Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Trisiklik

Trisiklik

Ratings: (0)|Views: 242|Likes:
Prostat terdiri dari :
- Komponen kelenjar, stroma dan otot polos

Topografi
- Proksimal ( basis prostat ) : leher buli-buli
- Distal ( apek prostat ) :
* " diafragma urogenital " / sfingter eksterna
* Uretra anterior
Prostat terdiri dari :
- Komponen kelenjar, stroma dan otot polos

Topografi
- Proksimal ( basis prostat ) : leher buli-buli
- Distal ( apek prostat ) :
* " diafragma urogenital " / sfingter eksterna
* Uretra anterior

More info:

categoriesBusiness/Law, Finance
Published by: Muhammad Taufik Adhyatma on Jan 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/06/2013

pdf

text

original

 
Selama lebih dari 4 tahun menangani kasus-kasus gangguan psikosomatik, saya sering mencatat hal-halyang menarik berhubungan dengan pasien yang mengalami gangguan ini. Pasien yang datang dengankeluhan fisik yang beraneka ragam ataupun pasien yang hanya mengalami satu atau dua macamkeluhan saja. Namun seperti pada beberapa tulisan saya terdahulu, kebanyakan kasus psikosomatikmelibatkan sistem saraf otonom sehingga gejalanya lebih banyak adalah gejala di jantung, paru danlambung. Inilah sebagian besar gejala yang dialami pasien psikosomatik
Pahami Dulu Apa Itu Psikosomatik
Kalau merujuk ke asal kata PSIKOSOMATIK, maka terdiri dari dua kata yaitu PSIKO yang artinya jiwa,mental atau psikis dan SOMATIK yang artinya badan, tubuh atau soma. Banyak orang yang bertanyakepada saya, sebenarnya arti PSIKOSOMATIK itu apa. Kita tidak perlu bingung masalah istilah, namunsebenarnya kata PSIKOSOMATIK itu bisa bermakna :a. Adanya keluhan fisik (Soma) yang disebabkan oleh faktor psikologis (Psiko) : ini merupakan arti istilahPsikosomatik yang paling sering dipahamib. Adanya keluhan psikologis (Psiko) dan fisik (Soma) bersama-sama pada seorang pasien : inimerupakan istilah psikosomatik yang juga banyak dipahami sebagai bagian yang membuat penanganankasus psikosomatik itu melibatkan pendekatan biologis,psikologis dan sosial.c. Adanya faktor-faktor psikologis yang berpengaruh pada kondisi somatik (tubuh) dan sebaliknya : inibiasanya pengertian dalam praktek ilmu kedokteran psikiatri konsultasi dan liaison. Psikiater bidangpsikosomatik biasanya mempunyai urusan dengan pasien-pasien gangguan medis yang mengalamigejala-gejala psikologis dan pasien gangguan jiwa yang mengalami sakit medis.
Apakah Gejala Psikosomatik Itu Lebih Mudah Hilang?
 Berdasarkan pengalaman klinis, memang saya mencatat banyak kasus psikosomatik yang pasiennyamengeluh fisik dan psikis (lihat atas bagian b.) kebanyakan setelah diobati dengan obat antidepresandan psikoterapi suportif akan lebih hilang gejala fisiknya lebih dahulu dibandingkan keluhan psikisnya.Apalagi jika keluhan fisik tersebut terkait gejala depresi.Walaupun pada banyak penelitian mengatakan gejala depresi itu akan berbarengan hilangnya dengangejala fisiknya, dalam artian jika depresinya teratasi maka gejala fisiknya juga akan baik, ternyata padakenyataannya tidak demikian. Gejala fisik yang diobati dengan tepat biasanya lebih dulu membaikdaripada gejala psikologisnya. Walaupun hasil ini berbeda-beda untuk tiap pasien, namun dari catatansaya memang lebih dari 50% pasien merasakan dia lebih nyaman secara fisik dulu baru kemudian rasacemas atau depresifnya berkurang.Keluhan fisik yang berkurang gejalanya ini yang membuat perasaan was-was dan cemas pasien menjadilebih baik akhirnya. Pengamatan pada pasien psikosomatik yang lebih mengeluh fisiknya memangsedikit berbeda dengan pasien gangguan jiwa yang lebih banyak mengalami keluhan psikis sepertiskizofrenia misalnya. Jadi memang menarik untuk diamati bahwa ketika keluhan fisiknya berangsurmenghilang, pasien akan merasa lebih percaya diri dalam mengatasi kondisi kehidupan sehari-harinya.
Cegah Psikosomatik Berulang
 Pembahasan kasus-kasus psikosomatik selalu biasanya saya tutup dengan pesan kepada pasien atauorang yang mengalami psikosomatik bahwa pemeriksaan dengan seorang psikiater adalah yang
 
disarankan bagian pasien untuk mengatasi keluhannya. Kondisi perbaikan fisik maupun psikis yangterkait dengan psikosomatik akan bisa diatasi oleh psikiater yang merupakan seorang dokter yangmengambil ilmu kedokteran jiwa sebagai spesialisasinya. Lain daripada kontrol ke psikiater ada hal-halyang perlu diperhatikan pada penatalaksanaan kasus psikosomatik, hal itu antara lain :a. Pengobatan tuntasPengobatan yang tuntas dan selesai dengan baik memberikan kemampuan pasien untukmempertahankan dirinya dari kekambuhan akibat penyakit ini kembali. Struktur sistem otak yang sudahbaik akan membantu mencegah penyakit ini datang lagib. Menjaga Kesehatan Fisik dan MentalKekambuhan bukan hal yang mustahil dalam gangguan psikosomatik. Bahkan dari penelitian, gangguanpsikosomatik yang didasari oleh depresi maka kemungkinan kambuhnya bisa mencapai lebih dari 50%walaupun sudah diobati dengan baik. Kesehatan fisik sangat mempengaruhi kondisi mental dan begitupula sebaliknya. Pasien yang mengalami psikosomatik memang lebih sensitif terhadap respon fisiknyadan menjadi lebih tidak nyaman saat sakit datang. Kesehatan fisik yang baik dan didukung olehkesehatan mental yang baik akan sangat berguna untuk mencegah psikosomatik datang kembali.c. Tidur yang cukupdan berkualitasSaya selalu menekankan pasien saya untuk tidur yang cukup dan berkualitas. Tidur akan membuat tubuhkita relaks dan beristirahat sedangkan jika kita merasa tidak cukup tidur maka badan akan terasa lemah.Jadi usahakan tidur di jam yang baik dan dengan jumlah waktu yang cukup.Semoga informasi ini bisa berguna untuk kita semua. Psikosomatik Sembuh ? Pasti BISA
Obat Antidepresan dan Seluk Beluknya
Oleh : dr.Andri,SpKJ (Psikiater Keminatan Psikosomatik Medis)Praktek sehari-hari saya kebanyakan menangani kasus-kasus gangguan kecemasandan gangguan depresi. Pasien dari dua jenis gangguan jiwa ini sangat sering mengeluhgejala-gejala fisik yang tidak didasari adanya bukti obyektik (Gejala Psikosomatik). Halini membuat ketika melakukan terapi maka saya akan mengedepankan menterapidiagnosis dasarnya seperti yang telah saya bahas pada tulisan-tulisan saya terdahulutentang gangguan psikosomatik.Pengobatan untuk gangguan cemas dan gangguan depresi tentunya perlu meliputiketiga aspek yang mempengaruhi kejiwaan seseorang. Pendekatan biologis, psikologisdan sosial (termasuk spiritual) adalah hal yang tidak bisa dilepaskan pada pengobatanpasien-pasien tersebut. Apa yang akan saya bahas kali ini lebih kepada pengobatandengan obat-obatan terutama antidepresan.
 
Efektifitas Obat
 Ketika diagnosis sudah ditegakkan, maka sebagai dokter tentunya saya akan mengatur strategi pengobatan. Strategi pengobatan ini tentunya didasarkan pada rujukanpedoman pengobatan yang telah disetujui bersama oleh para ahli. Organisasi psikiatribaik di Indonesia maupun di luar negeri telah membuat pedoman-pedoman pengobatanuntuk kasus-kasus psikiatri yang dihadapi sehari-hari.Kali pertama yang terpikir oleh saya untuk meresepkan obat tertentu kepada pasienterutama untuk kasus gangguan cemas dan depresi adalah efektifitas obat tersebut.Obat Antidepresan golongan Serotonin Selective Reuptake Inhibitor (SSRI) danSerotonin Norephineprine Reuptake Inhibitor (SNRI) adalah pilihan-pilihan obat yangdigunakan untuk kasus depresi. Kedua golongan obat ini dipakai saat ini karena dinilaiefektif untuk mengobati gangguan depresi.Pasien dengan gangguan cemas juga mendapatkan manfaat dari pengobatan dengangolongan antidepresan. Selain efektif juga mempunyai profil obat yang lebih relatif aman dibandingkan dengan pengobatan menggunakan obat anticemas golonganbenzodiazepine (obat penenang). Seperti kita tahu obat anticemas seperti Alprazolam,Lorazepam, Bromazepam, walaupun efektif mengatasi kecemasan sering kalimenimbulkan permasalahan lain yaitu toleransi (dosis yang semakin meningkat) danketergantungan.
Tolerabilitas Obat
 Selain efektif mengobati, pemilihan obat juga perlu melihat tolerabilitasnya ataukemampuan pasien dalam beradaptasi dengan obat itu. Kadang memang ada obatyang efektif tapi pasien tidak tahan dengan efek samping yang sering muncul akibatobat yang dia minum. Antidepresan golongan SSRI atau SNRI seperti yang disebutkan di atas cukupmempunyai tolerabilitas yang baik. Pasien biasanya cukup nyaman dengan obat yangdiberikan. Sering kali memang muncul efek samping obat pada awal penggunaan,biasanya berlangsung pada minggu pertama. Namun demikian efek samping ini hanyabersifat sementara dan sering kali bisa dilewati tanpa perlu menambahkan obat lain.Efek samping yang sering muncul pada obat yang bekerja di serotonin adalahgangguan perut atau maag, perasaan mengantuk, kadang bisa mengalami insomnia,sering merasa kepala berat atau pusing dan perasaan cemas. Untuk itu biasanya padapasien diberikan dosis setengah dulu untuk pasien mampu lebih beradaptasi denganobat ini.
Keamanan Obat
 Kita memahami bahwa pasien dengan penggunaan antidepresan biasanya berlangsunglama. Pada berbagai literatur terbaru disarankan agar pasien tetap melanjutkanpengobatan walaupun sudah membaik sampai minimal 6 bulan sejak perbaikan gejala.Hal ini adalah agar keberulangan gejala tidak terjadi.Untuk itu pemilihan obat selain tolerabilitas dan efektifitas, maka keamanan obat jikadipakai dalam jangka waktu panjang atau jika dipakai bersamaan dengan obat lainperlu diperhatikan. Pasien yang memakai obat antidepresan golongan SSRI atau SNRImasih bisa menggunakan obat lain misalnya obat flu, obat demam atau obat batuk yangsering takut digunakan. Kebanyakan peringatan di obat flu bahwa obat flu tidak boleh

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->