Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
1Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Skripsi (2)

Skripsi (2)

Ratings: (0)|Views: 76 |Likes:
Published by Yelius Jeye Wardane

More info:

Published by: Yelius Jeye Wardane on Jan 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/04/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kemajuansuatu bangsa. Melalui pendidikan bangsa Indonesia bisa membebaskan diri darikebodohan, kelatarbelakangan dan dapat mengembangkan sumber daya manusiasehingga dapat memiliki rasa percaya diri untuk bersanding dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Pendidikan yang dikembangkan adalah pendidikanyang dapat mengembangkan potensi masyarakat, mampu menumbuhkan kemauanserta membangkitkan motivasi generasi bangsa untuk menggali berbagai potensi,dan mengembangkannya secara optimal bagi kepentingan pembangunanmasyarakat secara utuh dan menyeluruh.Dunia pendidikan saat ini memusatkan mutu pendidikan pada peningkatankegiatan belajar mengajar (KBM) yang di dalamnya terdapat guru dan pesertadidik sebagai unsur manusia yang mempunyai kemampuan, keterampilan,motivasi, dan lain sebagainya yang berbeda antara yang satu dengan yang lain.Adanya perbedaan tersebut menjadikan pembelajaran sebagai proses pendidikanmemerlukan siasat, pendekatan, metode, dan teknik yang bermacam-macamsehingga peserta didik dapat menguasai materi dengan baik dan mendalam.Seiring dengan perkembangan zaman, khususnya dalam dunia pendidikan praktek-praktek pembelajaran perlu diperbarui. Upaya tersebut terletak padatanggung jawab guru, bagaimana pembelajaran yang disampaikan dapat dipahami
 
oleh anak didik secara benar. Salah satunya sistem pengajaran yang memberikesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan siswa-siswa dalamtugas-tugas yang berstruktur disebut sebagai sistem ”Pembelajaran Kooperatif”.Dalam sistem ini, guru bertindak sebagai fasilatator. Untuk lebih menyiapkananak didik dengan keterampilan-keterampilan baru untuk bisa ikut berpartisipasidalam dunia yang berubah dan berkembang pesat.Menurut Isjoni (2009:14) Pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut.Salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis.Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlahsiswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap anggotakelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untumemahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belummenguasai bahan pelajaran.Kebanyakan pengajar enggan menerapkan sistem kerjasama di dalamkelas karena beberapa alasan, yaitu siswa yang kurang pandai merasa minder ditempatkan dalam satu kelompok dengan siswa yang lebih pandai. Sedangkansiswa yang lebih pandai merasa temannya yang kurang pandai hanya menumpang pada hasil jerih payahnya, sehingga guru khawatir akan terjadi kekacauan di kelasdan siswa tidak belajar jika mereka ditempatkan dalam kelompok.Slavin (2005:5) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif memilikikelebihan yang sangat besar untuk mengembangkan hubungan antara siswa darilatar belakang etnik yang berbeda dan antara siswa-siswa pendidikan khususterbelakang secara akademik dengan teman sekelas mereka.Salah satu bentuk pembelajaran kooperatif yang dapat dipilih adalah
Team Assisted Individualization
(TAI).
Dalam model pembelajaran
Team
8
 
 Assisted 
 
 Individualization
(TAI)
, siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil (4 sampai 5 siswa) yang heterogen untukmenyelesaikan tugas kelompok yang sudah disiapkan oleh guru,selanjutnya diikuti dengan pemberian bantuan secara individubagi siswa yang memerlukan.Hasil penelitian Retna (2007) menunjukkan bahwapembelajaran kooperatif tipe TAI lebih efektif dari padapembelajaran langsung pada siswa kelas VII SMP Negeri 11Semarang.
Penelitian oleh Bukaningrum (2007) dengan pembelajarankooperatif tipe TAI juga menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa kelas IXBSMP Negeri 1 Adiwerna kabupaten Tegal. Dengan demikian pembelajaran tipe
Team
 
 Assisted 
 
 Individualization
(TAI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru bidang studi fisikakelas VIII SMP Negeri 7 Lubuklinggau, sebagian siswanya masih kurangmemahami pelajaran fisika. Hal ini ditunjukkan bahwa siswa masih terlihat pasif dalam belajar dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru masihmenggunakan pembelajaran konvensional, sehingga hasil belajar siswa pada pelajaran fisika masih rendah dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yangditetapkan sekolah yaitu 6,0. Oleh karena itu untuk membuat siswa aktif dalamkegiatan pembelajaran dan juga mampu meningkatkan pemahaman siswa, makasalah satu cara untuk mengatasinya adalah menggunakan pembelajaran kooperatif tipe
Team
 
 Assisted 
 
 Individualization
(TAI) sehingga kemampuan siswa dalammenerapkan konsep fisika diharapkan dapat meningkat.9

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->