Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penerapan Metode Pembelajaran Partisipatif

Penerapan Metode Pembelajaran Partisipatif

Ratings: (0)|Views: 27 |Likes:
Published by Kutu Viruzz Kupro

More info:

Published by: Kutu Viruzz Kupro on Jan 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2013

pdf

text

original

 
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PARTISIPATIF (PARTISIPATORYLEARNING) TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MATA PELAJARAN
AQIDAH AKHLAK DI MTs NU HASYIM ASY’ARI 03 HONGGOSOCO JEKULO KUDUS
 A. Latar Belakang MasalahManusia adalah makhluk yang berpikir (homo sapiens). Setiap pemikirannya dari waktu kewaktuterus mengalami perkembangan. Proses perkembangan berpikir manusia tidak semudah sepertimembalik telapak tangan namun membutuhkan pemikiran yang lebih dalam lagi yang hanya bisaditempuh lewat pendidikan. Dengan pendidikan, seseorang bisa mengetahui banyak hal terutamadalam bidang pengetahuan.
Istilah pendidikan berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata “PAIS” artinya anak dan“AGAIN” diterjemahkan membimbing. Jadi Paedagogie yaitu bimbingan
yang diberikan kepadaanak . Hal ini memberikan pengertian bahwasanya pendidikan itu sudah diberikan kepadamanusia sejak ia lahir. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia, pendidikan diartikansebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompk orang dalam usahamendewasakan manusia melalui upaya pengejaran dan penelitian . Dengan pendidikandiharapkan sikap dan perilaku manusia menjadi lebih dewasa dan lebih baik lagi setelah iamenerima pengajaran dan pelatihan.Pendidikan juga bisa diartikan sebagai proses pembentukan karakter bagi manusia. Demitercapainya hal itu semua dengan keinginan yang lebih baik pastinya memerlukan metode yangtepat sesuai dengan kemampuan dan perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, penerapanPartisipatory learning menurut peneliti merupakan salah satu metode pembelajaran yang tepatdan efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Sebab dengan penerapan Partisipatory learningsemua komponen dapat terlibat baik itu pihak sekolah, guru maupun peserta didik itu sendiridalam proses pembuatan perencanaan program.Pendidikan dari tahun ketahun terus mengalami perkembangan. Dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 2 tahun 1989 tentang pendidikan nasional. Didalam Undang-undang tersebutbanyak menjelaskan tentang pendidikan yang dijadikan acuan untuk mengembangkanpendidikan salah satunya yaitu pasal 30 ayat 1 yang berbunyi bahwasanya satuan pendidikandasar dapat melakukan uji coba untuk mengembangkan gagasan baru yang diperlukan dalamrangka peningkatan pendidikan . Hal ini memberikan gambaran pada pendidikan bahwa untuk meningkatkan pendidikan perlu adanya gagasan baru. Dengan dasar itulah, peneliti mengambilkesimpulan yaitu penerapan Partisipatory learning dalam dunia pendidikan terutama dalampendidikan islam sangat perlu ditingkatkan karena hal itu merupakan gagasan baru yang patutuntuk dikaji dan dikembangkan lagi teori-teorinya sehingga dapat digunakan dalam duniapendidikan.Secara umum tujuan dari pendidikan adalah pendewasaan peserta didik. Jadi semua aktivitaspendidikan diarahkan kesana. Lalu bagaimana dengan tujuan dari pendidikan islam? Secara
sempit tujuan dari pendidikan islam adalah u’budiyah (beribadah) yaitu memperhambakan diri
kepada Allah yakni dengan menjalankan apa yang diperintahkan-Nya dan manjauhi apa yangdilarang-Nya. Tujuan pendidikan islam ini terdapat dalam Qs. Al-Bayyinah : 5.
 
 
Artinya :
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan
ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan
shalat dan menunaikan zakat dan demikian itulah agama yang lurus”. (Qs. Al
-Bayyinah :5)Dengan demikian, tujuan dari pendidikan islam adalah untuk menyiapkan anak-anak supayawaktu dewasa kelak mereka cakap melakukan pekerjaan dunia dan akhirat sehingga terciptakebahagiaan dunia akhirat .Dalam pendidikan Islam hal yang lebih penting diterapkan pendidikan tentang akhlak. Akhlak merupakan satu-satunya aspek yang sangat fundamental dalam kehidupan baik bagi kehidupansebagai orang maupun bagi kehidupan masyarakat. Antara akhlak dengan aqidah memilikiketerkaitan yaitu jika seseorang memiliki aqidah (keyakinan) yang baik itu lebih kuat sudah pastiakhlaknya akan baik, begitu pula sebaliknya. Tujuan dari pendidikan akhlak adalah mendidik anak agar dapat membedakan antara baik dan buruk, sopan dan tidak sopan, sifat terpuji dantercela dan sebagainya. Bagaimanapun pandainya seseorang, tinggi pangkatnya seseorang,cakapnya seseorang tanpa dilandasi dengan akhlak yang luhur segalanya akan membawamalapetaka saja . Oleh karena itu, akhlak adalah dasar yang fundamental bagi semua pendidikanyang lain. Begitu pentingnya aqidah akhlak dalam dunia pendidikan islam. Dengan akhlak yangbaik dapat mencetak peserta didik yang berakhlakul karimah serta menjadikan aqidah sebagaisumber keyakinan mereka untuk senantiasa berpegang teguh pada aqidahnya.Supaya mata pelajaran aqidah akhlak ini lebih mudah mudah dipahami dan dipraktikkan olehpeserta didik maka peneliti menerapkanya sebagai metode Partisipatory Learning. Sebab denganmetode ini peserta didik tidak akan berlaku pasif yang hanya menerima informasi ataupengetahuan dari pendidik namun mereka dituntut untuk berperan aktif dalam suatupembelajaran terutama dalam mencari jawaban terhadap suatu masalah yang dihadapi mereka.Biasanya metode ini digunakan oleh pendidik dalam mata pelajaran umum seperti Sosiologi,Ekonomi, Fisika, Biologi dan sebagainya yang memerlukan pemikiran yang lebih mendalam.Lalu bagaimana jika metode pembelajaran partisipatif digunakan dalam Pendidikan AgamaIslam (PAI) khususnya pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di MTs Nu Hasyim
Asy’ari 03. Ini
merupakan hal baru karena disekolah tersebut masih banyak menggunakan metode activelearning atau kadang hanya berupa Transfer of Knowledge yaitu peserta didik hanya menerimainformasi saja dari pendidik kemudian dikasih tugas atau pekerjaan rumah untuk mengerjakanlembar kerja siswa (LKS). Itu merupakan metode pembelajaran yang kurang efektif sebabpengetahuan siswa hanya terbatas pada materi-materi yang ada di LKS padahal masih banyak lagi materi pendukung lainnya.Berdasarkan asumsi-asu
msi tersebut, maka peneliti mengambil judul yaitu “PENERAPAN
METODE PEMBELAJARAN PARTISIPATIF (PARTISIPATORY LEARNING) TERHADAPPENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MTs
 NU HASYIM ASY’ARI 03 HONGGOSOCO JEKULO KUDUS”
 
 
 B. Rumusan MasalahSesuai dengan latar belakang tersebut, maka rumusan masalahnya ialah :a. Apakah siswa dapat memahami semua materi setelah selesai melakukan pembelajaran denganmetode partisipatory learning?b. Apakah dengan metode partisipatory learning dalam mata pelajaran aqidah akhlak dapatmemotivasi siswa untuk lebih semangat dalam belajar?c. Bagaimanakah peran guru dalam mengimplementasikan metode partisipatory learning
terhadap siswa di MTs NU Hasyim Asy’ari 03?
 d. Bagaimanakah persepsi siswa terhadap metode partisipatory learning dalam mata pelajaran
aqidah akhlak di MTs NU Hasyim Asy’ari 03?
 C. Tujuan PenelitianSejalan dengan rumusan masalah, maka tujuan penelitiannya adalah :a. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam penguasaan materi aqidah akhlak denganmetode partisipatory learning.b. Untuk mengetahui semangat siswa dalam pembelajaran aqidah akhlak dengan penerapan
 partisipatory learning di MTs NU Hasyim Asy’ari 03.
 c. Untuk mengetahui seberapa besar peran guru dalam mengimplementasikan metode
 partisipatory learning dalam penyampaian materi aqidah akhlak di MTs NU Hasyim Asy’ari 03.
 d. Untuk mengetahui persepsi siswa terhadap metode pembelajaran partisipatif dalam mata
 pelajaran aqidah akhlak di MTs NU Hasyim Asy’ari 03.
 D. Penegasan Istilaha. Metode adalah a way in achieving something yaitu cara utuk mencapai sesuatu . Dalam hal iniberarti cara yang dipakai untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.b. Metode pengajaran yaitu alat untuk megoperasionalkan apa yang direncanakan dalam strategipembelajaran . Dengan demikian, metode pengajaran menjadi salah satu unsur dalam strategibelajar mengajar.c. Pembelajaran yaitu merupakan gabungan dua unsue belajar mengajar. Menurut OemarHamalik belajar adalah learning is defined as the modification or strengthening of behaviorthrough experiencing yaitu modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman .

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->