Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
marga

marga

Ratings: (0)|Views: 25 |Likes:
Published by Nasri Zulhaidi
marga mandailing
marga mandailing

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Nasri Zulhaidi on Jan 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

 
Marga Mandahiling
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
 Langsung ke: navigasi, cari  Perkataan marga di Mandailing atau Mandahiling bisa berarti clan itu asalnya dari bahasa Sanskrit, varga yaitu warga atau warna , ditambah imbuhan
ma
atau
mar 
, menjadi
mavarga
 atau
marvarga
, artinya berwarga, dan disingkat menjadi
marga
. Marga itu sendiri bermakna
kelompok atau puak orang yang berasal dari satu keturunan atau satu dusun
. Marga jugabisa berasal dari singkatan 'naMA keluaRGA'. Tidak semua orang Mandailingmencantumkan
marga
dalam namanya, karena dianggap cukup sebagai identitas antara orangMandailing/Mandahiling sendiri. Selain itu, di antara orang Mandailing ada juga yang tak memakai garis patrilineal ( sistem marga), melainkan matrilineal (
suku
dalam bahasa Minang,  seperti contohnya etnis Lubu yang merupakan penduduk asli Mandahiling). Marga juga bisa diartikan sebagai
dusun
, seperti halnya arti marga di wilayah Sumatera Selatan. 
Daftar isi
 
 
 
 
Asal Usul
Seperti orang Arab dan Tionghoa,orang Mandailing mempunyai pengetahuan mengenai silsilah(tarombo / tambo)mereka sampai beberapa keturunan sekaligus riwayat nenek moyang mereka. Pada mulanya silsilah sesuatu marga, diriwayatkan turun-temurun secara lisan(tambo atau terombo), kemudian diturunkan secara tertulis. Menurut Abdoellah Loebis yangmenulis mengenai asal-usul orang Mandailing dalam majalah Mandailing yang diterbitkan diMedan pada awal kurun ke-20: "Yang masih ada memegang tambo turun-turunannya, yaitumarga Lubis dan Nasution, sebagaimana yang sudah dikarang oleh Almarhum Raja Mulyabekas Kuriahoofd (daerah) Aek (Sungai) Nangali..." Ini tidak bermakna marga-margaMandailing yang lain tidak memelihara silsilah mereka.Penelitian silsilah marga Lubis Singengu (keturunan Silangkitang) di Kotanopan dan Lubis Singasoro (keturunan Sibaitang) di Pakantan , beserta Harahap (keturunan Sutan Bugis) dan Hutasuhut (keturunan Sutan Borayun) di Angkola]], yang merupakan keturunan
NamoraPande Bosi
, menunjukkan bahwa marga itu mula menetap di Mandailing Julu danMandailing Jae (Angkola) pada kurun abad ke-16 M, keturunan dari Raden Patah gelar Angin Bugis dari Majapahit,yang bersama pasukan Bugis dari Palembang,yang kalah adu kerbau dengan Kerajaan Pagaruyung di Padang Sibusuk .Sementara Lubis-Lubis lainnya, seperti Parinduri, Batubara, Daulae, Raorao, Tanjung,dan lainnya, yang bukan keturunan Namora Pande Bosi, umumnya sampai sekarang belum banyak dipublikasikan.
 
Sementara pada umumnya marga Nasution Sibaroar yang berada di Mandailing Godang merupakan keturunan Si Baroar gelar
Sutan (Sultan) Di Aru
, dan marga-marga Nasutionlainnya, antara lain Nasution Panyabungan, Tambangan, Borotan, Lantat, Jior, Tonga, Dolok,Maga, Pidoli, dan lain-lain, berdasarkan nama dusun masing-masing, yang awalnya memakaisistem matrilineal.Umumnya marga-marga di Mandailing, kisah asal-usulnya tidak menunjukkan berasal dariToba, seperti opini yang ditebarkan. Antara lain, Batu Bara, Daulae dan Matondang yang berasal dari satu nenek moyang. Tokoh nenek moyang ketiga marga tersebut menurutkisahnya dua orang bersaudara, yakni
Parmato Sopiak
dan
Datu Bitcu Rayo
. Sekitar Tahun1560 M, keduanya bersama rombongan berangkat dari Batu Bara, Tanjung Balai menuju kawasan Barumun.Di tempat itu, mereka mendirikan kampung bernama Binabo, dan di situlah akhirnya Parmato Sopiak meninggal dunia. (Pada 1981, beberapa tokoh margaDaulae, Matondang dan Batu Bara dari Mandailing telah memugar makam Parmato Sopiak yang terletak dekat desa Binabo di kawasan Barumun.) Kemudian hari, dua putera ParmatoSopiak yang bernama
Si Lae
dan
Si Tondang
bersama pengikut mereka pindah keMandailing Godang, dan mendirikan kampung bernama Pintu Padang. Di situlah, keturunanmereka berkembang dan bermarga Daulae dan Matondang.
Datu Bitcu Rayo
kemudianberpindah, dan mendirikan kampung Pagaran Tonga. Di tempat itu, keturunannyaberkembang menjadi marga Batu Bara.Orang-orang Mandailing bermarga Rangkuti dan pecahannya marga Parinduri,juga tidak  mendukung pendapat, yang mengatakan mereka berasal dari Toba."...sampai kini tidak  seorang pun marga Rangkuti yang menganggap dirinya Batak ,tidak 
marmora
(punyahubungan kerabat mertua) dan tidak 
maranak boru
(punya hubungan kerabat bermenantu) keTanah Batak." Sebab, menurut penuturan yang dihimpun dari orang-orang tua di Mandailingdan disesuaikan pula dengan tarombo marga Rangkuti, bahwa
Ompu Parsadaan Rangkuti
 (nenek moyang orang-orang bermarga Rangkuti) di Runding, bernama
Mangaraja SutanPane
, yang pada kira-kira abad ke XI datang dari Ulu Panai membuka Huta Runding danmendirikan kerajaan di sana. Kerajaan tersebut berhadapan dengan
 Harajaon
(kerajaan)Pulungan di Hutabargot di kaki Tor (gunung) Dolok Sigantang di seberang sungai BatangGadis kira-kira 16 km dari Panyabungan". Versi lain pula mengatakan bahwa nenek moyangorang Mandailing bermarga Rangkuti pada mulanya datang "dari Aceh Selatan (dari RondengTapak Tuan) menyusur pantai laut sampai ke Natal". Dari sana mereka kemudian turun keMandailing Godang dan mendirikan perkampungan mereka yang dinamakan Runding, sesuaidengan nama tempat asal mereka. Versi lainnya, Rangkuti merupakan keturunan dari RaKuti, yang merupakan tokoh dalam pemberontakan
Wedheng
pada masa Majapahit, yang larike Mandailing pada masa lampau, yaitu masa Kesultanan Aru yang beribukota di Padang Lawas.
Marga-Marga Mandailing
Etnis Mandailing hanya mengenal sekitar belasan marga, antara lain Lubis, Nasution,Pulungan, Batubara, Parinduri, Lintang, Harahap, Hasibuan (Nasibuan), Rambe, Dalimunthe,Rangkuti (Ra Kuti), Tanjung, Mardia, Daulay, Matondang, Hutasuhut.Menurut Abdoellah Loebis, marga-marga di Mandailing Julu dan Pakantan adalah sepertiberikut: Lubis (yang terbahagi kepada Lubis Huta Nopan dan Lubis Singa Soro), Nasution,Parinduri, Batu Bara, Matondang, Daulay, Nai Monte, Hasibuan, Pulungan. Marga-marga diMandailing Godang adalah Nasution yang terbagi kepada Nasution Panyabungan,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->