Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pp Nomor 4 Tahun 1966 Tentang Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri

Pp Nomor 4 Tahun 1966 Tentang Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri

Ratings: (0)|Views: 174|Likes:
Published by Bayu Rianto

More info:

Published by: Bayu Rianto on Jan 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/27/2013

pdf

text

original

 
PERATURAN PEMERINTAH NO. 4 TAHUN 1966TENTANGPEMBERHENTIAN/PEMBERHENTIAN SEMENTARA PEGAWAI NEGERIOleh:PRESIDEN REPUBLIK INDONESI
Nomor:4 TAHUN 1966 (4/1966)Tanggal:9 PEBRUARI 1966 (JAKARTA) _________________________________________________________________ Presiden Republik Indonesia,Menimbang : bahwa berhubung dengan berlakunya Undang-undang PokokKepegawaian (Undang-undang No. 18 tahun 1961 LembaranNegara Tahun 1961 No. 263) peraturan-peraturan lama tentangpemberhentian/pemberhentian untuk sementara waktu bagipegawai Negeri Sipil perlu ditinjau kembali dandiselaraskan dengan ketentuan-ketentuan yang termaktubdalam Undang-undang Pokok Kepegawaian tersebut;Mengingat :a. Pasal 5 ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945;b. Pasal 7 Undang-undang No. 18 tahun 1961 (Lembaran-NegaraTahun 1961 No. 263);Mendengar : Presidium Kabinet Dwikora;MEMUTUSKAN:Pertama : MENCABUT PERATURAN PEMERINTAH NO. 8 TAHUN 1952 (LEMBARANNEGARA TAHUN 1952 No. 13).Kedua : Menetapkan:PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PEMBERHENTIAN/PEMBERHENTIANSEMENTARA PEGAWAI NEGERI.Pasal 1.Yang dimaksud dengan pegawai Negeri menurut Peraturan ini adalahmereka, yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan diangkat,digaji menurut Peraturan Pemerintah yang berlaku dan dipekerjakan dalamsuatu jabatan Negeri oleh pejabat Negara atau badan Negara yangberwewenang.Pasal 2.(1) Untuk kepentingan peradilan seorang pegawai Negeri yang didakwatelah melakukan suatu kejahatan/pelanggaran jabatan dan berhubungdengan itu oleh pihak yang berwajib dikenakan tahanan sementara,mulai saat penahanannya harus dikenakan pemberhentian sementara.
 
(2) Ketentuan menurut ayat (1) pasal ini dapat pula diperlakukanterhadap seorang pegawai Negeri yang oleh pihak berwajib dikenakantahanan sementara karena didakwa telah melakukan suatu pelanggaranhukum pidana yang tidak menyangkut pada jabatannya dalam halpelanggaran yang dilakukan itu berakibat hilangnya pengharapan dankepercayaan atas diri pegawai yang bersangkutan atau hilangnyamartabat serta wibawa pegawai itu.Pasal 3.Seorang pegawai Negeri harus diberhentikan jika ia terbukti telahmelakukan penyelewengan terhadap ideologi dan haluan Negara atau iaterbukti dengan sadar dan/atau sengaja telah melakukan sesuatu yangmerugikan kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara.Pasal 4.(1) Kepada seorang pegawai Negeri yang dikenakan pemberhentiansementara menurut pasal 2, ayat (1) peraturan ini:a. jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa iatelah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulaibulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar50% (lima puluh perseratus) dari gaji pokok yang diterimanyaterakhir;b. jika belum terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas tentang telahdilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulaibulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar75% (tujuh puluh lima perseratus) dari gaji pokok yangditerimanya terakhir.(2) Kepada seorang pegawai Negeri yang dikenakan pemberhentiansementara menurut pasal 2 ayat (2) peraturan ini mulai bulanberikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75%(tujuh puluh lima perseratus) dari gaji pokok yang diterimanyaterakhir.(3) Bagian gaji yang dimaksudkan dalam ayat (1) dan (2) diatasberjumlah paling rendah Rp 200,- (dua ratus rupiah), sedangkanpecahan rupiah dibulatkan menjadi satu rupiah.Pasal 5.Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji menurut pasal 4 diatasmendapat tunjangan keluarga, tunjangan kemahalan umum, dan lain-lainkecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsungdengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atasdasar bagian gaji yang diterimanya.Pasal 6.Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan Negara, maka perkara yangmenyebabkan seorang pegawai negeri dikenakan pemberhentian sementaramenurut pasal 2 peraturan ini, harus diperiksa dalam waktu yangsesingkat-singkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadapdiri pegawai yang bersangkutan.
 
Pasal 7.(1) Jika sesudah pemeriksaan oleh pihak yang berwajib seorang pegawaiNegeri Yang dikenakan pemberhentian sementara menurut pasal 2 ayat(1) dan ayat (2) peraturan ini ternyata tidak bersalah, makapegawai itu harus segera diangkat dan dipekerjakan kembali padajabatannya semula. Dalam hal yang demikian maka selama masadiberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh sertapenghasilan-penghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya.(2) Jika sesudah pemeriksaan pegawai yang bersangkutan ternyatabersalah, maka:a. terahadap pegawai yang dikenakan pemberhentian sementara menurutpasal 2 ayat (1) harus diambil tindakan pemberhentian, sedangkanbagian gaji berikut tunjangan-tunjangan yang telah dibayarkankepadanya tidak dipungut kembali.b. terhadap pegawai yang dikenakan pemberhentian sementara menurutpasal 2 ayat (2) jika perlu diambil tindakan harus sesuai denganpertimbangan/keputusan Hakim, yang mengambil keputusan dalamperkara yang menyangkut diri pegawai yang bersangkutan. Dalamhal ini, maka mengenai gaji serta penghasilan-penghasilan laindiperlakukan ketentuan sperti tertera dalam ayat (1) dan (2) suba pasal ini.Pasal 8.Pemberhentian seorang pegawai Negeri berdasarkan peraturan iniditetapkan mulai akhir bulan keputusan Pengadilan atas perkaranyamendapat kekuatan pasti.Pasal 9.Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada hari diundangkan. Agarsupaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundanganPeraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran NegaraRepublik Indonesia.Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Pebruari 1966. PRESIDEN REPUBLIKINDONESIA,SUKARNO.Diundangkan di Jakarta pada tanggal 9 Pebruari 1966.SEKRETARIS NEGARA,MOHD. ICHSAN.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->