Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
ca endometrium

ca endometrium

Ratings: (0)|Views: 262 |Likes:
Published by k_4_josh_799565916
ca endometrium
ca endometrium

More info:

Published by: k_4_josh_799565916 on Jan 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
Kanker endometrium merupakan salah satu kanker ginekologi dengan angkakejadian tertinggi, terutama di negara-negara maju. Selama tahun 2005,diperkirakan di Amerika terdapat sekitar 40.880 kasus baru dengan sekitar 7.100kematian terjadi karena kanker endometrium
1
.Kanker endometrium paling sering terdiagnosis pada usia pasca menopause,dimana 75% kasus terjadi pada wanita usia pasca menopause
2
. Meskipundemikian sekitar 20% kasus terdiagnosis pada saat premenopause
3
. Secaraepidemiologi terdapat beberapa faktor risiko yang berkaitan dengan kanker endometrium yaitu
hormon replacement theraphy
, terapi Tamoxifen
 ,
obesitas,wanita pasca menopause, nullipara atau dengan paritas rendah, dan keadaananovulasi. Hal-hal tersebut berkaitan dengan keadaan
upopposed estrogen
yangmeningkatkan risiko terjadinya kanker endometrium. Faktor-faktor yangmempengaruhi pemaparan terhadap estrogen atau meningkatkan kada progesteron, seperti penggunaann kontrasepsi oral dan merokok, merupakanfaktor yang bersifat protektif 
3
.Kanker endometrium stadium awal memiliki prognosis yang cukup baik.Kanker endometrium terdiagnosis saat masih terlokalisir memiliki
 survival rate
5tahunnya mencapai 96%, dan menurun sampai ke 44% pada stadium lanjut
4
.Dengan pengetahuan yang baik tentang perdarahan pervaginam pascamenopause di dunia Barat, sebagian besar kasus ini, sekitar 77% terdiagnosis padastadium dini
4
. Teknik skrining yang dapat digunakan adalah skrining non-invasif,seperti USG dan teknik invasif seperti pemeriksaan D&C dan biopsi endometriumyang merupakan tehnik yang digunakan untuk mengevaluasi jaringanendometrium dan menjadi bakuan dalam menilai status endometrium. Biopsiendometrium mempunyai sensitifitas yang baik dengan negatif palsu yang rendahdan sebagian besar disebabkan karena kesalahan dalam pengambilan. Namundemikian penentuan stadium karsinoma endometrium yang akurat adalah melalui prosedur pembedahan.
 
2
BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1Endometrium
Korpus uteri dibagi atas tiga bagian yaitu endometrium, myometrium, dan perimetrium. Perimetrium ke arah lateral melanjut sebagai ligamentum, keanterior melanjut ke vesica urinaria, dan ke posterior melanjut ke rectum.Endometrium merupakan bagian dari korpus uteri yang membatasi cavumuteri dengan myometrium. Endometrium ini mempunyai tiga fungsi penting, yaitusebagai:
Tempat nidasi
Tempat terjadinya proses haid
Petunjuk gangguan fungsional dari steroid seks.Pada usia reproduksi dan dalam keadaan tidak hamil, endometriummengalami berbagai perubahan siklik yang berkaitan dengan aktivitas ovarium.Endometrium terdiri dari dua lapisan , yaitu lapisan basal dan lapisan fungsional.Di bawah pengaruh hormon estrogen dan progesteron, endometrium akandimatangkan dan kemudian akan terlepas secara teratur setiap bulannya sebagaimenstruasi. Perubahan kandungan salah satu hormon tersebut di dalam darah akanmemberikan perubahan pada endometrium. Dikatakan endometrium sangatsensitif terhadap perubahan kadar estrogen ataupun progesteron. Hal ini yangmenyebabkan endometrium dapat digunakan untuk menilai kualitas kandungankadar kedua hormon tersebut, secara tidak langsung.Penilaian kadar estrogen dan atau progesteron dilakukan dengan memeriksastruktur histologik endometrium. Penilaian tersebut dilakukan pada kasus-kasusinfertil dalam upaya menemukan salah satu penyebab kemandulan. Untu penilaiannya maka kerokan endometrium dilakukan beberapa jam sebelummenstruasi. Di samping menetapkan waktu tersebut cukup sulit serta untuk menghindari kerokan pada telur yang telah nidasi, maka kerokan dilakukan beberapa jam pada hari pertama menstruasi. Apabila kadar progesteron cukup,maka pada waktu itu diharapkan endometrium dalam fase sekresi akhir yang
 
3
lengkap, sesuai dengan hari ke-14 setelah ovulasi. Perlu diingat bahwa patokansiklus menstruasi adalah 28 hari. Apabila struktur histologik endometrium tidak sesuai dengan yang diharapkan, misalnya menunjukkan fase sekresi pertengahan,maka dikatakan bahwa penderita mempunyai kadar progesteron yang kurang.Makin jauh kenyataan gambaran histologiknya dibandingkan gambaran yangdiharapkan, maka makin sulit kemungkinan hamilnya.Secara umum struktur histologik endometrium dibagi atas fase proliferatif (permulaan, pertengahan, dan akhir), ovulasi yang kemudian langsung masuk kefase sekresi (permulaan, pertengahan, dan akhir), dan diakhiri dengan fasemenstruasi. Jarak waktu yang dipakai sebagai pegangan untuk penilaian ini ialah28 hari antara dua menstruasi. Begitu pelepasan endometrium berhenti pada akhir menstruasi dan sebelum proliferasi terjadi maka terjadi proses regenerasi.Penilaian fase endometrium didasarkan atas beberapa kriteria, yaitu:1.Banyaknya mitosis sel epitel kelenjar;2.Banyaknya susunan semu berlapis sel epitel kelenjar;3.Banyaknya vakuolisasi basalis epitel kelenjar;4.Banyaknya sekresi kelenjar;5.Kesembaban stroma endometrium;6.Terjadinya reaksi pseudo atau pre-desidua stroma endometrium;7.Banyaknya mitosis sel stroma endometrium; dan8.Banyak sebukan lekosit dalam stroma endometrium.Perubahan-perubahan endometrium setiap kriteria tersebut, berkaitan denganfase-fase endometrium dapat dilihat pada grafik 
3
.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
kirana 5451 liked this
kirana 5451 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->