Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Taqwa

Pengertian Taqwa

Ratings: (0)|Views: 82 |Likes:
Published by helmonadam
agama islam
agama islam

More info:

Published by: helmonadam on Jan 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

pdf

text

original

 
 
Pengertian : "Iman danTaqwa"
Penjelasan Rukun Iman (1): Iman kepada Allah
 
 
Iman menurut bahasa adalah membenarkan. Adapun menurut istilah syari‟at yaitu meyakini
dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan membuktikannya dalam amal perbuatan yangterdiri dari tujuh puluh tiga hingga tujuh puluh sembilan cabang. Yang tertinggi adalahucapan
 
 
 
dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan yangmenggangu orang yang sedang berjalan, baik berupa batu, duri, barang bekas, sampah, dansesuatu yang berbau tak sedap atau semisalnya.Rasulullah
Shallahu‟alaihi wa sallam bersabda,
 
”Iman lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang, paling utamanya perkataan
  
 
       
 
     
 dan yang paling rendahnya menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu merupakan
cabang dari keimanan.”
(Riwayat Muslim: 35, Abu Dawud: 4676, Tirmidzi: 2614)
 Secara pokok iman memiliki enam rukun sesuai dengan yang disebutkan dalam hadist Jibril
(Hadist no. 2 pada hadist arba‟in an
-
 Nawawi) tatkala bertanya kepada Nabi Shallahu‟alaihi
wa sallam tentang iman, lalu beliau menjawab,
”Iman adalah engkau percaya kepada Allah, para malaikatNya, kitab
-kitabNya, para
rasulNya, hari akhir, dan percaya kepada taqdirNya, yang baik dan yang buruk.”
 
(Mutafaqqun ‘alaihi)
 Adapun cakupan dan jenisnya, keimanan mencakup seluruh bentuk amal kebaikan yangkurang lebih ada tujuh puluh tiga cabang. Karena itu Allah menggolongkan dan menyebutibadah shalat dengan sebutan iman dalam firmanNya,
”Dan Allah tidak akan menyia
-
nyiakan imanmu”
 
(QS. Al-Baqarah:143)
 Para ahli tafsir menyatakan, yang
dimaksud ‟imanmu‟ adalah shalatmu tatkala engkau
menghadap ke arah baitul maqdis, karena sebelum turun perintah shalat menghadap ke
Baitullah (Ka‟bah) para sahabat mengahadap ke Baitul Maqdis.
 
Iman kepada Allah
 
Iman kepada Allah adalah mempercayai bahwa Dia itu maujud (ada) yang disifati dengansifat-sifat keagungan dan kesempurnaan, yang suci dari sifat-sifat kekurangan. Dia Maha Esa,Mahabenar, Tempat bergantung para makhluk, tunggal (tidak ada yang setara dengan Dia),Pencipta segala makhluk, Yang melakukan segala yang dikehendakiNya, dan mengerjakandalam kerajaanNya apa yang dikehendakiNya. Beriman kepada Allah juga bisa diartikan,berikrar dengan macam-
macam tauhid yang tiga serta beri‟tiqad (berkeyakinan) dan beramal
dengannya yaitu tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah dan tauhid al-
asma‟ wa ash
-shifaat.
 
 Iman kepada Allah mengandung empat unsur:
1. Beriman akan adanya Allah.
Mengimani adanya Allah ini bisa dibuktikan dengan:
(a). Bahwa manusia mempunyai fitrah mengimani adanya Tuhan
 Tanpa harus di dahului dengan berfikir dan sebelumnya. Fitrah ini tidak akan berubah kecuali
ada sesuatu pengaruh lain yang mengubah hatinya. Nabi Shallahu‟alaihi wa sallam bersabda:
 
Tidaklah anak itu lahir melainkan dalam keadaan fitrah, kedua orangtuanya lah yangmenjadikan mereka Yahudi, Nashrani, atau Majusi
.”
(HR. Bukhori)
 Bahwa makhluk tersebut tidak muncul begitu saja secara kebetulan, karena segala sesuatuyang wujud pasti ada yang mewujudkan yang tidak lain adalah Allah, Tuhan semesta alam.Allah berfirman,
 Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri
mereka sendiri)?”
(QS. Ath-Thur: 35)
 Maksudnya, tidak mungkin mereka tercipta tanpa ada yang menciptakan dan tidak mungkinmereka mampu menciptakan dirinya sendiri. Berarti mereka pasti ada yang menciptakan,yaitu Allah yang maha suci.Lebih jelasnya kita ambil contoh, seandainya ada orang yang memberitahu anda ada sebuahistana yang sangat megah yang dikelilingi taman, terdapat sungai yang mengalir disekitarnya, di dalamnya penuh permadani, perhiasan dan ornamen-ornamen indah. Laluorang tersebut berkata kepada anda, istana yang lengkap beserta isinya itu ada dengansendirinya atau muncul begitu saja tanpa ada yang membangunnya. Maka anda pasti segeramengingkari dan tidak mempercayai cerita tersebut dan anda menganggap ucapannya itusebagai suatu kebodohan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->