian itoe melanggar kedaoelatan, disiplin danhierarchi Negara dan Tentara. (3) Besar kemungkinannja diantara anggota Pimpinan terdapat berlainan faham dan pendapat dan politik dan siasat perjoeangan, tetapi jang demikian itoeadalah lazim terdjadi asal sadja, segala sesoeatoe dialirkan menoeroet hierarchi Negara danTentara. Pada saat-saat jang penting bagi Negara kita seperti dewasa ini, maka titik berat perhatian wadjib diletakkan pada peratoeran dan tata-tertib Negara dan Tentara, poela tata-tertibPemerintah dan Rakjat. Tiap-tiap oesaha memetjah-belah berarti membantoe moesoeh, oentoek merobohkan kemerdekaan dan kedaoelatan Negara dan Rakjat kita jang telah banjak memakankorban. (4) Kepada semoea Instansi Militer dan Sipil kami peringatkan dan perintahkan soepajadengan tegas dan tepat membela persatoean, kedaoelatan dan disiplin Negara dan Tentara
    of 00

    Leave a Comment

    You must be to leave a comment.
    Submit
    Characters: ...

    teman-teman baca juga kisah mengenai pertempuran tiga hari yg nyaris membuat musnah tentar sekutu di link berikut: http://forget-hiro.blogspot.com/2010/... Tentang tewasnya jenderal Mallaby itu ternyata yang membunuh orang madura, silahkan kunjugi link berikut: http://forget-hiro.blogspot.com/2010/...

    You must be to leave a comment.
    Submit
    Characters: ...