Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Syukurilah dan Ujian Nikmat Allah

Syukurilah dan Ujian Nikmat Allah

Ratings: (0)|Views: 9 |Likes:
Published by helmonadam
agama islam
agama islam

More info:

Published by: helmonadam on Jan 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2013

pdf

text

original

 
 
Nikmat Allah Syukurilah dan Ujian-Nya Sabarilah
 penulis Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An-NawawiSyariah Akhlak 21 - Juni - 2007 19:01:11
Demikian banyak ni‟mat Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Tidak ada satupun manusia yg bisa
menghitung meski menggunakan alat secanggih apapun. Pernahkah kita berpikir utk apa
Allah Subhanahu wa Ta‟ala memberikan demikian banyak ni‟mat kepada para hamba
-Nya?Untuk sekedar menghabiskan
ni‟mat
-
ni‟mat tersebut atau ada tujuan lain?
 
Luas Pemberian Allah Subhanahu wa Ta‟ala
 
Sungguh betapa besar dan banyak ni‟mat yg telah dikaruniakan Allah Subhanahu wa Ta‟alakepada kita. Setiap hari silih berganti kita merasakan satu ni‟mat kemudian berali
h kepada
ni‟mat yg lain. Di mana kita terkadang tdk membayangkan sebelum akan terjadi dan
mendapatkannya. Sangat besar dan banyak krn tdk bisa utk dibatasi atau dihitung dgn alatsecanggih apapun di masa kini.Semua ini tentu mengundang kita utk menyimpulkan betapa besar karunia dan kasih sayang
Allah Subhanahu wa Ta‟ala kepada hamba
-hamba-Nya. dlm realita kehidupan kitamenemukan keadaan yg memprihatinkan. Yaitu mayoritas manusia dlm keingkaran dankekufuran kepada Pemberi Nikmat. Puncak adl menyamakan pem
 beri ni‟mat dgn makhluk ygkeadaan makhluk itu sendiri sangat butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Tentu hal ini
termasuk dari kedzaliman di atas kedzaliman sebagaimana dijelaskan oleh Allah Subhanahu
wa Ta‟ala di dlm firman
-Nya:
       
 
“Sesungguh kesyirikan itu adl kedzaliman yg paling besar.”
 
Kendati demikian Allah Subhanahu wa Ta‟ala tetap memberikan kepada mereka sebagian
karunia-
 Nya disebabkan “kasih sayang
-Nya mendahului murka-
 Nya” dan membukakan bagi
mereka pintu utk bertaubat. Oleh sebab itu tdk ada alasan bagi hamba ini untuk:-
Ingkar dan kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala serta menyamakan Allah Subhanahuwa Ta‟ala dgn makhluk 
-Nya yg sangat butuh kepada-Nya.- Menyombongkan diri serta angkuh dgn tdk mau melaksanakan perintah Allah Subhanahu
wa Ta‟ala dan meninggalkan larangan
-larangan-Nya atau tdk mau menerima kebenaran danmengentengkan orang lain.-
Tidak mensyukuri pemberian Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Allah Subhanahu wa Ta‟ala
berfirman:
           
 
“Dan ni‟mat apapun yg kalian dapatkan adl datang dari Allah.”
 
           
 
“Dan jika kalian menghitung ni‟mat Allah niscaya kalian tdk akan sanggup.”
 
Pemberian Allah Subhanahu wa Ta‟ala utk Satu Tujuan yg M
ulia
Dari sekian ni‟mat yg telah dikaruniakan oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala kepada kita marikita mencoba menghitungnya. Sudah berapakah dlm kalkulasi kita ni‟mat yg telah kitasyukuri dan dari sekian ni‟mat yg telah kita pergunakan utk bermaksiat kepada
-Nya. Jika kita
menemukan kalkulasi yg baik mk pujilah Allah Subhanahu wa Ta‟ala krn Dia telah
memberimu kesempatan yg baik. Jika kita menemukan sebalik mk janganlah engkau mencelamelainkan dirimu sendiri.1
 
Setiap orang bisa mengatakan bahwa semua yg ada di dunia ini merupakan pemberian Allah
Subhanahu wa Ta‟ala. Tahukah anda apa rahasia di balik pemberian Allah Subhanahu waTa‟ala tersebut?
 
Ketahuilah bahwa keni‟matan yg berlimpah ruah bukanlah tujuan diciptakan manusia dan
bukan pula sebagai wujud cinta A
llah Subhanahu wa Ta‟ala kepada manusia tersebut. AllahSubhanahu wa Ta‟ala menciptakan manusia utk sebuah kemuliaan bagi dan menjadikansegala ni‟mat itu sebagai perantara utk menyampaikan kepada kemuliaan tersebut. Tujuan itu
adl utk beribadah kepada All
ah Subhanahu wa Ta‟ala saja sebagaimana hal ini disebutkan
dlm firman-Nya:
           
 
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah
kepada-
Ku.”
 Bagi orang yg berakal akan berusaha mencari rahasia di balik pemberian Allah Subhanahu
wa Ta‟ala yg berlimpah ruah tersebut. Setelah dia menemukan jawaban yaitu utk beribadah
kepada-Nya saja mk dia akan mengetahui pula bahwa dunia bukan sebagai tujuan.Sebagai bukti yaitu ada kematian setelah hidup ini dan ada kehidupan setelah kematiandiiringi dgn persidangan dan pengadilan serta pembalasan dari Allah l. Itulah kehidupan yghakiki di akhirat nanti. Kesimpulan seperti ini akan mengantarkan kepada:1. Dunia bukan tujuan hidup.
2. Keni‟mata
n yg ada pada bukan tujuan diciptakan manusia akan tetapi sebagai perantara utk suatu tujuan yg mulia.3. Semangat beramal utk tujuan hidup yg hakiki dan kekal.
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Ketahuilah bahwa ni‟mat itu ada dua bentuk ni‟mat yg menjadi tujuan dan ni‟mat yg menjadi perantara menuju tujuan. Nikmat yg
merupakan tujuan adl kebahagiaan akhirat dan nilai akan kembali kepada empat perkara.Pertama: Kekekalan dan tdk ada kebinasaan setelahKedua: Kebahagian yg tdk ada duka setelahnyaKetiga: Ilmu yg tdk ada kejahilan setelahnyaKeempat: Kaya yg tdk ada kefakiran setelahnya.Semua ini merupakan kebahagiaan yg hakiki. Adapun bagian yg kedua adl sebagai perantaramenuju kebahagiaan yg disebutkan dan ini ada empat perkara:Pertama: Keutamaan diri sendiri seperti keimanan dan akhlak yg baik.Kedua: Keutamaan pada badan seperti kekuatan dan kesehatan dan sebagainya.Ketiga: Keutamaan yg terkait dgn badan seperti harta kedudukan dan keluarga.Keempat: Sebab-
sebab yg menghimpun ni‟mat
-
ni‟mat terseb
ut dgn segala keutamaan seperti
hidayah bimbingan kebaikan pertolongan dan semua ni‟mat ini adl besar.”
 Untaian Indah dari Ibnu Qudamah
“Ketahuilah bahwa segala yg dicari oleh tiap orang adl ni‟mat. Akan tetapi keni‟matan yg
hakiki adl kebahagiaan di akhir
at kelak dan segala ni‟mat selain akan lenyap. Semua perkara
yg disandarkan kepada kita ada empat macam:Pertama: Sesuatu yg bermanfaat di dunia dan di akhirat seperti ilmu dan akhlak yg baik.
Inilah keni‟matan yg hakiki.
 Kedua: Sesuatu yg memudaratkan di
dunia dan di akhirat. Ini merupakan bala‟ yg hakiki.
 Ketiga: Bermanfaat di dunia akan tetapi memudaratkan di akhirat seperti berlezat-lezat danmengikuti hawa nafsu. Ini sesungguh bala bagi orang yg berakal sekalipun orang jahil
menganggap ni‟mat. Seperti
seseorang yg sedang lapar lalu menemukan madu yg bercampur
racun. Bila tdk mengetahui dia menganggap sebuah ni‟mat dan jika mengetahui dia
menganggap sebagai malapetaka.
Keempat: Memudaratkan di dunia namun akan bermanfaat di akhirat sebagai ni‟mat bagi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->