Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
STATMAT II EDIT.docx

STATMAT II EDIT.docx

Ratings: (0)|Views: 124 |Likes:
Published by Asriani Hasan
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: Asriani Hasan on Jan 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2013

pdf

text

original

 
STATISTIKA MATEMATIKA II_SEMESTER 4
 
MATKUL :STATISTIKA MATEMATIKA II
 
Dosen : Istiqomah, S.Si, M.Sc.
 
Semsester 4
 
I.PELUANG
 
1
 
Pendahuluan
 
D
 
alam kehidupan sehari - hari banyak kejadian yang terjadinya didasarkan pada peluang atau probabilitas,misalnya peluang seseorang terkena jantung adalah 0,00001 , peluang hasil pertandingan final sepak bola antara Perancis dan Brasilia adalah 3 - 2, dan lain sebagainya. Kejadian - kejadian seperti di atassebenarnya tidak hanya terjadi sekarang saja, tetapi hal tersebut sudah terjadi sejak ratusan tahun yanglalu, atau mungkin juga ribuan tahun yang lalu.Namun secara ilmu baru dirumuskan sekitar abad ke tujuh belas, yaitu ketika ada seorang penjudi kelaskakap bernama
Chevalier de Mere
mengajukan pertanyaan kepada
Pascal
dan mendiskusikan kepada
Fermat
( 1601 - 1665).
 
Dengan perumusan kedua orang tersebut maka lahirlah ilmu peluang yang tidak saja menjawabtentang perjudian , tetapi juga berkembang menjadi ilmu yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan,khususnya statistika.
 
1
 
Ruang sampel dan Kejadian
 
Pekerjaan statistikawan pada dasarnya adalah menafsirkan hasil yang mungkin dari suatueksperimen atau percobaan yang dirancang sebelumnya atau yang muncul dalam penelitian ilmiah.Misalnya dalam pelemparan satu mata uang logam sekali maka yang muncul adalah M ( muka ) atau G (gambar), dalam pelemparan satu mata dadu yang setimbang maka yang muncul adalah angka 1, 2, 3, 4,5, atau 6.
 
Definisi 1.1
 
Himpunan semua hasil yang mungkin muncul dari suatu percobaan disebut ruang sampel , yangdilambangkan dengan
S.
 
Definisi 1.2
 
Himpunan bagian dari ruang sampel disebut
kejadian
, yang biasanya dilambangkan dengan huruf besar.
 
Definisi 1.3
 
 
STATISTIKA MATEMATIKA II_SEMESTER 4
 
Suatu kejadian yang hanya mengandung satu unsur dari ruang sampel disebut kejadian sederhana.Suatu kejadian majemuk adalah kejadian yang dapat dinyatakan sebagai gabungan beberapa kejadian.
 
1
 
Menghitung titik sampel
 
Salah satu problem yang dihadapi para peneliti adalah menentukan banyaknya anggota ruang sampeldari suatu percobaan. Dalam banyak hal penentuan anggota ruang sampel tidaklah mudah, tetapikadang-kadang juga sulit,misalnya berapa banyaknya nomor kendaraan yang dapat dibuat jika ketentuannya sebagai berikut.
Nomor kendaraan tersebut diawali dengan satu huruf, diikuti oleh empat angka dan diakhiri olehdua huruf dengan masing-masing angka dan huruf hanya digunakan sekali dan angka nol tidakboleh didepan. Untuk memudahkan penghitungan banyaknya anggota ruang sampel dapatdigunakan teorema-
teorema sebagai berikut.
 
Teorema 1.1
 Jika suatu operasi dapat dilakukan dengan n cara, dan jika pada setiap cara tersebut operasi keduadapat dilakukan dengan m cara, maka kedua operasi itu dapat dikerjakan bersama-sama dengan nm cara.
 
Bukti :
 
Karena setiap n dapat berpasangan dengan setiap m, maka banyaknya pasangan yang dapat terjadiadalah nm cara
 
Contoh :
 
Misalkan seseorang mempunyai 3 celana dengan warna berbeda dan 4 baju dengan warna yangberbeda pula. Ada berapa cara orang tersebut memakai pasangan baju dan celana dengan setiappasangan tersebut berbeda ?. ( Jawab : 3.4 = 12 )
 
Definisi 1.4
 
Permutasi adalah suatu susunan yang dapat dibentuk dari sekumpulan obyek yang diambil sebagianatau seluruhnya.
 
Misalnya ada tiga huruf A, B, dan C maka susunan yang dapat dibuat adalah ABC, ACB, BAC,BCA, CAB, dan CBA. Susunan semacam di atas disebut permutasi penuh atau permutasi saja. Secaraumum untuk n obyek yang berbeda terdapat n(n-
1)……………….3.2.1 susunan yang
berbeda.Pergandaan semacam di atas biasanya dinotasikan dengan n ! ( dibaca n faktorial atau n fakultet ).
 
Teorema 1.2
 
0 ! = 1
 
Bukti :
 
Dari definisi n! = n.(n
 – 
1 ).(n
 – 
 
2) ………3.2.1 = n . ( n – 
1 ) ! didapat = ( n
 – 
1 ) !. Jika n = 1maka didapat 0! = 1.
 
Teorema 1.3
 
 
STATISTIKA MATEMATIKA II_SEMESTER 4
 
Banyaknya permutasi dari n obyek yang berbeda adalah n !
 
Bukti :
 
Anggap ada n tempat yang masing
 – 
masing tempat akan diisi satu obyek, sehingga tempat satudengan yang lain berisi obyek yang berbeda. Dengan cara seperti di atas maka tempat pertama dapatdiisi dari pilihan n obyek sedangkan tempat ke dua dapat diisi dari n
 – 
1 pilihan, dan seterusnyasebagaimana gambaran di bawah.n
 
n-1
 
n-2
 
.
 
.
 
.
 
.
 
.
 
.
 
3
 
2
 
1
 
Dengan menggunakan teorema 1.1 didapat hasil pergandaan dari n.(n-
1)…….3.2.1 atau n!.
 
Contoh :
 
Misalnya dalam antrian loket untuk mendapatkan karcis pertunjukkan sepak bola terdapat 5 orang.Ada berapa cara orang tersebut membentuk antrian yang berbeda ? ( Jawab : 5 ! = 5.4.3.2.1 = 120cara )
 
Teorema 1.4
 
Banyaknya permutasi dari n obyek yang berbeda jika diambil r n adalahn P r = .
 
Bukti :
 
Anggap ada r tempat dengan masing-masing tempat hanya dapat diisi dengan obyek yang berbeda,maka didapat hasil seperti gambar di bawah.
 
n
 
n-1
 
n-2
 
.
 
.
 
.
 
.
 
.
 
.
 
.
 
.
 
n-r+1
 
Dengan menggunakan teorema 1.1 didapat hasil pergandaan dari n.(n-
1)…..(n
-r+1) atau
Contoh :
 
Misalnya ada 7 orang sebagai formatur yang dapat dipilih menjadi pengurus organisasi dengan susunanpengurus sebagai berikut: satu orang sebagai ketua, satu orang sebagai sekretaris, dan satu orang sebagaibendahara. Ada berapa susunan pengurus yang berbeda dapat dibuat ?. ( Jawab : = 7.6.5 = 210 )
 
Teorema 1.5
 
Banyaknya permutasi n obyek yang berlainan yang disusun melingkar adalah ( n - 1 ) !.
 
Bukti :
 
Jika ada n obyek yang berbeda akan disusun melingkar pada n tempat maka tinggal n-1 tempat yangbebas dapat ditempati n-1 obyek. Sehingga susunan berbeda yang dapat terjadi adalah ( n-1) !.
 
Contoh :
 
Misalnya ada 6 orang membentuk konferensi meja bundar. Ada berapa cara susunan cara duduk ke
 – 
 enam orang tersebut ?. ( Jawab : ( 6
 – 
1 ) ! = 5 ! = 120 ).
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->