• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Agama dan Keluarga yang Sehat (1)Thursday, 23 October 2008
Manusia adalah makhluk yang secara tabiat mencari kesempurnaan dan tujuan. Iatidak puas dengan rutinitas kehidupan yang dijalaninya dan selalu menjauhistagnansi. Karena itu, ia bisa menikmati hidup, ketika mampu memahami dengan benar tujuan keberadaannya di dunia ini. Dapat dikatakan bahwa di dunia saat iniketidakpuasan yang dialami manusia bukan karena minimnya tingkatkesejahteraan mereka. Dengan kata lain, manusia yang hidup sederhana bahkanhidup dalam kondisi sulit sekalipun, bisa hidup bahagia ketika mampu memaknaikehidupannya dengan benar.Kehidupan terbaik bisa didapatkan dalam lingkungan keluarga. Laki-laki dan perempuan, sebagai manifestasi dari penciptaan Allah swt, menjejakkan kaki di bumi ini untuk bersama-sama memberi makna bagi kehidupan. Dari kehidupan bersama tersebut, lahir ketentraman dan kasih sayang yang menghantarkanmanusia meniti jalan kesempurnaan secara lebih baik. Dengan dasar inilah, Allahswt dalam al-Quran al-Karim surat ar-Ruum ayat 21, menyebut salah satu tujuan penciptaan laki-laki dan perempuan adalah untuk mencapai ketentraman dan kasihsayang.Sejak permulaan manusia hadir di alam dunia dan lahirnya ikatan pertamakehidupan, nampak bahwa manusia tumbuh dari lingkungan yang aman bernamakeluarga. Kedatangan nabi Adam as dan Hawa as ke bumi sebagai keluarga pertama, menunjukkan bahwa manusia senantiasa memerlukan pasangan dalammengarungi kehidupan menuju kesempurnaan. Sejak awal penciptaan, manusiatelah menyadari secara fitrah bahwa kelanggengan kehidupan, keberlanjutanketurunan, serta kesempurnaan spiritual, material, fisik dan maupun mental,semuanya bergantung pada keluarga. Dalam lingkungan keluargalah kitamenikmati kelembutan kasih sayang ibu dan kehangatan pelukan ayah.Keluarga senantiasa menjadi perhatian agama-agama langit dan berbagai aliran pemikiran, karena peran vitalnya dalam kehidupan manusia. Keluarga merupakanlingkungan yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan material dan spiritualmanusia. Saat ini, krisis identitas di dalam keluarga menjadi salah satu ancamanterbesar bagi masyarakat modern. Meningkatnya angka konflik dalam keluarga, perceraian, dan kian bertambahnya anak-anak tanpa pengasuh menunjukan krisisfundamental pada masyarakat modern. Fenomena kemerosotan moral dan pengabaian sisi spiritual di tengah masyarakat, mengancam tatanan kehidupansosial, dan korban terbesarnya adalah keluarga. Munculnya berbagai kekacauansaat ini, memicu kehawatiran berbagai kalangan. Para pemikir, psikolog, sosiologdan pakar hukum memandang penyelesaian krisis ini erat kaitannya denganmasalah keluarga. Mereka mengajukan berbagai alternatif mengatasi krisistersebut. Bagaimana pun, hal ini menunjukan bahwa keluarga memerlukan berbagai bimbingan, wejangan, pendidikan dan pengarahan dalam menghadapiliku-liku kehidupan.Sebagian pakar meyakini bahwa sepanjang manusia yang telah maju secara sainsmencampakkan keimanan dan moral, lalu dengan mengatasnamakan kemajuanmeninggalkan tuntunan agama, maka cinta sejati dan kebahagiaan tidak akan
 
 pernah ada dalam keluarga. Selama orang mengingkari perbedaan natural antara pria dan wanita, maka selalu saja ada penistaam hak kedua jenis gender ini. Sebab,ketidaktahuan akan kebutuhan asasi masing-masing gender, menjadi kendalautama bagi keluarga untuk bisa sampai ke tujuan pembentukannya. Ketimpangan-ketimpangan yang ada di zaman modern ini adalah buah getir dari kekeliruan peran dan pembagian tugas yang tidak logis antara laki-laki dan perempuan.Dengan memandang pentingnya pembahasan keluarga di era modern, kami berupaya mempersembahkan paket acara spesial tentang kedudukan keluarga danurgensi pernikahan serta mengupas berbagai patologi hubungan keluarga dengan berporos pada ajaran agama. Dalam rangkaian acara ini, kami akan menyajikan pembahasan psikologis dan teori-teori aplikatif dalam ajaran Islam. Kami jugaakan mengupas ajaran Islam tentang bagaimana hubungan yang seharusnya antaraanggota keluarga dan hak serta tanggung jawab masing-masing. Semoga denganacara ini, para pendengar yang budiman bisa mengenal karakteristik keluarga bahagia beserta cara untuk membentuk keluarga idaman.Kini, manusia yang berada dalam bayangan sains dan eksperimen, sampai padasebuah hakikat bahwa pilar identitas setiap manusia dibentuk oleh faktor keturunan, pendidikan dan budaya. Kesejahteraan sebuah masyarakat tergantung pada kondisi keluarga di masyarakat tersebut. Keluarga adalah kelompok masyarakat kecil yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak. Keanggotaan dalamkeluarga adalah hubungan hati antar sesama dan merasa sebagai bagian darikelompok sosial yang kecil ini.Keluarga dari kaca mata ini begitu urgen, karena menjadi tempat untuk berbagitradisi, keyakinan dan pengetahuan. Mulai dari cara makan hingga masalah sosial, politik dan budaya, semuanya bisa terbentuk dalam keluarga. Keluarga menjadimedia untuk memindahkan warisan budaya dan pengalaman dari generasi lampauke generasi baru. Dari sini, keluarga merupakan elemen yang berpengaruh bagikehidupan sosial manusia.Menurut para pakar sosiologi, keluarga adalah himpunan beberapa orang yangterikat karena hubungan darah, perkawinan atau pengangkatan anak dan hidup bersama dalam jangka waktu yang panjang dan tidak ditentukan. Keluargamerupakan tempat pertama lahirnya emosi kemanusiaan dan tempat menjalinhubungan cinta dan kasih sayang yang terdalam antar anggotanya
 
Model Pendidikan dalam Al-Quran (2)Thursday, 23 October 2008
Memilih teladan dan contoh yang tepat dalam kehidupan pribadi dan sosialmerupakan perkara yang menentukan. Bahkan, sebagian para nabi menganggap bahwa mereka pun memerlukan teladan yang sempurna. Mereka merujuk kepadamanusia-manusia yang mereka anggap layak dijadikan sebagai teladan untuk menempuh jalan kesempurnaannya. Sebagai misal, Nabi Musa as berguru kepada Nabi Hidhir untuk memperoleh hikmah dan makrifah. Dalam surat Al-Kahfi ayat66 dinyatakan, "Musa Berkata kepada Khidhr: "Bolehkah Aku mengikutimusupaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yangTelah diajarkan kepadamu?" Nabi Musa as dengan melontarkan pertanyaan itu menunjukkan bahwa perubahandan revolusi diri tidak terbatas pada masa tertentu. Manusia di setiap usia dan peringkat keilmuan manapun senantiasa memerlukan seorang pembimbing yang bisa menjadi pelita dan penuntun jalan.Al-Quranul Karim memperkenalkan karakter utama para manusia-manusia teladandengan menceritakan kehidupan pribadi mereka. Al-Quran mengajarkan manusiauntuk menjadikan perilaku dan pemikiran manusia-manusia agung itu sebagailandasan hidupnya. Dengan cara itu, mereka diharapkan bisa mengubah nasib diridan masyarakatnya.Al-Quran menyontohkan Siti Asiah, istri Firaun sebagai teladan utama bagi orang-orang beriman. Siti Asiah adalah perempuan mulia dan ahli iman. Meski ia hidupdi tengah situasi yang sangat kelam, namun ia tidak terpengaruh oleh kehinaan pemerintahan Firaun yang zalim. Dengan selalu bertawakkal kepada Allah, ia berupaya menjauhkan diri dari noda-noda hitam lingkungan di sekitarnya danmemilih jalan yang benar. Dalam surah At-Tahrim ayat 11 dinyatakan, "Dan Allahmembuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalamfirdaus, dan selamatkanlah Aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlahAku dari kaum yang zhalim."Bunda Mariam adalah teladan utama lainnya yang diperkenalkan oleh Al-Quran.Al-Quran menyebut ibunda nabi Isa as ini sebagai teladan kaum perempuan dizamannya. Salah satu nama surat Al-Quran juga dinamai dengan nama perempuanagung ini. Dia adalah perempuan surga. Kejujuran, menjaga kehormatan dankesucian adalah sejumlah sifat-sifat utama bunda Mariam yang disebut Al-Quran.Oleh karena itu, Tuhan menempatkan beliau sebagai perempuan plihan danmenjadikan beliau sebagai ibu yang melahirkan nabi Isa as.Kesabaran dan sikap tawakkal bunda Mariam yang juga muncul dalam pribadinabi Isa as merupakan sifat utama beliau lainnya yang dipuji oleh Allah swt dalamAl-Quran. Dalam kitab sucinya ini, Allah swt menjelaskan karekter dan sifat-sifatterpuji bunda Mariam kepada seluruh umat manusia.Salah satu teladan lainnya yang diperkenalkan oleh Al-Quran adalah kelompok Ashabul-Kahfi. Dalam surat Al-Kahfi ayat 9 hingga 26, Al-Quran mengisahkan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...