Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah kajian budaya

makalah kajian budaya

Ratings: (0)|Views: 100 |Likes:

More info:

Published by: Shaefuddin Al-Ayyubi on Jan 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Budaya adalah sebuah kata yang banyak diperbincangkan oleh berbagaikalangan dari yang demikian variatif ditinjau dari perspektif strata sosial,intelektual, dan finansial. Dengan berbagai macam interpretasi untuk memaknaikebudayaan baik dari sejarah, perkembangan, maupun eksistensinya, manusiasecara sadar atau pun tidak sebenarnya telah bersinggungan dengan budaya itusendiri dalam sepanjang sejarah hidupnya. Manusia yang dalam hidupnyasenantiasa dihadapkan pada berbagai kompleksitas masalah dan upaya pemecahannya pastilah secara langsung maupun tidak langsung akan berjibakudengan budaya yang melekat pada dirinya sejak lahir sebagai bawaan lingkungantempat ia lahir, tumbuh, dan besar, tetai juga adanya pengaruh budaya dari luar lingkungan asalnya yang mungkin didapatnya ketika ia harus mengalami masa peralihan domisili atau lingkungan pergaulan selama fase kehidupannya.Ada banyak orang membicarakan kebudayaan dengan berbagai aspeknya,tetapi tak banyak orang yang mampu mendefinisikan apa sesungguhnyakebudayaan itu dan mengapa kebudayaan demikian kuat memberikan pengaruh pada kehidupan manusia selama perjalanan hidupnya. Secara umum banyak orangyang menganggap budaya terkotak hanya sebatas bersinggungan dengan hal-halyang berbau seni saja, padahal lebih dalam dibandingkan sebatas seni, padadasarnya budaya adalah pondasi yang demikian fundamen sebagai akar terciptanya peradaban manusia.1
 
Raymond Williams (dalam Mudji Sutrisno dan Hendar Putranto, 2005: 7)menyatakan bahwa kata kebudayaan merupakan salah satu dari dua atau tiga katayang paling kompleks penggunaannya dalam bahasa Inggris yaitu
culture.
Andi Setyo W. (2009: 3) berpendapat sebagai berikut.Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah,yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikansebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasaInggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere,yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolahtanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur”dalam bahasa Indonesia.Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusiasebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami danmenginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagitingkah-lakunya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atasserangkaian model-model kognitif yang dipunyai oleh manusia, dandigunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimanaterwujud dalam tingkah-laku dan tindakan-tindakannya.Andi Setyo W. (2009: 3) menyatakan bahwa kebudayaan dapatdidefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya.Jadi secara umum dapat dipahami bahwa kebudayaan merupakan sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiranmanusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.Perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia2
 
sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifatnyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,religi seni dan sebagainya, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusiadalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat (Masyhuri Arifin, 2009: 4).
Segala sesuatu yang menjadi dasar atau akar dari suatu peradaban pastilahmemiliki unsur pembangun yang mengokohkan eksistensi hal yang disangga tersebut,demikian pula budaya. Adapun m
enurut Rustopo (2007: 27), kebudayaan dalam artiluas setidaknya meliputi tujuh sistem, yakni: (1) sistem religi dan upacarakeagamaan; (2) sistem dan organisasi kemasyarakatan; (3) sistem pengetahuan; (4) bahasa; (5) kesenian; (6) sistem mata pencaharian; dan (7) sistem teknologi dan peralatan. Namun demikian sifat khas suatu kebudayaan hanya dapatdimanifestasikan dalam unsur-unsur terbatas, terutama melalui bahasa, kesenian,dan upacara.Berdasarkan hal tersebut di atas budaya Jawa yang dalam perkembangannyasebisa mungkin masih demikian kental mendarah daging dilestarikan olehsebagian besar masyarakat tetaplah memiliki daya tarik tersendiri untuk dipelajaridan dipahami lebih dalam. Budaya Jawa adalah pengalaman–pengalaman yangdipelajari dan mengacu pada pola–pola interaksi sosial yang terjadi padamasyarakat Jawa; masyarakat yang lahir dari, tumbuh dan berkembang di tengahke luarga Jawa. Kebudayaan Jawa telah tumbuh dan berkembang selama lebihdari ribuan tahun dan kebudayaan Jawa juga telah mengalami kontak sosialdengan berbagai macam aspek kehidupan, yang meliputi seni, arsitektur,kepercayaan dan lain–lain (Sayekti, tanpa tahun: 33).3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->